DETEKTIF DUNIA LAIN

DETEKTIF DUNIA LAIN
22. Berwajah keriput


__ADS_3

"Rafi, ayo kita berangkat !" ajak chelsy sambil mengenakan sepatu sekolah nya.


"iya, ayo..." jawab Rafi sambil berjalan mendekati kakak nya.


"Rafi !" tutur chelsy seketika kaget, sebab tubuh Rafi berserta wajah nya sudah kurus kering saat ini, apalagi wajah nya yang penuh dengan keriput membuat Chelsy semakin tidak mengenali adik nya lagi.


"Rafi ada apa dengan mu ?" tanya chelsy sambil memperlihatkan sekujur tubuh adik nya yang sangat menyedihkan.


"ada apa kak ? apa kakak juga terpesona dengan penampilan ku ?" tanya Rafi sombong.


"Rafi, ini sudah tidak benar dek, ada apa mu ? kenapa kamu jadi seperti ini ?" tanya chelsy sambil menatap tajam kearah adiknya.


"Rafi, jangan bilang kalau kamu juga melakukan ritual seperti yang di kata kan oleh rehan tempo hari ?" tanya chelsy lagi, sebab saat ini booming sekali terjadi hal seperti itu di kalangan anak-anak remaja, bahkan banyak teman sekolah nya yang juga melakukan hal tersebut semenjak pemilihan anggota seni di sekolah.


"apaansih kak ! sirik aja..." ucap rafi sambil pergi meninggalkan kakak nya yang masih berada di dalam kamar.


saat keluar tanpa sengaja Rafi berpapasan dengan orang tua nya yang hendak memanggil mereka untuk melakukan sarapan pagi, namun seperti hal nya chelsy, mama Wati dan papa Adi juga kaget saat mendapati tubuh anak lelaki mereka yang berubah dalam waktu semalam.


"Rafi ada apa dengan mu ?" tanya papa Adi khawatir.


"Rafi apa kamu sakit nak ?" tanya mama Wati lagi.


"nak ada dengan tubuh mu beserta wajah mu, kamu terlihat tua dari usia mu nak ? apa kamu mengalami penyakit serius ?" tambah mama Wati lagi namun Rafi hanya diam tanpa menjawab apapun.


"Rafi, ayo kita ke rumah sakit, papa antar kan yah nak ? papa takut kamu mengalami sakit serius nak ?" tambah papa Adi sedikit memaksa.


"iya Rafi, ayo nak ! mama juga akan libur kerja hari ini, mama akan ikut temani kamu ke rumah sakit nak." tambah mama Wati.

__ADS_1


"tidak ma, pa, aku tidak sakit ! kalau mama mau kerja sana pergi." ucap Rafi sambil berjalan pergi namun secepat mungkin di cegah oleh papa nya.


"ada apa dengan mu nak ? ayo kita ke rumah sakit, mama sama papa khawatir terhadap kondisi mu nak !" teriak papa Adi sambil mencegah kepergian anak nya, namun Rafi malah menarik pergelangan tangan nya kasar dengan tatapan tajam nya dia melototi kedua orang nya.


"jangan ikut campur urusan ku..." ujar nya sambil berjalan keluar rumah dan membanting keras pintu kamar mereka.


"ada apa dengan Rafi pa ?" tanya mama Wati khawatir dengan sikap anak lelaki nya itu.


Tak berselang lama chelsy pun keluar kamar, dia pun memandang kedua orang tua nya dan seperti nya akan ada banyak pertanyaan untuk diri nya tentang adik nya itu, namun dengan sekejap chelsy langsung menenangkan orang tua nya bahwa tidak akan terjadi apapun terhadap adik nya itu.


"ma, pa, chelsy janji akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi terhadap Rafi..." lirih chelsy sambil melangkah pergi, sebelum orang tua nya menanyakan banyak hal kepada nya yang sama bingung nya seperti orang tua nya itu.


Chelsy melangkahi anak tangga satu persatu, hingga dia berniat untuk bertemu dengan raja terlebih dahulu untuk menanyakan tentang Rafi, sebelum dia ke sekolah.


Dan beruntung nya raja masih berada di lantai dua saat ini hingga tidak sulit chelsy untuk menemui nya.


"apa kamu tau apa yang menimpa adik ku Rafi ?" tanya chelsy seketika sambil mendekat kearah raja.


"iyap..." lirih raja sambil memakan satu persatu permen nya.


"apa yang sebenarnya terjadi terhadap adik ku ?" tanya chelsy serius sambil menatap lekat kearah raja.


"Adi mu tempo hari menemui ku untuk dapat mengabulkan permintaan nya, dan seperti yang telah aku jelas kan, aku akan membantu kalian jika kalian berhasil membebaskan arwah penasaran yang masih bergentayangan di dunia manusia, namun adik mu tidak bisa melakukan nya, hingga dia memilih jalan yang salah, yang akan mendatangkan petaka." jelas raja sambil terus menerus memakan permen nya satu persatu.


"maksud nya, adik ku benar melakukan ritual !" tanya chelsy lagi.


"seperti yang kau katakan, iya memang benar." jelas raja lagi.

__ADS_1


"apa !" chelsy sangat kaget kala mendapati kenyataan nya, sebab adik nya hanya lah anak yang imut dan baik menurut nya dan tidak mungkin dia melakukan hal itu.


"dan apa kau tau konsekuensinya jika dia melakukan itu ?" tutur raja lagi namun di balas gelengan kepala oleh chelsy.


"hmm pasti ada sesuatu yang di inginkan oleh dia yang melakukan perjanjian dengan adik mu itu, sehingga mereka mengabulkan permintaan nya." tambah raja lagi.


"maksud nya ?" lirih chelsy bingung.


"aku belum tahu pasti, yang jelas tidak ada yang gratis di dunia ini, bukan..." tambah nya tersenyum lirih hingga membuat Chelsy tambah bingung.


***


Di sekolah chelsy tidak bisa fokus, sebab pikiran nya hanya tertuju terhadap kondisi adik nya yang makin hari, makin mengkhawatirkan, apa lagi penampilan nya yang terlihat tua dengan wajah yang penuh dengan keriputan.


"kamu lagi memikirkan apa ?" tanya rehan melirik chelsy yang tidak fokus saat guru menerangkan pelajaran di depan mereka.


"hmm aku mengkhawatirkan adik ku..." ucap chelsy dengan ekspresi menyedihkan.


"ouh adik mu..."


"hmm dengar-dengar adik mu di buli tau tadi pagi." jelas rehan sambil menatap kearah guru yang menerangkan pelajaran.


"maksud nya ?" tanya chelsy kaget.


"iya, kata nya adik mu seperti kakek-kakek saja dengan wajah nya yang penuh keriputan." tambah Rehan lagi, hingga membuat Chelsy terbelalak mendengar nya.


"iya, bahkan nur wajah adik mu perlahan memudar..." sela Ririn yang ternya juga ikut mendengar kan percakapan chelsy dan juga rehan.

__ADS_1


__ADS_2