
"I... iya bu" jawab Reavy sembari mendekat kepada Safa, salah satu siswi mengeluarkan kakinya dan bermaksud membuat Reavy malu.
Reavy melihat tingkah laku teman kelasnya ini dan Reavy melangkah menghindari kaki siswi itu dan siswi itu merasa kesal
"Huh Tunggu aja nanti lo culun" kata cewek yang berniat mengerjai Reavy tadi
"Hai nama gue safa" Safa memperkenalkan dirinya
"Aninditya putri" Reavy pun memperkenalkan dirinya dan berlaga tidak tahu apa apa
"Baiklah sekarang pelajaran kita mulai" kata bu Riska
Pelajaran pertama pun dimulai dan setelah bu Riska selesai menjelaskan,bu Riska memberikan soal untuk di jawab dan siapa yang duluan dia yang istirahat pertama. semua murid bingung dengan soal yang di berikan oleh bu Riska tetapi Reavy mengerjakannya dengan sangat mudah.
"Yang sudah boleh maju kedepan untuk di koreksi" Kata bu Riska
Daan Reavy pun maju tanpa disadari dia maju bersama seorang laki laki yang tinggi dan tampan dia adalah ketua kelasnya Reavy, mereka berdua pun menyerahkan jawaban mereka
(Hah Revan?!) Reavy bergumam kecil
"Baiklah Aninditya dan Revan kalian boleh istirahat sekarang" kata bu Riska
__ADS_1
"Baik bu" jawab Revan dan Reavy dengan kompak
(Ih kok bisa sih si culun bisa jawab soal sesusah ini) Gumam siswi yang tadi ingin mengerjai Reavy
" saf gue ke kantin ya gue tunggu lo"Kata Reavy kepada Safa
saat Reavy akan ke kantin ternyata Revan juga akan ke kantin dan Revan bersikap seperti tidak ada orang lain disampingnya terhadap Reavy
"Revan lo bisa gak arahin gue ke kantin" tanya Reavy pada reva
"Ikutin gue aja" jawab Revan singkat
***Saat di Kantin***
mereka hanya berdua karena belum ada yang istirahat kecuali mereka. mereka pun mengobrol dan memesan makanan sendiri sendiri. Revan terus memperhatikan Reavy
"Kenapa lo liatin gue? " tanya Reavy
"Kita pernah ketemu gak sih" Jawab Revan curiga
"Em eng enggak pernah lagian gue juga baru kenal lo" jawab Reavy gugup
__ADS_1
"iya juga sih gak penting, kalopun ketemu lo palingan juga gue males ngobrol sama cewek culun kek elo" jawab Revan tanpa ekspresi
"Yaudah kalo gitu, lo ngapain masih disini ngobrol sama gue" balas Reavy dengan santai
"Jangan GR dulu loh gue ngobrol sama lo mau nyatet no HP lo" kata Revan
"Buat apa? " Tanya Reavy
"Buat jadi pacar lo" Jawab Revan masih tanpa ekspresi sedangkan Reavy hatinya berdegup kencang
"Ya buat ngehubungin lo lah kalo ada masalah atau keperluan kelas kan gue ketua kelas" Jelas Revan "Oy kenapa lo jadi bengong kaget gue ngomong mau jadi pacar lo ha" Tanya Revan dengan PD
"Kepedean banget sih jadi orang nih no HP gue (Dengan nada yang santai) " Reavy memberikan kartu namanya
"Iya juga sih gue jugak mau mau jadi pacar cewek culun kayak lo" kata Revan dengan penuh penegasan
"Udah ah gue mau ke toilet dulu nanti gue di omong lagi sama anak lainnya kalo gue deket deket sama cewek culun kaya lo" jelas Revan
setalah Revan pergi Reavy berbicara dengan dirinya sendiri
"Kok beda banget gitu ya sama yang kemaren, kalo kemaren dia ramah banget kalo disekolah kok kayak bad boy?, tau ah ngapain jadi mikirin dia" gumamnya.
__ADS_1