Desa Syetan

Desa Syetan
Episode 1 - Desa aneh


__ADS_3

Jam 19.30 ada sebuah gadis yang bernama vania sekarang keluarga vania sedang berkumpul entah kenapa biasanya tidak seperti ini. vania mempunyai adek bernama aska ia masih umur 8 tahun ya dia masih kecil sedang kan vania umur 19thn.


" ada apa ayah? " tanya ibu. ayah hanya diam dengan melihat sekitar desa. " maafkan ayah " ujar ayah sambil menoleh ke vania dan aska " maaf kenapa yah? " tanya vania. ayah lansung terdiam lagi sambil melihat sekitar desa lagi. "ayah.... " ucapan ayah tidak diteruskan entah kenapa ayah seperti sedih.... aska lansung menghampiri ayah, " ayah kenapa? " tanya aska sambil memegang tangan ayah. " kita... akan meninggalkan desa ini " ucap ayah " untuk apa yah?! " ujar ibu ayah terdiam satu per satu air mata ayah turun. " ayah jangan nangis, ayah kan laki jangan nangis ya " bujuk aska sambil tersenyum ayah tersenyum lansung mengusapkan air matanya lalu ayah menoleh ke muka ibu " ayah ada pekerjaan disana " ucap ayah tersenyum ibu lansung terdiam " memangnya kita akan kemana yah? " tanya Vania sambil melihat map di handphonenya " kita akan ke desa melati " jawab ayah sambil mengelus rambut aska aku lansung mencari desa melati :

__ADS_1



dari fotonya menyeramkan apalagi rumahnya vania menelan liur nya karena melihat dari fotonya yang menyeramkan

__ADS_1


Apa kita Kesana? tanya vania didalam hati


keesokan harinya, keluarga vania memasuki mobil saat jam 04.30 sekarang mereka sudah sampai saat jam 13.55 panjang juga ya? " huft...... " vania mengembuskan nafasnya. tiba tiba ada orang mendatangi mereka " permisi " ucap orang itu " kalian kenapa kesini? " tanya orang itu " kami kesini untuk pindah rumah " ucap ayah keluar dari belakang mobil membawa koper vania, ibu, aska, dan punya ayah sendiri " apa?! pindah kesini?! " ucap orang itu terkaget " iya, kami pindah ke sini " ucap ibu " kalian belum tau soal desa ini? " tanya orang itu kami semua menggeleng kepala. bapak itu menceritakan kisah dulu desa ini

__ADS_1


selesai menceritakan.... " pfft- pak tolong jangan cerita ngarang ya " ucap ayah dengan nada ketawa. bapak itu menggeleng " yaudah jika kalian tidak percaya, saya hanya kasih tau " ucap bapak itu sambil meninggalkan kita. " apa sih bapak itu, gak jelas " ucap ayah lalu mereka mencari rumah yang dijual. beberapa menit kemudian " ayah udah belum? capek nih " ucap aska, " iya nih yah, desa nya juga serem " ucap vania dukung ucapan aska. lalu ada rumah yang keliatan serem tetapi itu dijual. " bagus, ada rumah yang dijual " ucap ayah tersenyum, lalu mereka menghampiri rumah itu. ya memang rumah itu menyeramkan tiba tiba ada seseorang dibelakang vania dan aska. dia menepuk punggung tangan vania dan aska " Ahhh!!!! " teriak vania dan aska, lalu ayah dan ibu tertawa huh begitu kesal diketawain oleh Ortu sendiri! " itu hanya kakek kakek nak " ucap ibu, lalu vania dan aska menoleh ke belakang ya ternyata seseorang kakek kakek " kalian ngapain kesini? " tanya kakek Itu, " kami ingin beli rumah ini kek " jawab ayah, " oh mau beli toh, tumben ada yang mau beli biasanya dihadang ama pak eko desa sebelah " ucap kakek itu, "yang rambut kuning, pendek? " tanya ayah, " iya " jawab kakek itu. ayah menggeleng kepala nya " memang ya kek, jaman sekarang memang beda, untung saja tadi nolak halangan nya " ucap ayah. kakek itu tersenyum " sekarang rumah ini punya kalian Gratis! " ucap kakek itu.


aneh rumah banyak gini gk ada yang mau lalu kenapa gratis? apa ini rezeki keluarga ku? tanya vania di dalam hati

__ADS_1


__ADS_2