
esok pagi nya aku berangkat bekerja setelah mengantar kue-kue yang ku buat ke warung langganan ku.
setelah sampai di resto aku berganti pakaian dan mulai membereskan meja dan kursi.setelah resto buka seperti biasa resto akan sangat sibuk karena banyak tamu yang datang hingga jam makan siang semuanya sibuk.
setelah itu baru aku bisa istirahat bersama Ara.
"Ra nanti sore anter aku ke apotek ya!"
"mau beli obat nenek?"
"iya,udah abis dan kesehatan nenek akhir-akhir ini mulai memburuk."
"yang sabar ya Lana pasti nenek cepet sehat kembali."
"iya,aku hanya bisa berdoa semoga nenek bisa cepet sehat kembali."
"aku juga selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan nenek Na,jadi jika ada apa-apa jangan ragu untuk bercerita padaku pasti aku akan batu sebisa aku."
"makasih Ra,kamu memang sabat terbaik aku." ucap Lana sambil memeluk Ara.
"iya sama-sama kita kan sahabat karena sahabat akan selalu ada di kala senang maupun sedih." jawab Ara sambil membalas pelukan Lana.
aku dan Ara melanjutkan pekerjaan kami hingga jam pulang tiba.setelah itu aku dan Ara berjalan ke apotek untuk membeli obat untuk nenek karena nenek ku mengidap penyakit jantung sejak 2 tahun lalu jadi nenek tidak boleh melewatkan obat nya kalau tidak bisa jadi fatal akibatnya bila nenek tidak meminum obat nya atau mendapatkan hal yang mengejutkan bagi nenek.
setelah membeli obat nenek aku berpisah dengan Ara karena rumah kami beda arah.
ketika sampai di rumah aku menuju kamar nenek untuk melihat keadaan nenek yang sedang istirahat.
setelah itu aku menuju kamarku untuk beristirahat bentar sebelum mandi dan berdandan untuk bertemu keluarga tuan Sean. ketika aku sedang berbaring di ranjang ada yang mengetuk pintu rumah ku dan segera aku bangun dari kasur dan bergegas pintu rumah untuk melihat siapa yang bertamu.
"selamat sore nona Alana,ini ada paket untuk nona Lana dari tuan Sean untuk nona." ucap Bram sambil menyerahkan paket yang dibawanya kepadaku.
"iya,terima kasih Mr. Bram." jawabku sambil menerima kotak yang dibawa Bram.
"kalau begitu saya pamit nona Lana,saya hanya mengantar paket itu untuk nona."
"iya,sekali lagi terima kasih telah mengantar paket ini." ucapku sambil tersenyum.
aku pun masuk sambil membawa paket setelah sampai di kamar aku membuka paket itu dan terkejut karena isinya sebuah gaun dan sepasang sepatu hils yang cantik ada juga sebuah note di atas gaun tersebut.
pakai ini nanti malam
aku jemput pukul 7 malam
itu yang tertulis di note tersebut.setelah itu aku melihat gaunnya yang cantik.
"wah indah sekali gaun ini." ucap ku
setelah membuka paket itu aku bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat ke pertemuan keluarga tuan Sean.
__ADS_1
setelah memakai gaun dan sepatu nya aku duduk di meja rias ku dan berdandan dan menyanggul rambutku agar terlihat rapi dan indah.
(anggap saja rambut nya di sanggul)
sambil menunggu tuan Sean menjemput ku,aku masuk ke kamar nenek yang tertidur setelah makan malam 15 menit yang lalu.setelah melihat keadaan nenek baik-baik saja aku mendengar suara ketukan pintu aku segera mengambil tas ku dan bergegas ke pintu depan untuk membuka pintu.
(tas yang dibawa Alana)
"sudah siap berangkat?" tanya Sean
"sudah tuan." jawab Lana
"kalau begitu ayo masuk ke mobil kita akan berangkat dan nanti ketika kita di sana panggil aku dengan namaku atau sayang." ucap Sean sambil berjalan masuk ke mobilnya.
aku hanya mengangguk dan mengikuti tuan Sean masuk ke mobilnya dan duduk di samping tuan Sean.
kami berdua sama-sama diam selama di dalam mobil sampai sampai di sebuah rumah yang besar sang sangat indah menurut
.
ruang makan
ruang keluarga
aku pun turun dari mobil sambil menggandeng tangan tuan Sean dan masuk ke dalam rumah.
setelah masuk ke dalam rumah aku di bawa masuk ke ruang tamu yang sudah banyak orang di dalam sana.
ketika kami masuk semua mata tertuju pada kami sampai kami tiba di depan dua orang paruh baya yang terlihat mirip dengan tuan Sean.
"Sean,membawa siapa nak?" tanya seorang nyonya yang masih terlihat cantik di usia tuanya.
"Sean membawa kekasih Sean mah." jawab Sean sambil mengeratkan pegangan tangan kami.
sejak kapan kamu memiliki kekasih?
sejak satu bulan yang lalu mah
aku hanya diam sambil mengamati sekelilingku dan aku sekilas melihat pandangan seorang wanita yang tertuju padaku sangat sinis dan seperti tidak menyukai ku.
__ADS_1
"oh,siapa namanya Sean,dia sangat cantik dan imut." jawab ibu Sean sambil mencubit pipi ku dengan gemas dan aku hanya tersenyum.
"saya Alana putri Tante kekasih Sean." ucapku sambil tersenyum.
"kamu sangat cantik dan imut Lana,mamah jadi gemas pengen nyubit pipi kamu." ucap ibu Sean sambil terus mencubit gemas pipi ku.
"udah mah jangan terus cubit pipi Lana dong kasian pipi pacar Sean jadi merah". ucap Sean sambil melepaskan tangan ibunya dari pipiku.
aku hanya tersenyum canggung membalas perkataan tuan Sean.
"sayang kenalin ini mamah Tara, yang duduk di samping mamah ku papah Ben,yang duduk bersebalahan di samping kamu adalah adik-adikku Swan dan Tiara,dan yang duduk di samping ku ada Tante Dira,om Wira dan anaknya Vina mereka teman bisnis papah ku." ucap Sean memperkenalkan orang-orang yang ada di ruang tamu.
aku jawab anggukan sopan sebagai salam perkenalanku pada orang-orang yang ada di sini.
"karena udah lengkap semua,mari kita ke ruang makan." ajak mamah Sean pada semua orang.
kami pun beranjak dari tempat duduk kami dan berjalan ke ruang makan.
aku duduk di samping Sean dan di depanku ada Vina dan kedua orangtuanya kedua orang tua Vina dan di samping ku ada adik perempuan Sean Tiara dan swan di samping Tiara.
para maid pun membantu untuk mengambilkan makanan ke piring kami dan kami pun makan dengan hening.
sepanjang makan malam berlangsung aku merasakan tatapan tajam terus tertuju padaku dan ternyata itu adalah Vina yang menatapku tajam sambil menampilkan ekspresi tidak suka padaku.
setelah makan kami dibawa ke ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan kami.
aku pun mengobrol dengan adik-adik Sean yang ternyata swan seumuran denganku 20 tahun dan Tiara berumur 18 tahun. kami mengobrol banyak hal sampai Sean jenuh melihat kami mengobrol karena saking asyiknya Sean terabaikan oleh kami bertiga dan orang tua Sean memisahkan diri dari kami karena ingin mengobrol dengan orang tua Vina di ruang tamu.
"sudah dulu mengobrol nya ini sudah malam waktunya kalian tidur dan kakak akan mengantarkan Lana pulang juga." ucap Sean memberhentikan obrolan kami bertiga.
aku pun hanya mengangguk dan berpamitan pada adik-adik Sean dan menuju orang tua Sean yang sedang mengobrol dengan orang tua Vina di ruang tamu. tadi Vina sudah pulang terlebih dahulu karena katanya ada kepentingan.
setelah berpamitan dengan orang tua Sean kami berjalan ke luar rumah dan naik ke mobil tuan Sean.
"Lana,sepertinya kamu sudah akrab dengan adik-adik saya?"
"iya tuan, mereka ternyata supel dan ramah jadi kami cepat akrab." jawabku sambil tersenyum membayangkan kebersamaan ku dengan adik-adik tuan Sean.
"bagus kalau begitu,sepertinya orang tua saya juga suka pada mu jadi semuanya akan baik-baik saja kedepannya." ucap tuan Sean sambil tetap fokus menyetir
aku hanya mengangguk dan bersyukur dalam hati bahwa hari ini berjalan dengan baik dan keluarga tuan Sean menerima ku dengan baik.
akhirnya sampai di depan rumahku,aku berpamitan dengan tuan Sean dan keluar dari mobilnya. dan masuk ke dalam rumah setelah mobil tuan Sean pergi.
setelah masuk ke dalam rumah aku bergegas mandi dan berganti pakaian dengan baju tidurku.setelah itu aku menuju kasur untuk merebahkan badan ku yang lelah dan pegal-pegal.
aku mencari posisi tidur yang nyaman setelah itu aku tertidur dengan nyenyak nya.
sebelum tidur aku berdoa semoga 5 bulan kedepan berjalan dengan cepat dan baik tanpa masalah.
#end
terima kasih telah membaca dan jangan lupa vote ya😁
__ADS_1