
Hai semunya perkenalan namaku dita saputri,biasanya aku di panggil Dita, aku tinggal di sebuah kota yang sudah sangat tua, aku tinggal bersama kakek dan nenek ku, orang tuaku sudah meninggal dunia karena sebuah kecelakaan, mereka meninggalkanku ketika aku masih sangat kecil, beruntungnya aku karena aku masih memiliki sebuah keluarga, walaupun tidak lengkap aku sangat bahagia.
Sebelum orang tuaku meninggal, aku hidup dengan penuh kekayaan dimana aku dapat makan apa yang aku mau dan semua keinginanku akan di turuti oleh mereka. Orang tuaku meninggalkan beberapa harta dan warisan kepadaku, karna umurku belum cukup untuk memegang surat warisan tersebut, surat warisan itu di simpan oleh kakek dan nenekku, aku sangat sedih karna semua keinginanku tidak dapat di turutin lagi, tapi kakek dan nenekku berkata "Dita kamu harus bersyukur dan menghargai apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, ya"
Awalnya sangat susah untukku menerima kenyataan itu,tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan semuanya dan mulai menerima kenyataan tanpa rasa sedih.
Suatu ketika aku bertemu dengan seorang anak laki-laki di sebuah gereja di dekat rumah ku, saat pertama kali ku melihatnya dia begitu modern dan dingin, wajah dingin itu terlihat seperti banyak rahasia yang ia sembunyikan, akupun mulai menghapirinya dengan rasa gembira karena bisa mendapatkan teaman baru, kami sempat berbincang, aku menanyakan namanya tetapi ada sebuah mobil mewah yang menjemputnya dan turunlah seorang supir berkata "Tuan Muda, Nyonya dan Tuan sudah menunggu anda di rumah" seketika dia pergi dan lupa memberi tahukan namanya, aku hanya bisa melambaikan tanganku untuk mengucapkan selamat tinggal, aku jg berharap bisa bertemu dengannya lagi, walaupun aku tidak dapat mengetahui namanya tapi aku ingat wajah,mata yang biru, rambut yang kecoklatan dan memiliki belahan rambut di pinggir kanan.
__ADS_1
aku tau kalo di dunia ini banyak orang yang mirip dengannya, tapi perasaanku terhadapnya dapat membedakan antara dia dan orang lain
semenjak saat itu, aku selalu pergi ke gereja untuk melihat dan berdoa kepada Tuhan supaya dia dapat kembali ke gereja ini lagi,dan bisa memberi tahukan namanya.
1 tahun kemudian tepatnya pada hari dimana tahun baru dirayakan secara meriah.
Akupun berteriak kepada Cornelius "Cornelius kamu harus kembali, hati - hati di jalan!"
__ADS_1
Corneliuspun memberikan jawaban "Pasti, aku akan kembali secepatnya, jaga dirimu baik - baik"
akupun tersenyum dan menganggukan kepalaku sambil aku melihat mobil yang mulai pergi jauh perlahan lahan mobil itu mulai tidak terlihat.
aku sangat sedih ketika dia pergi, aku hanya bisa berdoa agar dia cepat kembali sehingga aku tidak perlu waktu yang lama lagi untuk menunggunya.
Walaupun berat untuk menunggunya lagi, tapi aku paham banyak sekali perbedaan antara aku dan dia
__ADS_1