
Sebenarnya febby sudah menolak ajakan sammy untuk ke rumah sakit, akan tetapi melihat sammy yang sangat khawatir ahirny febby pun menyetujui ajakan sammy.
Keesokan harinya di rumah reyhan, ia terlihat sedang menyesap kopinya sambil membaca berita di hp milik nya.
"Seorang pengusaha muda di temukan tak bernyawa di rumah nya yang tak jauh dari mall xxx, di temukan sebuah peluru bersarang di kepalanya, polisi masih menyelidiki perihal kematiannya, siapa pembunuh nya dan apa motif nya, kami akan mengupdate selalu perkembangan kasus ini" begitu lah yang ia baca.
"Teruslah berusaha" gumam reyhan yang tampak sedang merenggangkan ototnya.
Dan itulah bagaimana febby bisa menyukai seorang phantom.
Kembali ke kantin, disana terlihat reyhan. yang mendengus melihat kelakuan sammy dan febby di tempat umum "hey ini sekolah tempat belajar bukan tempat untuk suap-suapan" tapi yaa siapa yang bisa melarang sammy bukan?
Setelah memesan makanan reyhan pun memlih untuk duduk di tempat yang jauh dari meja sammy dkk, ia malas jika harus berurusan dengan mereka.
Bukan reyhan takut, hanya saja ia tak ingin seragam nya hari ini kotor karena ada tempat yang ia kunjungi sepulang sekolah.
__ADS_1
Bell pulang sekolah pun berbunyi, dengan buru-buru reyhan berjalan menuju sepeda nya, akan tetapi di tengah perjalanan nya ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang "bugg" orang itu pun menggeram marah.
"Eh, punya mata tuh di pake b*go" ucap orang tersebut yang ternyata adalah vero, "maaf aku sedang buru-buru jadi tak memperhatikan jalan" ucap reyhan dengan tenang.
"Enak aja lo minta-minta maaf aja, nih seragam gw lo cuciin, jgn sampe masih ada kotoran sedikit pun" ucap vero mengancam.
Reyhan menangkap seragam vero dan menjawab "akan aku cuci sampai bersih yang mulia" mendengar itu vero pun bangga dan memperbolehkan reyhan melanjutkan perjalanannya.
Reyhan memang tak ingin membuang-buang waktu maka ia hanya mengiyakan ucapan vero,di taruhnya seragam vero di tasnya dsn mulai mengayuh sepeda butut nya menuju ke sebuah pemakaman.
"Hai bu, apa kabar? ku harap ibu selalu bahagia disana, ini ku bawakan bunga kesukaan ibu" yaa makam yang ia tuju adalah makam ibu panti, orang yang tulus membesarkannya.
"Bu, maafkan aku karena harus memilih jalan ini, ibu tau kan apa yang menjadi alasan ku melakukannya, jadi aku mohon ibu doakan aku semoga aku cepat menemukan orang yang sudah mengambil ibu dari ku" isak reyhan tertahan.
Reyhan tak akan pernah menangis oleh apapun, termasuk saat ia tertembak atau pun saat beberapa tulang rusuknya patah.
__ADS_1
Tapi pengecualian untuk ibu panti, ia akan seperti ini, bercerita sambil menangis di depan makam nya, bahkan saat dulu ibu panti meninggal, ia menangis hampir setiap malam.
Berkat bantuan guru nya lah ia bisa bangkit dan menjadi seperti sekarang.
Dan seperti nya tak lama lagi gurunya akan pulang ke indonesia setelah hampir 1th ini berkeliling dunia untuk menerima pekerjaan yang sama dengan reyhan.
Setelah berpamitan dengan ibu nya reyhan segera menuju ke rumah nya untuk mandi dll.
Sore hari nya reyhan memutuskan untuk pergi berbelanja bulanan, hari ini ia tak ingin menyamar menjadi si culun, maka ia berpakaian santai dan modis untuk pergi ke super market.
Setelah memarkirkan mobilnya, reyhan segera menuju ke dalam supermarket tersebut.
Sudah tak terhitung berapa puluh pasang mata wanita yang memandang takjub ke arahnya.
Salah satu wanita mendekatinya saat ia duduk di salah satu foodcourt setelah ia selesai berbelanja.
__ADS_1