
Li Tian membawa pasukannya untuk menyergap pasukan musuh yang sudah terpancing keluar dari sarang mereka.
Pasukan Dinasty Kuno yang berjumlah beberapa ratus orang di sebar keluar untuk mencari keberadaan orang yang telah menyerang kota yang mereka jaga.
Sayangnya mereka tidak menyadari kalau itu semua hanyalah jebakan untuk memancing mereka keluar hingga pasukan Dinasty Kuno bisa di bantai tanpa harus melibatkan orang-orang yang tidak bersalah di dalam kota.
Saat ini, Jiang Wu yang bertugas memancing pasukan musuh sudah terkepung dari semua arah.
"Hahaha, seorang tikus tersesat dari Sekte Altar Naga. Kalian yang selalu bersembunyi akhirnya menampakkan diri tapi pada akhirnya hanya akan menjadi gumpalan daging yang di makan serangga." Yu Hai yang merupakan pemimpin pasukan Dinasty Kuno di kota tersebut menertawakan Jiang Wu.
"Begitukah? Aku rasa kalianlah yang akan menjadi daging yang di makan serangga." Jiang Wu masih tetap tenang.
"Hm, kematian sudah di depan mata mu saja kau masih bisa sombong!" Yu Hai memberi kode dengan tangannya. "Tangkap dia untuk kita interogasi, kita bisa mendapatkan letak persembunyian Sekte Altar Naga nanti."
Para bawahan Yu Hai langsung melesat menyerang Jiang Wu.
"Heheh, sayang sekali bantuan ku sudah datang."
Sosok Li Tian muncul di samping Jiang Wu, melakukan satu tebasan memutar membentuk bulat sempurna, mengeluarkan gelombang tebasan berbentuk cincin yang melebar, memotong semua musuh yang terjangkau.
"Kerja bagus Jiang Wu, kau sudah berhasil memancing mereka."
"Kau.." Yu Hai dan yang lainnya terkejut melihat keberadaan Li Tian. "Seorang kultivator tingkat Nirwana. Gawat, kita tidak bisa menghadapinya, cepat lari!"
__ADS_1
Yu Hai yang merupakan kultivator terkuat di antara mereka hanya berada di tingkat Transcendent jadi tidak mungkin mereka bisa menghadapi Li Tian yang merupakan tingkat Nirwana bahkan dengan jumlah mereka yang banyak.
Saat pasukan Dinasty Kuno berbalik, berniat melarikan diri, mereka terdiam melihat begitu banyak kultivator mengepung mereka. Melihat dari jubahnya, jelas sekali pasukan itu berasal dari Sekte Altar Naga.
Mereka sudah terkepung sepenuhnya. Kini tidak ada jalan untuk mereka melarikan diri.
"Senior Yu, apa yang harus kita lakukan? Jumlah mereka lebih banyak, selain itu ada kultivator tingkat Nirwana di pihak mereka."
"Apakah kita harus melawan mereka atau menyerah saja?"
Para bawahan Yu Hai mulai panik.
"Menyerah? Kau pikir mereka akan membiarkan kita hidup dengan menyerah? Jika kita memang sudah di pastikan mati, setidaknya kita bawah sebanyak mungkin musuh untuk ikut bersama kita!" Yu Hai berusaha meningkatkan moral pasukannya, ia pun mengeluarkan senjata, bersiap untuk melakukan pertarungan.
"Aku paham, kalian bisa melampiaskan amarah sesuka hati kalian." Li Tian hanya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan, ia paham apa yang di pikirkan Jiang Wu.
"Terima kasih Senior Li Tian telah memberi kami kesempatan." Jiang Wu menangkupkan tangannya. "Baiklah semuanya! Serang!"
Teriakan Jiang Wu menandakan jika perang di mulai. Pasukan Sekte Altar Naga langsung mengeluarkan senjata masing-masing lalu bergerak menyerang pasukan musuh. Hal yang sama di lakukan oleh pasukan Dinasty Kuno.
Pertarungan besar pun berlangsung. Sementara semua orang sedang bertarung, Li Tian hanya diam di tempat, menonton pertarungan mereka dengan santai.
Tapi bukan berarti ia tidak melakukan apa-apa. Ia terus mengawasi pertarungan dengan saksama, jika ada dari pasukannya yang akan terkena serangan fatal, Li tian akan mengeluarkan gelombang energi tipis untung melindungi pasukannya.
__ADS_1
Sementara untuk serangan yang memiliki potensi kecil untuk membunuh, Li Tian membiarkannya saja. Ini agar meningkatkan gairah pertarungan pasukannya untuk membalas dendam.
Jiang Wu sendiri hanya menghadapi Yu Hai. Ia sengaja membawa musuhnya cukup jauh dari pria itu karena ia memiliki urusan pribadi dengannya.
Jiang Wu memiliki seorang adik yang di bunuh oleh Yu Hai. Ia sangat mengingat saat-saat adiknya terbunuh telat di depan matanya beberapa tahun lalu.
Sebenarnya Jiang Wu juga yang menyarankan untuk menyerang kota ini terlebih dahulu karena ia mengetahui kalau Yu Hai bertugas di sini. Jadi ia bisa langsung membalaskan dendamnya.
Pertarungan keduanya berlangsung sengit tapi sangat jelas terlihat kalau Jiang Wu lebih mendominasi.
Setiap serangan Yu Hai dapat Jiang Wu tahan atau pun dia tangkis. Sementara sebaliknya, Yu Hai selalu kesulitan menahan serangan Jiang Wu yang di penuhi amarah dan rasa dendam.
Dalam satu kesempatan, Jiang Wu berhasil menebas pundak Yu Hai hingga keseluruhan lengan kanannya terlepas.
"Aaarrrkkk!" Yu Hai berteriak kesakitan.
Tanpa membuang waktu, Jiang Wu memasukkan mata pedangnya ke dalam mulut Yu Hai yang terbuka lebar, membuatnya jatuh ke tanah.
"Kau sebelumnya menggunakan cara ini untuk membunuh adik ku, jadi akan aku buat kau merasakannya juga. Tapi akan aku pastikan kau merasakan sesuatu yang lebih mengerikan lagi." Seolah jiwa psikopat Jiang Wu bangkit, ia menciptakan sebuah pedang lagi dengan energi Qi lalu menebas salah satu lengan Yu Hai.
Jiang Wu menginjak kepala Yu Hai agar tidak.bisa bergerak jadi hanya tubuhnya saja yang berontak karena kesakitan. Jika ia membiarkan kepala Yu bergerak maka pedang yang ada di dalam mulutnya akan menyobek tenggorokannya, memungkinkannya lebih cepat tewas.
Dendam Jiang Wu tidak akan puas jika hanya menebas kedua lengan Yu Hai.
__ADS_1
"Tenang saja, ini baru saja permulaan."