Daily Life Being JOMBLO

Daily Life Being JOMBLO
CH 8


__ADS_3

Haloo reader-tachi, aku Vanessa. Ini mungkin pertama kali-Nya kita bertemu, saat ini aku berada disini tidak lain karena aku.......merasa tertarik dengan karakter utama kita yaitu Gerrald. Maksud kata tertarik disini bukan karna ditarik-tarik gitu yaa, tapi karena aku benar-benar suka sesuka suka-Nya dengan Gerrald. Mungkin terdengar agak freaky, tapi cintaku pada-Nya always Shiny.


Di pagi hari............ diperjalanan menuju sekolah.........


"Sekarang, bagaimana cara-Nya untuk membuat-Nya tergila-gila padaku" (Vanessa)


"Bagaimana dengan memberi-Nya sesuatu yang dia sukai?" (Pelayan)


"Yang dia sukai? memang-Nya barang apa yang dia sukai?"


"Itu sesuatu yang harus nona cari tahu"


"Memang-Nya dia punya barang favorit?"


"Maka-Nya nona haru-"


"Lagipula dia punya barang?"


"Itu maksu-"


"Memang-Nya kata barang itu apa?"


"Nona-"


"Barang itu nyata?"


"Bentar nona-"


"Gerrald itu nyata? aku nyata?"


"Tahan dulu ini beda lag-"


"Kalau aku gak nyata, trus dunia ini gimana?"


Nona?"


"..............Kita semua ini sebenar-Nya apa?"


"...........tolong"


Di depan sekolah........


"Selamat belajar nona" (Pelayan)


"Iya" (Vanessa)


"Oh iya nona"


"Apa?"


"Untuk kesan pertama, bagaimana jika nona mengajak-Nya untuk makan bareng dikantin?"


"Hmmm, saran yang cukup bagus, aku terima saran mu"


Dikelas.......


"Hey Gerrald, kau ada waktu?"


Kenalin ini Vanessa dia anak dari seorang pengusaha terkenal dan terkaya. Dia punya wajah yang cantik, bisa dibilang dia yang paling cantik di angkatan kelas 1 disini. Tapi dia punya sifat sombong dan angkuh, Maka-Nya tidak ada orang yang mau bergaul dengan-Nya. (Gerrald)


Tadi udah dikenalin loh.....


Bacot (Gerrald)


"Kenapa emang?"


"Gak.......kau mau gak"


"Mau apa?"


"Itu....dikantin.."


"Ngapain?"


"Makan-"


"Trigggggggg........tringggggg" (Lonceng sekolah)


"Sorry gak kedengaran tadi, makan apa?"


"Gak, gak jadi"


"Oh..."


"....yaudah aku pergi dulu"


"Oke ingat kata Ari Lasso"


"Apa?"


"♪Hati-hati dijalan♪"


"Itu kata-kata tulus!!! bukan Ari Lasso!!!"


"Jangan marah-marah dung"


"........."


"Yahh pergi"


"Pagi anak-anak" (Pak Doni)


"Pagi pak!!" (Anak kelas)


Kok tiba-tiba bel-Nya bunyi sihh!!?? kan jadi gak bisa bilang, arghhh (Vanessa)


Jam istirahat........ percobaan pertama.......


Oke aku udah duduk ditempat dimana Gerrald sering duduk buat makan, sekarang tinggal tunggu orang-Nya datang (Vanessa)


5 menit kemudian........blum datang.....


Oke tunggu ntar lagi, dia pasti datang (Vanessa)


"Woii tengok cewe itu, dari tadi sendirian, gak ada kawan kali yak" (Orang lain)


Bang*** tokoh sampingan


10 menit kemudian....15 menit kemudian...20 menit kemudian..blum datang......


Ini gak benar ini, harus-Nya dia datang. Ini harus aku cari (Vanessa)


6 menit kemudian....... Gerrald lagi tidur dikelas......


SFX: PAAKKKK (Suara pukulan)


"COWO BAJIN*** KON*** AN* BANG*** GAK PEKA B*DO!!!!"


"Aduh apasih mukul-mukul, udah gitu langsung pergi lagi!!!"


"B0DOOO!!!"


Istirahat kedua......baru ke kantin.....


"Ger, kau napa dipukul-pukul tadi?" (Geri)


"Ntah gak tau napa itu, gak jelas" (Gerrald)


"Tapi kau beruntung an*, soal-Nya si Vanessa jarang dekat dengan cowok"

__ADS_1


"Kau kalau mau ngejek, gak gini cara-Nya an*, kita selesaikan secara jantan"


"Apa itu?"


"Bantu pak Tono"


"Tol*l!!"


"Woii ger!!" (Rivan?


"Apa?" (Geri)


"Apa?" (Gerrald)


"Hahahahh" (Rivan)


"Stress" (Gerrald)


"Canda-canda, kalian ikut tak nanti?"


"Kemana?" (Gerrald)


"Ada event rumah hantu di Nagoya Mall" (Rivan)


"Gerrald pergi, pergi aku" (Geri)


"Pergi aku" (Gerrald)


"Yaudah aku juga pergi" (Geri)


"Oke nanti jam 5 sore" (Rivan)


Jam 5 sore.........ditempat event.....


"Ehh Gerrald, lagi apa disini?" (Vanessa)


"Lohh..........." (Gerrald)


"Vanessa"


"Lohh Vanessa kok ada disini?"


"Iya kebetulan aku mau ke event rumah hantu, kamu juga mau kesana?"


Orang kaya emang beda ya, manggil orang pakai kata "Kamu", padahal kami gak akrab-akrab kali (Gerrald)


"Iya kau juga kesana?"


"Iya"


Aku baru sadar, rupa-Nya dia manggil orang lain pakai kata "Kau", berarti target hari ini adalah supaya dia manggil aku pake nama atau gak pakai kata "Kamu", oke-oke pasti aku bisa (Vanessa)


Kok dia tiba-tiba diam, apa dia marah ya? perasaan aku fine-fine ajalah, ada apa ya? (Gerrald)


Loh dia ngapain diam, dia sakit? (Vanessa)


"Yang lihat tuh, mereka tanpa berbicara bisa mengerti satu sama lain" (Bucin lain)


"Halah palingan lagi mikirin tikus mandi" (Bucin juga)


Sumpah bajin*** tokoh sampingan, gak usah ikut campur urusan heroin disini (Vanessa)


Iya emang tol*l mereka, gak usah diladenin biarin aja (Gerrald)


Oke.......loh? (Vanessa)


Kenapa?.....lah? (Gerrald)


Lohh?? (Vanessa)


Lahh?? (Gerrald)


Lohh??


Lahh?


"Iya" (Vanessa)


"Mau eskrim?"


"Boleh, aku mau vanilla"


"Ya udah ntar, kau duduk aja dulu di sana"


"Iya"


"Pas kali waktu-Nya, bisa ketemu sama Gerrald disini, emang hubungan kami direstui oleh waktu" pasti itu yang kalian pikirkan. Hahahaha sayang sekali ya, tapi ini semua sudah direncanakan oleh aku yang hebat ini


Tepat pada saat jam istirahat kedua di kantin, aku secara tidak sengaja mendengar percakapan mereka, lalu akhir-Nya memutuskan untuk membuat rencana, dimana kami dapat berduaan seperti ini


Tahap pertama ialah, dengan menyuruh pelayan ku untuk menelepon Geri dan Rivan agar tidak datang ke event-Nya, tepat sebelum jam 5 sore. Mungkin terdengar agak susah untuk menyakinkan mereka, tetapi dengan uang tiada yang tak mungkin, meski harus mengorbankan teman-Nya sendiri


"Halo, dengan Geri?" (Pelayan Vanessa)


"Iya, kenapa ya?" (Geri)


"Saya mau minta tolong, agar tidak datang pada saat event berlangsung"


"Aduh maaf ya-"


"100 ribu"


"Makasih"


"Halo, siapa ya?" (Rivan)


"50" (Pelayan Vanessa)


"Deal"


Lalu tahap kedua, ialah dengan mencari tahu segala sesuatu yang dapat menggangu kebersamaan kami, Contoh-Nya faktor cuaca


Tahap ketiga sekaligus yang terakhir, adalah dengan mempersiapkan pakaian dan barang-barang darurat seperti parfum, bedak, dan lain-lain


Setelah semua-Nya siap, dan tak ada hambatan satupun, maka saat-Nya untuk beraksi


"Nah, vanilla kan?"


"Iya makasih, berapa?"


"Gak, gak usah bayar. Disaat-saat kayak gini cowo mengeluarkan sisi kejantanan-Nya"


"Hah? kejantanan?"


"Gak, gak gitu. Bukan kejantanan yang itu, maksud-Nya kejantanan sifat-"


"Hahahh, iya aku tau kok"


"hahahh.........Vanessa"


"Hmmm, apa?"


"Mau jalan-jalan dulu gak? mau makan atau ngapain ajalah di dalam"


"Boleh"


"Yaudah ayok"


Gak terasa sudah hampir jam 11 malam, kami berduaan keliling mall, main permainan capit, makan bareng, nonton bioskop, dan foto bareng. Jujur waktu 7 jam itu gak terasa sama sekali waktu bersama dia, aku pengen terus melihat tawa-Nya yang manis (Vanessa)

__ADS_1


"Pulang yok, udah jam 11 malam, ntar kau dicariin" (Gerrald)


"Oh......yaudah ayok, aku telpon ojek bentar ya" (Vanessa)


Yahh padahal aku pengen lama-lama lagi, tapi yaudah lah hari ini udah cukup. Aku telpon pak-


"Bareng aku aja, kalau mau" (Gerrald)


"Serius? beneran?" (Vanessa)


"Iya, mau gak? kalau mau ya, aku bukan-Nya maksa, kalau mau aja"


"Mau"


"Ya iyalah kan, gak mungkin kau mau......hah?"


"Mau, aku mau"


"Ohh, yaudah ayok aku anterin"


8 menit sampai diparkiran.......


"Bisa gak naik? ini tinggi loh"


"Bisalah, kau pikir aku gak pernah naik moge?"


"Ya...kalau kau, pasti pernah lah sama pacar mu"


"Hah? pacar? aku gak punya pacar"


"Ya maksud-Nya, yang dulu-dulu loh"


"Aku seumur hidup blum pernah ngerasain yang nama-nya pacaran"


"Ohhh.....hahahh jomblo sejak lahir"


"Bacot!!"


"Pegangan"


"Iya"


"Gak meluk?"


"Boleh? nanti ada yang cemburu"


"Siapa?"


"Pacar mungkin, atau yang lagi deket"


"Gak ada, kawan cowo aku gak ada yang cemburuan"


"Gak gitu ganteng"


"Hahahahh. Aku tau kau tanyak gituan, biar kau tau aku gak ada pacar kan? ngaku"


"Halah kamu juga kok tadi"


"Hahahahh"


"Yaudah peluk, biar gak jatoh"


"Iya"


"♪Selama jantung ini berdetak♪"


"Gak usah nyanyi!!!"


20 menit kemudian.....sampai dirumah Vanessa.....


Wah-wah, rumah orang kaya emang beda, jadi gak percaya diri (Gerrald)


"Oke, makasih yaa" (Vanessa)


"Oh iya, makasih juga" (Gerrald)


"Iya sama-sama"


"Iya sama-sama juga"


"......"(Vanessa)


"......." (Gerrald)


"Hahhhah"


"Hahhhah......yaudah aku duluan ya"


"Iya makasih"


"Mau berapa kali makasih?"


"Ya biar sama-sama terus"


"Hahahh....aku pergi ya"


"Iya, ingat kata Ari Lasso"


"♪Hati-hati dijalan♪" (Gerrald)


"♪Hati-hati dijalan♪" (Vanessa)


"Hahahh"


"Hahahahh...... duluan"


"Iya"


"......Vaness? atau Nessa? kamu mau dipanggil apa?"


".....Vaness aja"


"Oke, Aku duluan ya Vaness"


"Iya, hati-hati"


Vanessa perlahan-lahan masuk kedalam kamar-Nya......


"Selamat datang nona.... nona? (Pelayan)


"Kyaaa, aku dipanggil Vaness tadi" (Vanessa)


"Selamat kalau begitu nona, berarti perjuangan nona hari ini gak sia-sia kan?"


"Iyaa"


Vanessa tersenyum manis sambil melihat foto-Nya dengan Gerrald.....


Keesokan pagi-Nya dikelas....


"Pagi Vaness" (Gerrald)


"Pagi..." (Vanessa)


"Cie-ciee, ada apaan nih? udah sapa-sapaan?" (Rivan)


"Bacot!!"


Ehh sorry ya gaes kali ini lebih banyak bumbu romantis dari pada komedi. Soal-Nya si tokoh utama kasihan (Raphael)

__ADS_1


"Bang*** Raphael" (Gerrald)


__ADS_2