
Rafi sangat senang sekali, dia sudah seperti artis-artis saja yang selalu di keroyoti para fans-fans.
"Rafi ...Rafi..." teriak beberapa orang wanita mengejar Rafi saat ia pulang sekolah bersama chelsy kakak nya.
"Rafi tunggu !"
"eeh..."
"iya ada apa ?" tanya Rafi lagi, sambil tersenyum manis.
"Rafi, kami ingin memberikan ini untuk mu !" ucap seorang wanita sambil memberi kan sebuah kotak yang berbalut kertas kado berbentuk hati.
"apa ini ?" sambung chelsy bingung.
"ini hadiah dari kami untuk mu Rafi..." ucap wanita itu lagi dengan wajah memerah seperti tomat hingga berlari menjauhi Rafi dan juga chelsy karena malu.
"apa-apaan ini !" seru chelsy menatap adik nya, namun hanya di balas dengan senyuman lirih oleh adik nya Rafi.
***
Di tempat lain terlihat seorang wanita cantik yang sekarang menjadi wanita pemegang rekor no 1 di sekolah itu dan pemegang predikat sebagai primadona sekolah, sedang berdiri di hadapan kaca, tengah memuja kecantikan nya yang bak bidadari sekarang itu.
"Puti, kamu lihat kan sekarang aku sudah sangat cantik, bahkan sekarang aku telah memiliki begitu banyak teman." ujar nya kepada seekor kucing putih yang selalu setia menemani nya.
Meooon
"aku senang sekali Puti, aku sudah tidak di buli lagi, bahkan tidak ada yang berani mengolok-olok ku lagi." tambah nya dengan senyuman bahagia.
__ADS_1
PRAK
Tiba-tiba suara keras benturan terdengar di dalam kamar nya itu, dengan di ikuti padang nya lampu di dalam kamar nya.
ahhhhh...
Meooon meooon meooon...
Kucing yang bernama Puti selalu mengeong, bahkan mencakar tangan pemilik nya yang sedang menggendong nya.
"Aw, Puti apa yang kamu lakukan ?" teriak deliva kencang hingga kucing itu pergi menjauhi wanita yang bernama deliva itu.
meooon meooon meooon meooon meooon meooon meooon meooon
"Puti, ada apa dengan mu ?" ucap deliva bingung sambil berjalan perlahan kearah kucing nya dengan sedikit pencahayaan.
"aneh, kenapa di luar lampu nya hidup semua ! kenapa hanya di kamar ku saja yang padam ?" lirih nya bingung dengan melirik kearah jendela yang terlihat di mana-mana lampu menyala terang, deliva pun mendekati Puti dan meraih tubuh Puti yang hendak keluar kamar, namun kamar itu dalam posisi terkunci hingga kucing itu tidak bisa pergi kemanapun.
Deliva berusaha menghidupkan kembali skala lampu nya, namun tetap tidak bisa menyala seperti biasanya.
"ada apa ini !" lirih nya bingung dengan peluh yang mulai bercucuran, sebab di sela ia berusaha menghidupkan lampu, ia mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat kearah nya.
"hidup dong... ceklek ceklek ceklek... ahhhhh...."
"siapa ?" teriak nya, karena langkah kaki itu terdengar semakin mendekat kearah nya.
"pasti bukan ibu dan ayah, sebab ibu dan ayah masih kerja jam segini di rumah majikan mereka." ujar deliva sambil mengingat jam berapa waktu yang tepat ibu dan ayah nya pulang kerja sebagai seorang pembantu.
__ADS_1
BRAK
Pintu kamar nya pun terbuka lebar, seperti di dobrak oleh seseorang dari arah luar.
Angin berhembus kencang menerpa semua perabotan yang berada di kamar dan di luar kamar itu, semua bertebarangan deliva sangat panik dan takut.
meooon meooon meooon meooon meooon meooon meooon meooon
Puti berusa pergi dari dekapan tubuh deliva yang semakin erat memeluk nya, deliva sangat takut jika Puti harus pergi meninggalkan nya, meskipun tangan nya sudah penuh dengan cakaran dari Puti sang kucing putih yang seperti sedang merasakan hal berbahaya yang akan menghampiri mereka.
HAHAHAHA HAHAHAHA HAHAHA HAHAHA...
Suara tawa bergema keras tiba-tiba, deliva sangat panik dan sangat takut.
"aah apa jangan-jangan itu adalah ?" belum sempat deliva menyelesaikan ucapan nya, tiba-tiba muncul seorang makhluk hitam dari kegelapan dengan rambut tergerai panjang dengan tubuh hitam pekat hingga hanya tersorot warna mata merah menyala nya saja.
HAHAHAHA HAHAHAHA HAHAHAHA HAHAHA HAHAHA HAHAHA HAHAHA
"siapa kamu..." ujar deliva penuh ketakutan.
"hahaha, apa teman-teman mu iri dengan wajah cantik yang aku berikan itu untuk mu..." ujar makhluk itu seketika dengan suara berat nya khas suara lelaki.
"i-iya..." lirih deliva sambil mengangguk kan kepala nya.
HAHAHAHA HAHAHAHA HAHAHAHA HAHAHA HAHAHA HAHAHA HAHAHA
Makhluk hitam itu tertawa lagi, tawa yang sangat mengerikan, hingga membuat semua bulu roma pun ingin ikut serta terlepas rasa nya dari kulit.
__ADS_1
"HAHAHAHA, bagus lah..." ujar makhluk itu lagi sambil mendekatkan diri kearah deliva yang sedang menggendong Puti dan langsung saja menyambar tubuh Puti, sang kucing putih dan menghilang dari pandangan mata deliva.
"aah Puti,Puti...Puti....! kemana kamu bawa Puti..." teriak deliva bergema sebab kucing kesayangan nya telah di bawa pergi oleh makhluk hitam mengerikan itu.