Daun bunga terakhir

Daun bunga terakhir
Ada apa dengan Dendy dan Brayn


__ADS_3

Sama seperti Della , Dendy berlari dengan cepat ke belakang kampus sambil memegang tangan Aditia


" Ehhhhh ehhhh , tunggu tunggu . Ada apa sihhh ? " tanya Aditia sambil melepaskan pegangan Dendy .


Dendy hanya diam sambil melirik kekiri kanan .


" Heiii , Gue disini broo " Kata Aditia .


Dendy hanya diam tak berkutik .


" Sebenarnya ada apa sih Den , ada masalah sama si Brayn itu ?? " tanya Aditia .


" yahhhh bisa bisa dibilang gituu ! " jawab Dendy .


" Maksudnya ?? gak ngerti gue ! " kata Aditia tidak mengerti .


Sekali lagi Dendy Hanya diam .


" Den , gue itu sahabat elo . Kita itu temenan udah lama ! Ayooo dong , ceritain Ama gue ! Sebenarnya ada masalah apa sihh elo dengan si Brayn ? " tanya Aditia menyakinkan Dendy .


Dendy terdiam sejenak


" Ayolah Den , jangan seperti inilah Ama gue . Kita ini sahabatan , susah senang kita bersama . Apapun masalah elo , gue pasti bantu kok ! " Sekali lagi Aditia menyakinkan Dendy .


" hmmmmmm , sebenarnya gini , Gue dulu Ama Brayn sahabatan . Setiap hari gue Ama dia selalu bersama . Dan bahkan saat SMA pun tak sengaja kita satu sekolah lagi . Awalnya sihh biasa aja . Tapi pas dia gabung ke club basket , gue jadi jarang ketemu Ama Brayn . Bahkan semenjak dia gabung club basket itu , gue gak ngerasa lagi bertemu Ama si Brayn .


Hingga suatu hari pas libur sekolah , gue mengajak Brayn untuk ketemuan di taman . Tapi katanya dia lagi sakit jadi ga bisa . Ya mau gimana lagi ,gue pun memutuskan untuk pergi ke taman sendirian . Dan saat diperjalanan gue lewat sebuah lapangan basket dan betapa terkejutnya gue , Gue liat Brayn lagi bermain basket bareng temen temen club nya .


Lalu gue pun menghampiri nya .


" Brayn " panggil gue .

__ADS_1


Brayn dan temen temen clubnya pun menengok ke arah gue .


" Siapa dia ?? "


" Ganggu aja ! " kata temen temen clubnya Brayn .


" Lo kenal dia Brayn " tanya Jacky salah satu temen clubnya .


" Ya , dia temen gue " Jawab Brayn.


" Woww . menarik nihhh " kata Jacky lagi .


Lalu Jacky pun mendekati Dendy dan mendorongnya dengan keras hingga jatuh kebelakang .


" Heiiiii . kenapa Lo dorong gue ? Apa masalah elo ? " tanya Dendy sambil bangkit lagi ( berdiri ) .


" Hei , dengerin baik baik . Brayn sekarang adalah ketua club basket kita . Dan kita adalah anggotanya sekaligus temen temennya " Kata salah satu anggota club nya ( Dapit ) .


" Lo ga ngerti ya , Sekarang kitalah sahabat barunya Brayn . Dan elo bukan siapa siapanya Brayn . Kata Dapit sambil mendorong Dendy .


" Heiii , gue ga ada urusan Ama kalian ya , gue hanya pengen ketemu Brayn " Kata Dendy menjelaskan .


" Brayn , katakan pada mereka kalo gue itu sahabat Lo " pinta Brayn .


Gue berpikir kalau Brayn akan mengatakan kalo dia sahabatnya . Tetapi , Brayn malah mengatakan yang sebaliknya .


" Ya emang elo sahabat gue . Tapi itu dulu " kata Brayn sambil berjalan mendekati Dendy .


" Apaa " kata Dendy terkejut .


" Sekarang merekalah sahabat sahabat gue . Gimana enggak , Secara mereka kan keren . Gak kayak eloo " Jawab Brayn sambil sedikit mendorong Dendy .

__ADS_1


" Apa , Apa maksud Lo !! " tanya Dendy sambil mendorong Brayn .


" Heiii , kalo ada yang berani macam macam Ama ketua club kita , maka kami tak akan tinggal diam " kata Dapit marah .


" Heiii , sekali lagi ya , gue ga ada urusan Ama elo . Kata Dendy tak bisa menahan emosinya .


" Ooooooo . liat dia . Beraninya menantang kita ya , temen temen hajar dia " perintah Jacky .


Kemudian secara bersamaan , Dendy pun dipukuli dan disiksa dengan kejam oleh teman temannya Brayn . Brayn hanya melihat Dendy dikejauhan yang sedang disiksa oleh teman temannya .


Alhasil , Dendy pun terluka cukup parah hingga tak sadarkan diri .


Dendy pun ditinggalkan sendiri dilapangan basket tersebut .


Kemudian Dendy ditolong oleh seseorang dan langsung dibawa ke rumah sakit . Dan untungnya Dendy masih selamat dan sembuh dengan cepat .


Semenjak kejadian itu , gue pun memutuskan untuk pindah sekolah ke kota lain untuk menjauh dari penghianat ituu ! " Kata Dendy menjelaskan .


" Gue gak nyangka , Brayn mengatakan hal itu . Dan dengan mudahnya memutuskan persahabatan kita " kata Dendy manambahkan .


" Gilla ya dia . Kalo gue jadi elo , gue pun pasti ngelakuin hal yang sama " kata Aditia prihatin .


" Maaf ya , gara gara gue Lo jadi kepikiran lagi soal "


" Ga papa kok " kata Dendy .


Tiba tiba , sebuah bola basket menggelinding ke arah mereka . Dendy pun mengambil bola itu .


" Bola siapa ini " tanya Dendy .


" ITU BOLA GUE " kata seseorang dengan kasar .

__ADS_1


Dendy dan Aditia pun langsung melihat kearah depan dan ternyata didepan mereka sudah berdiri Brayn yang sepertinya tidak mengenal Dendy .


__ADS_2