
''maksud lo apaan deket-deket sama pacar-pacar kita hah! lo mau ngerebut pacar gue hah! ucapnya dengan nada tinggi karena tersulut emosi
intan yang tidak tahu apa-apa hanya bisa terkaget dan bingung dengan apa yang terjadi.
'' emmm... maaf kak ada apa yah kenapa kakak marah-marah?'' tanya intan kebingungan
'' heh lo lupa atau pura-pura lupa hah'' sanggah suci
'' maksud kakak apa? aku gak ngerti sama sekali! '' kata intan yang memang benar-benar bingung
'' alah banyak bacot lu guys seret dia'' perintah sintia
''siap laksanakan'' Jawab suci dan meli bersamaan
'' ayo cepat jalan lelet lo'' kata meli menyeret tanggan intan dengan kasar
''awww... sakit kak pelan-pelan'' ringgis intan yang mera sakit di pergelangan tangannya
'' manja lo'' kata suci
sesampainya di taman di bawah pohon rindang intan di hempas dengan kasar sampai intan mengaduh kesakitan
''auwww.... sakit''
''gitu aja lo udh kesakitan gimana kalau kita nyisa lo pasti lebih sakit'' kata sintia dengan seringai nya
''ada.... apa... kak, kenapa kakak memperlakukan ku seperti ini?
__ADS_1
Tanya intan
'' kenapa lo bilang? lo udah berani deket sama pacar gue, dan lo belum tau kesalahan lo''
'' Maaf kak sebelumnya emang pacar kakak siapa intan gak kenal sama sekali''
''oh lo masih Pura-pura gak tau hah''
PLAK
terdengar suara tamparan yang sangat keras sehingga membuat kepala intan menoleh kesamping, rasa panas, perih, marah bercampur aduk tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa baginya ini bukan waktu yang tepat untuk membalasnya.
iya memang intan memiliki dua kepribadian bisa dibilang kepribadian ganda kadang intan bisa lemah lembut dan penyayang dan dia juga bisa bersifat seperti iblish. tapi menurutnya ini tidak seberapa dibanding tahun-tahun yang lalu. dia akan membiarkan itu semua dulu dirasa jika perbuatan seseorang berlebihan maka dia akan membela diri
iya seperti itulah intan. hanya dia yang tau kalau dia memiliki kepribadian ganda.
intan menahan rasa marah di hatinya mungkin suatu saat dia akan membalasnya begitulah pemikiran intan
''auwwwwssss''
'' let's Go guys kita ke kantin laper gue habis ngurusin ni cupu'' sambil melirik intan secara sinis
sedangkan intan hanya bisa bergumam di dalam hatinya. entah apa yang dia Gumam kan didalam hatinya.
hanya dia yang tau.
intan mencoba untuk berdiri walau sempat terjatuh dia berusaha berdiri dan akhirnya bisa. dia berjalan menuju kelas dengan cara berjalan tertatih-tatih.
__ADS_1
semapainya di dalam kelas dia Menelungkupkan wajahnya diatas meja dengan berbantalan tangannya.
setelah pulang sekolah seperti biasa intan langsung bekerja ke restauran yang sudah menerimanya selama 3 bulan ini
waktu terus berjalan Siring berjalannya waktu situ juga intan dan Gerald dkk selalu berjumpa tanpa sengaja atau disengaja mereka tidak tahu dan disitu pula intan selalu di bully tapi untungnya Gerald dkk selalu ada untuk intan
seperti pada saat ini Gerald dkk dan intan sedang makan di kantin sekolah tiba-tiba Sintia dkk datang dan menjambak rambut intan dengan kasar.
'' heh lo udah berapa kali gue ingetin lo jangan deket-deket sama pacar gue tapi lo keknya gak mempan yah kalau di bicarain baik-baik''
what demi apa Sintia bilang cara baik-baik? hello selama ini apa bukannya kekerasan yang dia dapat?
'' asal lo tau yah gue disini sebagai mos't wanted girl dan Gerald mos't wanted boy ngerti lo dan lo gak cocok sama dia''
'' trus kak Gerald cocok nya sama siapa sama lo?'' sambil menghempas tangan Sintia dari rambutnya
semua orang ternganga mendengar penuturan intan barusan selama ini intan selalu diam jika di bully tapi sekarang waowww amazing
'' brani yah lo skrang sama gue dapat nyali dari mana lo hah'' marah Sintia
sedangkan Gerald dkk hanya bisa menonton perdebatan itu selagi tidak melukai intan. iya bagi mereka intan adalah sosok princess bagi mereka.
semenjak Gerald dkk tau sosok intan mereka berjanji akan menjaga intan mulai dari situ mereka Diam-diam mengawasi intan dari jarak jauh tapi bukan berarti mereka tau apa yang dilakukan intan selama ini.
Bersambung....
next ke par berikutnya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA YAH
MAKASI