
Saat berlari Dita beberapa kali melihat kebelakang dan tidak ada orang yang mengejarnya sedang Nita, Nana dan Nunu kehilangan jejak Dita, dan mereka bertiga pun mulai menyalahkan satu sama lain karena sudah membuat Dita lolos dari pembullyan tadi, Sedangkan Dita sesampainya di gereja dia merapikan semuanya mulai dari rambut, baju dan tasnya, Di gereja Dita pun kembali berlatih tidak di sangka secara tiba tiba Cornelis datang dan Cornelius saat melihat Dita sangat kagum padanya, dan jantungnya mulai berdetak kencang pada saat melihat dan mendengarkan suara Dita yang sedang bernyanyi Rohani. Tetapi Cornelius tiba tiba merasa sedih karena dia akan meninggalkan Dita dan pergi ke luar negeri selama beberapa tahun untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah latihan selesai, Dita pun menghampiri Cornelius dan langsung mengobrol. Beberapa jam kemudian Cornelius mengatakan kepada Dita bahwa dirinya akan pergi ke luar negeri. saat mendengar kata kata tersebut Dita pun langsung menangis dan memeluk Cornelius dan berkata "Cornelius kamu harus janji ya kamu bakal balik dengan selamat dan jangan lupakan aku" .Kini hati Dita sangat terasa sakit dan merasa akan kehilangan seseorang. Cornelius pun menjawab sambil menangis " baik Dita aku akan kembali dengan selamat, dan tidak akan melupakan aku, Tunggu aku ya Dita" tidak lama kemudian Cornelius pun di jemput dan mereka memberikan salam perpisahan, sebelum Cornelius pergi Cornelius memberikan sebuah kalung couple yang sangat sederhana dan kalung itu berbentuk hati yang satu bernama Dita dan satu lagi bernama Cornelius dimana Cornelius memberikan kalung kepada Dita yang bernamakan Cornelius dan Cornelius memegang kalung yang bernama Dita. Setelah mobil itu pergi menjauh Dita pun segera pulang dengan sedih dan sesampainya di rumah ia memberi tahukan kepada kakek dan neneknya bahwa salah satu temennya akan pergi ke luar negeri dan menceritakan kejadian tadi. Kakek dan Nenek Dita pun ikut sedih mendengarnya jadi Nenek pun berusaha untuk menenangkan Dita dengan berkata " Dita kamu sabar saja, jangan sedih tunggu saja Dia pulang siapa tau kalian bisa menambah ilmu dan pengalaman kalian " setelah mendengar kata kata nenek, Dita pun menjadi sedikit lebih tenang. Dita pun langsung ke kamar untuk meredakan sedihnya lagi. Dita menangis sampai malam hingga tertidur. Keesokan harinya Dita pun kembali bersiap siap untuk pergi ke sekolah walaupun matanya terlihat sedikit bengkak, Setelah selesai bersiap siap, Dita pun langsung berpamitan kepada kakek dan nenek dan langsung bergegas pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, ia kembali menyapa teman temannya, dan menuju ke kelasnya. Saat sudah sampai di kelas, Ia melihat mejanya banyak sekali sampah kertas yang berserakan dimana mana, tiba tiba datang lah Nita, Nana, dan Nunu dan memandang Dita " Hahahahaha, kasian deh mejanya kotor, memang pantes sih kotor sama kayak orangnya kotor" kata Nita sambil menambahkan sampahnya Nunu pun berkata " Hahaha benar tuh yang dikatakan Nita memang pantas kamu mendapatkannya " sambil mengejek ,Dita pun hanya diam dan tiba tiba Bu Guru pun masuk ke dalam kelas dan melihat kelakuan Nita, Nana dan Nunu yang sedang menambahkan sampah kertas , Bu Guru itupun berteriak " Nita, Nana, Nunu cepat bereskan sampah yang sudah kalian lakukan dan nanti pada saat jam istirahat kalian ke kantor Ibu "
__ADS_1
Nita, Nana dan Nunu pun menjawab " Baik bu" sambil membersihkan sampah kertas itu
__ADS_1
sedangkan Dita.......
__ADS_1