
"Sayang, jalan-jalan yuk"- ajak Angga
"Gw malas jalan"
"Kita nggak beneran jalan kok yang,kita pakai mobil mevwah milik bapak saya"
"Kan jalan-jalan ya pake kaki dong,mobil milik bapak aja bangga"
"Gimana kalau makan bakso aja,tapi makannya dirumah aja"- usul Amanda
"Boleh deng,gimana kalau kita makan dirumah aku aja sekalian pengen ngomong penting kekamu"
"Pen ngomong apa emang?"
"Gw jelasin pas di rumah"
---------------------------------------
"Pa kabar bro"- sapa Andi ke teman-temannya
"Dari mana aja lu,seharian nggak muncul"
"Iya tuh,pasti ada cewek lagi tuh dia"
"Eh jangan sembarang kalau ngomong"- ucap Andi yang nggak terima perkataan temannya
"Gw dengar-dengar lu sekarang lanjut sekolah ya?"- ucap temannya yang memiliki wajah tampan dan juga memiliki tubuh yang tinggi
"Masa iyya sih seorang Andi lanjut sekolah,nggak mungkin banget tau nggak"- ucap temannya yang memiliki wajah dengan kulit putih bersih dan juga memiliki lesung pipi diwajahnya
"Emang bener di?"- tanya temannya yang memiliki wajah yang tirus dan juga memiliki wajah putih berseri
"Iya itu semua bener,gw ngelakuin ini demi kalian bangsat"- jawab Andi
"Emang kenapa?"
"Kenapa lu bilang?mami gw nggak bakalan ngasih gw jajan kalau misalnya gw nggak lanjut sekolah"
"Hahaha"
"Ngapain lu ketawa?ini juga demi elu bangsat,tanpa gw lu pada nggak makan"
"Elah bercanda,ehh btw ada traktiran nggak nih?"
"Yok,mau makan dimana?"
"Wih,pasti abis dikasih uang jajan tuh,gimana kalau kita makan di restoran*******"
"Busyet,lu kalau soal makan maunya ditempat mewah padahal nggak punya uang"- ucap Andi sambil menjitak kepala temannya
"Tau tuh si Roni"
"Tapi nggak papalah yang penting kalian bahagia"- ucap Andi
"Ohhh, leader kita ini baik banget jadi pengen *****"
"***** palak lu peang"
"Si dewa ***** banget bangsat"
"Ngaca dong,muka lu itu pedo banget"- ucap dewa menyindir
"Adeh,kalo kalian berantem terus nggak jadilah kita makan"- ucap Andi
"Ye baperan,cus lah kita berangkat"
-------------------------------------
__ADS_1
Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai diruang makan yang menyediakan bakso
"Mas,mau bakso haram"- teriak Amanda sembari mendudukkan tubuhnya di kursi
"Kok bakso haram sih yang?"- tanya Angga heran
"Disini baksonya halal semua mbak"- teriak Abang baksonya
"Idih masnya gimana sih kalau misalnya nggak jual bakso haram ngapain tulis di depan kios kalau Abang jual semua jenis bakso?"
"Emang saya jual semua jenis bakso mbak,tapi bakso saya itu yang versi halal"
"Adeh,terus ini apa mas?"- ucap Amanda sembari menunjuk gambar bakso beranak yang ada di spanduk depan gerobaknya
"Itu bakso beranak mbak,bukan bakso haram"
"Tapi tetap aja haram,kan dia hamil diluar nalar"
"Capek deh gw"- ucap pasrah Abang bakso
"Pesen 2 porsi yang bang,jangan lama,anak haramnya banyakin"
"Yang,kalau mau pesen itu yang benar dong,masa iyya bakso beranak dibilang bakso haram"
"Terserah gw dong,eh gini ya ada seorang pepatah yang mengatakan 'Pembeli adalah raja'"
"Tapi kalau pembelinya itu elu, bisa-bisanya masnya depresot"- ucap Angga sambil menjitak kepala Amanda
"..........."
"Marah lagi,padahal cuma perkara bakso"
"Gw nggak marah cuma nggak tau mo ngomong apa"
"Oh jadi kek orang bisu ya?"
"Jangan,buang aku ke hatimu aja"- ucap Angga dengan alay sambil memegangi dadanya
"Jiwa jametnya keluar"
"Ini mbak pesenannya,harganya 30 ribu"- ucap Abang bakso sembari meletakkan pesanan Amanda dimeja
"Makasih bang"- ucap Amanda sembari jalan tanpa dosa
"Biar saya yang bayar bang"- ucap Angga yang mengerti perasaan Abang baksonya
"Itu pacar masnya?semoga mas diberi ketabahan"- ucap Abang bakso sembari mengambil uang yang diberikan Angga
"Saya permisi bang"- pamit Angga sembari menyusul Amanda
--------------------------------------
Di restoran********yang terkenal mewah
"Mbak,menunya dong"- teriak dewa
"Ini mas"- ucap mbaknya sambil berlari takut pengunjung nunggu lama
"Mbak nggak usah lari-lari nanti jatuh kan aku yang repot"- goda Roni
"Jangan dengerin mbak"- ucap Andi menengahi pembicaraan mereka
"Kalian semua mau pesen apa?"- tanya pelayan
"Saya hati mbaknya aja"- goda Roni
"Saya pesen steak daging sapi mbak"- ucap dewa
__ADS_1
"Kalau saya pesen steak daging sapi sama salad mbak"- ucap Angga
"Kalau masnya?"- tanya pelayan sambil menunjuk ke arah Roni
"Saya steak daging sapi juga deh mbak"
"Ditunggu"- ucap pelayan itu dengan ramah sembari jalan menuju meja pemesanan
"Gw malas banget sumpah kalau lagi sama Rino"- ucap Angga sambil tersenyum sinis
"Tau tuh si Roni dimana-mana caper"- lanjut dewa
"Apasih lu pada,itu namanya usaha marketing"- timpa Roni dengan bangganya
"Marketing palak lu peang"- ucap Andi yang capek dengan ulah temannya
"Permisi mas"- ucap pelayan sembari meletakkan beberapa pesanan yang tadi mereka pesen
"Mas,mbak yang tadi dimana?"- tanya Roni
"Dia lagi layanin pengunjung yang lain mas"
"Mas,kok ini ada tambahan minuman?"- tanya Andi heran karena mereka sama sekali nggak memesan minuman
"Itu gratis mas, karena kalian semua pelanggan ke 1000"- jelas pelayan
"Busyet,sampai pengunjung pun dihitung"- umpat Andi
"Itu emang tugas kami pak"
"Emang muka saya ini terlihat bapak-bapak?"- tanya Andi
"Sepertinya sih gitu,p-pak"- ucap pelayan sambil menekan kata 'Pak'
"Hahahaha, pak"
"Ahjussi"
"Paman"
"Kalian bayar sendiri"- ucap Angga singkat
"Dia baperan orangnya"- ucap Roni
"........"
"Lu kek cewek sumpah"- ucap dewa yang diikuti dengan sumpah pemuda
"............"
--------------------------------------
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah mewah milik seorang Angga. Dia adalah orang termuda yang memiliki rumah sendiri dari hasil kerja kerasnya sendiri. Dia juga dikenal dengan pemuda yang berhasil mendunia berkat ketampanannya.
Amanda tidak terlalu kaget akan rumah milik Angga karena dia udah sering bertamu di sini,bertamunya juga bukan asal bertamu tapi ada hal penting yang harus dia lakukan dirumah Angga,semoga kalian berpikir positif tentang pasangan yang satu ini.
Setelah melangkah cukup lama dikarenakan rumah Angga yang sangat besar akhirnya mereka sampai diruang makan.
"Ini rumah lu kenapa luas banget sih kan gw jadi capek jalannya,lain kali sediain ojek dong disini"- ucap Amanda sambil ngos-ngosan
"Mana ada ojek dalam rumah Maemunah"- ucap Angga sambil tersenyum kecut
"Tapikan kalo misalnya lu mau ya bisa aja"
"Gw capek sumpah"- ucap Andi sembari naik kelantai 2 mungkin dia ke kamarnya
"Gw ditinggalin gitu?emang akhlakul mines"- umpat Amanda sembari mendudukkan tubuhnya di bangku meja makan yang berlapis emas
__ADS_1
"Ini bangku kalau gw jual bisa nih buat nonton konser para suami"