Dendam Kesumat Presdir Dingin

Dendam Kesumat Presdir Dingin
BAB 5


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu saat ini nona " tanya Liu pada Dellara


" Usah mendingan, cuman masih agak pusing"


" terimakasih tuan telah menolong saya, saya tidak tahu apa jadinya jika tidak ada tuan saat itu. " kata Dellara dengan memberikan senyum tulus kepada Liu


"Iya sama sama nona " jawab Liu datar, beda halnya dengan jantungnya saat ini sedang berpacu cepat karena senyuman Dellara.


"tuan " panggil Dellara.


"Hmm"


"apakah saya harus tetap dirawat tuan " tanya Dellara " saya khawatir mama saya pasti cemas saya belum pulang, sedangkan malam sudah larut " kata Dellara.


"Kalau mau pulang sekarang ,nona sudah bisa pulang karena tadi dokter telah memberitahukan kuda saya. " kata Loh.


"ayo pulang sekarang! "ajak Liu.


"tapi,,,,, "


"Biaya rumah sakitnya jangan jangan khawatir sudah saya bayar" ucapan Dellara dipotong oleh Liu. sepertinya Loh bisa menebak apa yang di fikirkan oleh Dellara.


"sekali lagi terimakasih tuan " ucap Selara tulus.


tidak usah berterimakasih terus, ayo pulang sekarang saya antar" ucap Liu dingin.


Di dalam mobil suana Hening tercipta karena tidak ada yang ingin memulai percakapan. Selara tidak tahan dengan keheningan tersebut mencoba untuk memulai percakapan guna mencairkan suasana.


"Tuan,, "


"Hmmm,,,, "


"Bisa tuan berikan nomor rekening tuan biar saya bisa menggantikan uang tuan yang tuan gunakan untuk pengobatan saya tadi. "kata Dellara.


"Tidak usah diganti tidak banyak kok" kata Liu.


"Tapi saya tidak enak dengan tuan "kata Dellara.


"Baiklah tapi saya tidak ingin diganti dengan uang, tapi dengan yang lain misalnya. karena saya sudah punya banyak uang "kata Liu.

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana tuan " tanya Dellara.


"sebagai gantinya kamu harus mau jadi teman saya, dan mau ketika saya ajak buat ketemuan." Jelas Liu. itu adalah cara Liu untuk mendekati Dellara, karena hanya sisa benar-benar jatuh cinta terhadap Dellara.


"Tapi saya belum mengenal anda tuan " kata Dellara.


"Baiklah perkenalkan dulu dirimu saya juga tidak tahu siapa nama kamu dan catat nomor ponsel. "kata Liu sambil menyerahkan ponselnya pada Dellara. Dengan ragu Dellara mengambil ponsel dari tangan Liu,ketika hendak memasukkan nomor ponselnya Dellara baru ingat bahwa ponselnya tidak ada bersamanya karena sudah hilang diambil sama preman-preman yang mengambil paksa motor dan tasnya.


"Maaf tuan tapi ponsel saya sudah hilang "kata Dellara sembari mengembalikan ponsel Liu.


"Hmm,,,, baiklah ambil ini "Loh menyerahkan nama card nya kepada Dellara. " Jangan lupa hubungi saya setelah beli ponsel nanti, sekarang perkenalkan dirimu "kata Liu.


"Nama saya Dellara Hua tuan " kata Dellara.


"Nama yang bagus cantik kayak orangnya" Bathin Liu.


"Baik, nama saya Wei Min Liu "kata Liu kemudian.


"Oohh,,,, HAAH APA W-E-I M-I -N L-I-U "kata Dellara setengah berteriak karena terkejut apakah dia sedang bermimpi sebab orang disebelahnya saat ini adalah presdir dari perusahaan NanoTechno Company,dia tidak mengenal wajah Liu sebelumnya cuma dia mengetahui namnya saja.


"Iya Dellara nama saya Wei Min Liu. Apa ada yang salah dengan nama saya Dellara " kata Liu lembut, jauh seperti sikapnya terhadap musuh yang dingin dan menusuk tapi tidak untuk Dellara orang yang dicintainya.


AWW,,,


Dellara meringis kesakitan, Liu yang melihat Dellara hany tersenyum manis, karena ia juga baru sadar bahwa Dellara tidak mengenal wajahnya, tidak seperti wanita lain ketika melihat dia seperti orang kerasukan melongo setelah itu menjerit-jerit.


"Kenapa? kamu pikir ini mimpi; ini nyata Della kalau gak percayacoba sini peluk aku nyata apa mimpi. " kata Loh dengan kerlingan menggoda.


"Iisshh siapa juga yang mimpi "kata Dellara ketus dan membuang muka kerah samping kini pipinya sudah kayak kepiting rebus."tapi maaf tuan saya tidak bisa berteman dengan anda " kata Dellara.


"kenapa tidak bisa, apakah saya pria yang buruk " kata Liu ketus pura-pura tersinggung karena ia tahu bahwa Dellara bukan orang yang haus akan harta dan kekuasaan.


"Bukan begitu tuan, tapi anda tidak pantas berteman dengan saya yang status sosialnya rendah seperti saya ini tuan. " kata Dellara.


"kenapa bisa? Apakah syarat berteman harus dengan status sosial yang setara dan n kasta yang sama? " taya Liu pada Dellara.


"Iya tuan, bahkan saya sering melihat orang-orang kaya tidak mau berteman dengan orang miskin yang status sosialnya rendah bahkan sekedar tersenyum pun enggan. " jelas Dellara.


"kamu salah, saya bukan orang yang seperti itu. saya tidak memilih teman dengan status sosial tinggi. Saya memilih teman yang bukan hanya mau berteman disaat saya kaya saja tapi dikala saya miskin dia tetap akan berteman dan tidak meninggalkan saya. Dan itu adalah kamu salah satunya orang yang mau berteman dalam hal keadaan apaun baik suka maupun duka saya bisa melihat itu dari kamu, kamu orang tulus dalam segala hal. Kamu mau kan berteman dengan saya. " kata Liu.

__ADS_1


"Tapi tuan bagaimana dengan orang tua dan istri anda tuan saya tidak ingin disebut pelajar oleh kekasih anda tuan, dan apakah mereka tidak masalah jika kita berteman? " tanya Dellara.


"Tentu saja tidak karena orang tuan saya sudah gak ada kalau kekasih saya tidak punya karena saya tidak pernah pacaran."jelas Liu.


"Bagaimana bisalan kita berteman pacar kamu nggak marahkan kalau kita berteman. "tanya Liu memastikan bahwa Dellara juga tidak punya pacar.


"Saya tidak pernah pacaran tuan " jawab Dellara


"Bagus dong berarti nggak ada yang marah, Bagaimana? " kata Liu.


"mmm baliklah tapi saya harus memanggil anda apa? "tanya Dellara. Dia benar benar tidak tahu harus memanggil Liu dengan nama apa Wei kah, Min atau Liu mungkin.


"Terserah kamu saja saya tidak masalah bukankah kita teman " kata Liu.


"Baiklah, kalau gitu bagaimana kalau kamu aku panggil kakak Min, boleh kan ?" tanya Dellara pada Linu seraya menaik turunkan kening.


"Kenapa harus memanggil aku dengan sebutan kakak kenapa tidak nama langsung "tanya Liu balik.


"karena kamu lebih tua dari saya ,saya masih muda loh baru 20 tahun, kamu sepertinya sebaya deh sama Kak Chaire kakak saya " kata Dellara.


"Baik itu kedengarannya bagus" ucap Liu senang karena Dellara memanggilnya dengan nama yang tidak pernah dipanggil oleh orang lain. menurut Liu itu panggilan spesial Dellara untuk nya.


Liu hanya bisa melongo wanita yang dicintainya ternyata masih sangat muda berbeda dengannya yang sudah hampir 30 tahun. Ya, saat ini umur Loh sudah 27 tahun dan sebentar lagi akan ulang tahun ke 28.


"Baiklah tidak masalah yang penting kamu nyaman " kata Liu yang berusaha bersikap lembut dan hangat pada Dellara.


Tidak terasa kini mereka sudah sampai di depan rumah Dellara. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang sekitar 50 menit dari rumah sakit ke rumah Dellara. Di depan rumah, mama Yuni, kak Chaire dan Luna yang sedari tadi sudah menunggu Dellara pulang.


"Dellara,,,,


jangan lupa


vote


Like


and


Coment,,,

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2