DEVIL BOYZ 3 : NEXT BATTLE

DEVIL BOYZ 3 : NEXT BATTLE
Episode 13 : Tirai Sihir


__ADS_3

Sabtu pagi itu, hari sangat cerah. Angin bertiup sepoi sepi mengiringi perjalanan Jacky CS. Level berikutnya adalah melawan Geng Penyihir Merah yang terkenal sakti.


Mobil yang ditumpangi mereka melaju melintasi daerah sepi sekitar sekolah.


Tiba tiba....


Ratusan burung merpati mengerubungi mobil terutama pandangan Joe yang menyetir...


CITTTTT


Joe menghentikan mobilnya.


" Anjrit ada apa ini??? " serunya.


Mereka keluar dari mobil dengan cepat.


Muncul dari kerumunan merpati itu, seorang pria berjas hitam dan bertopi pesulap memandang mereka dengan penuh aura misterius.


Dia berkata pada mereka " Hallo adik adik, selamat datang di pertunjukanku ".


Jacky menoleh pada teman2nya " Lho, sopo iki? ".


" Deddy Corbusar? Damian? " seru Jordie.


" Siapa loe? Kok hadang jalan kita? " tanya Jacky bingung.


" Adik adik, Aku Amar si Pesulap. Hendak berbagi magic dengan kalian! ".


Amar si pesulap mengambil Topi nya lalu dengan ajaib, mengeluarkan Kelinci monster dari dalamnya.


" Abrakadabra....hotmasableng!!! ".


Kelinci itu menggandakan tubuhnya menjadi 10 kelinci monster yang langsung menyerang para anggota Devil Boyz...


" Awas gaes!!! " teriak Joe


Jacky menghimpun ilmunya lalu menyerang puluhan kelinci itu dengan Jurus manutranya....


CAHAYA API MANUTRA


BUSSHHHH


Kelinci kelinci monster itu hangus terbakar.


" Anjay, monster mini yang auto ngeri " seru Jerry ketakutan.


Amar tertawa dan mengambil setumpuk kartu dari jasnya " Gini saja, aku tahu kalian lagi sibuk! Jika bisa menang adu besar-kecil dariku. Aku akan pergi ".


" Ah resek loe, oke kita jabanin " jawab Joe gusar.


Amar menyodorkan kartu ke Joe " Ayo pilih satu kartu ".


Joe merenung sejenak, lalu mengambil salah satu kartu dengan was was.


" Oke, giliranku mengambil kartu " kata Amar si pesulap.


Joe melihat kartunya " As Sekop ".


Amar berseru dengan tenang " Oke, kartu gua As keriting. Gua ngaku kalah. Tapi ingat, kita kan jumpa lagi di waktu yang tentunya tidak dapat terduga ha ha ".


Pesulap itu tiba tiba menghilang bersamaan ratusan merpati yang mengelilinginya.


Sebuah pemandangan yang aneh.


Geng Devil Boyz bengong memandangnya pergi...


" What A Weird Guy " keluh Joe.


" Kuy, kita cabut! " seru Jacky.


Geng Devil Boyz akhirnya sampai halaman sekolah. Disana sudah menunggu Dinda Witch yang merupakan anak buah dari Moonie.


" Lama amat loe semua! " bentak Dinda.


" Sori tadi ada halangan " jawab Jacky


" Pertarungan akan diadakan di Aula Tua di belakang sekolah. Persiapkan diri kalian sekarang juga " kata gadis berambut ungu dan berjubah itu.


" Oke Neng, udah siap kita " sahut Jacky.


" Jacky, kok feeling gua ga enak ya? " Jerry menggaruk kepalanya.


" Santai bro, kita pasti bisa menang " Jacky menepuk bahu temannya itu.


" Kuy Cabut! " ajak Joe.


Mereka keluar dari halaman sekolah menuju aula yang terletak di belakang sekolah itu. Tadinya aula itu dipakai untuk latihan drama, namun semenjak ada yang bunuh diri disitu, aula itu kini terbengkalai.


AULA TUA PENYIHIR


Moonie berdiri di pintu aula yang berukirkan awan, bulan dan api itu.


Dia memakai jubah layaknya penyihir di Film horor. Raut mukanya serius namun menyimpan misteri, tak ada yang bisa menebak isi hati gadis 16 tahun itu.


" Jadi loe semua udah siap? Atau perlu ke WC dulu? " tanyanya.


" Kita siap!!! " sahut mereka.


Moonie lalu duduk di depan mereka sambil menggosok bola kristalnya....


" Ada 3 tingkat yang harus kalian lalui sebelum melawan gua, yaitu :


Tingkat 1 : Jembatan Tali


Dimana kalian harus melewati jembatan itu tanpa terjatuh, sekali jatuh maka dianggap kalah. Kalo kalian tersisa satu orang maka bisa melawanku, tapi kalo kalian semua kalah, maka Game Over.


Tingkat 2 : Ruang Sihir


Kalian harus menemukan jalan keluar dari ruangan itu dan waktunya hanya 20 menit.


Tingkat 3 : Aula Sihir


Kalian di tingkat 3 akan langsung melawanku, paham?!"


" Oke neng ".


" Ya udah, masuk aja. Dinda akan antar kalian ke Tingkat Satu ".


Mereka segera mengikuti Dinda ke sebuah pintu besar di dalam ruangan.


TINGKAT SATU : JEMBATAN TALI


Di balik pintu besar itu membentang jembatan yang terbuat dari tali. Di bawahnya api menyala-nyala dan sesekali muncul lahar api panas menyembur.

__ADS_1


Jembatan tali ini memiliki jarak sekitar 200 meter, peraturannya sederhana yaitu dengan melakukan perjalanan,melewati setiap rintangan hingga finish.


" Jika kalian bisa melewati jembatan itu, maka otomatis menang " kata Dinda.


Mereka menyahut " Baik, terimakasih infonya, nona manis ".


Jacky berkata pada teman2nya " Ati ati gaes, kayaknya ada jebakan ".


" Walau ada lahar api, kok gua ngerasa dingin ya? " Jerry menutupi tubuhnya.


" Iya, Kayak di bioskop " tambah Jordie.


" Pssst lihat itu " kata Jacky.


Tampak sebuah lentera melayang dari seberang melewati jembatan itu.


" Siaga Gaes! ".


Dan ternyata benar....


Dari dalam lentera kuno itu menembakkan pijaran api menuju mereka....


" Gunakan ilmu pelindung tubuh! " seru Joe


Maka mereka segera menyalurkan tenaga dalam masing masing dan mengeluarkan ilmu pelindung tubuh.


Joe lalu melompat dan menendang lentera itu dengan Tendangan Penghancur Karang.


BLAMMMMMM


Lentera itu hancur seketika.


" Ayo lanjut jalan " ajak Randy.


Mereka berjalan perlahan melewati papan yang berbunyi seperti sudah reot.


Tiba tiba....


" Waaaaa..... " .


Jordie hampit terjatuh ke bawah, karena papan yang dipijaknya mendadak lenyap.


Tangan jordie berpegangan pada papan yang masih ada. " Pegang tangan gua, jordie! " seru Jerry.


Tapi Jerry sendiri juga mengalami hal yang sama.....


" Waaaaaa gua juga, suek! ".


Jacky dan Joe berusaha sekuat tenaga menarik mereka, tapi seakan ada kekuatan yang mendorong Jordie dan Jerry ke bawah...


" Joe coba loe pakai Telapak Es terus arahkan ke tali yang hilang! " teriak Jacky.


" Woookeeeh ".


Tangan kiri Joe merafal telapak es dan tangan kanannya membantu menarik Jerry dan Jordie.


BUUUUUUSHHH


Bongkahan es menutupi tali jembatan yang putus...


Jerry dan Jordie segera melompat ke bongkahan es itu.


" Fuiiih nyaris saja ! " Jerry bernafas lega.


Dari seberang muncul 4 wanita bercadar mengeluarkan gendewa dan anak panah. Lalu mereka menembakkannya ke arah 4 cowok itu....


" Merunduk!!! " seru Jacky.


Puluhan anak panah berapi menyerang mereka dari berbagai penjuru.


Mereka mencoba menghindari serangan itu dengan merunduk dan berjungkir balik.


" Biar gua serang balik dengan jurus ini. Asem juga ".


Jordie dalam saat kritis itu mengeluarkan jurus Cahaya Api Manutra.


Dari telapaknya keluar bola api berjumlah 7 dan menerpa para pemanah itu.


BUUUUUUSHHH


Terdengar teriakan kesakitan para pemanah itu....


Namun salah satu pemanah melempar dinamit ke arah jembatan.


BOOOOMMM


Jembatan itu meledak....


" Ayo gaes gunakan ringan tubuh! " seru Jacky


Mereka pun melayang ke seberang dengan ilmu ringan tubuh mereka.


Di seberang, Dinda Witch sudah menunggu mereka dengan bertepuk tangan.


" Bagus, kalian sudah bisa melewati jembatan tali. Sekarang silakan ikut gua ke Ruang Sihir.


RUANG SIHIR


Dinda Witch membawa mereka ke lorong gelap yang di kiri kanannya hanya ada lampion kecil sehingga jalanan terlihat redup. Mereka sampai di sebuah pintu yang dihiasi background penyihir peyot.


Dinda berkata sebelum membuka pintu kepada mereka " Selamat datang! Saya punya misi untukmu. Apakah kamu punya kemampuan untuk berhasil melarikan diri dari ruangan terkunci ini? Ada 3 ruang rahasia, kalian harus sampai di ruang ketiga dalam waktu 20 menit. Siap? ".


Jacky berbisik ke Joe " Kata kata dia mirip ma Game Escape Room ya? ".


Joe mengangkat bahu " Maybe ".


" Oke kami siap " jawab Jacky.


Dinda membuka pintu dan menyuruh mereka masuk.


Ruangan pertama adalah sebuah ruangan seperti perpustakaan. Terdiri dari 2 lemari buku besar, 2 meja kecil, lukisan dan kertas berserakan. Tugas mereka adalah mencari pintu berikutnya.


" Buset, kunci belum ketemu. Apalagi pintunya " keluh Jerry.


Jordie memandang lukisan-lukisan itu dimana lukisan pertama adalah foto seorang penyihir kecil, yang kedua adalah telapak seorang laki laki berbulu yang sedang bertumpu dengan telapak lain.


Lukisan ketiga dan keempat hampir sama yaitu gambar bulan bersinar.


Joe mengacak-acak kertas yang berserakan dan dia berseru girang " Nih ada petunjuk gaes! ".


" Apa itu? " tanya mereka.


" Nih kata petunjuknya : untuk menemukan kunci, carilah motivasi keserakahan dan bakarlah. Untuk mencari pintu, carilah simbol sex dalam gerakan isyarat ".

__ADS_1


Semua pada mengeluh " Susah amat ya? Waktu tinggal 15 menit lagi ".


Jacky mengelus dagunya " Motivasi keserakahan adalah Harta, Wanita, Tahta. Tapi di ruangan ini hanya ada.... ".


Mata Jacky tertuju pada selembar uang dolar di atas meja kayu " Coba bakar uang ini! ".


Jordie mengambil korek apinya dan langsung membakar uang itu....


Aneh bin ajaib....


Muncul sebuah kunci emas dari dalamnya.


" Ah... ini dia! " sorak Jacky kegirangan.


" Tinggal, apa itu simbol sex dalam gerakan? " tanya Joe.


" He he, gua ahlinya! Simbol sex dalam gerakan itu adalah kedua telapak saling menumpuk " seru Jordie.


Jerry menunjuk lukisan yang bergambar telapak menumpuk itu....


Mereka mengangkat lukisan itu, dan benar saja ada lubang kunci di balik lukisan itu. Randy memasukkan kunci ke lubang dan....


BREEEETTTTT


Lemari di belakang mereka terbuka dan terlihat pintu masuk menuju ruangan lain.


" Kuy Gaes masuk ke ruangan berikutnya. Cepat!!! " ajak Jerry.


Ruangan Kedua adalah sebuah taman yang indah, dilengkapi air mancur, kolam, patung zeus, dan bunga bunga yang indah.


Terdapat juga sebuah gazebo ala jepang.


" Dimana petunjuknya nih? " ujar Jacky.


" Waktu tinggal 10 menit lagi! " Jordie mulai panik.


Joe melihat air mancur itu begitu tenang, dan di kolam ikan itu banyak ikan berenang. Tapi kok ada ikan yang gak bergerak. Dia langsung mengambil ikan yang ternyata palsu itu.


" Nih di dalam tubuh ikan ini ada kertas petunjuk! " kata Joe.


" Father and Son, Yang Kuat diantara Yunani kuno ".


Semua kebingungan....


" Apa maksudnya itu?? " Jacky menggelengkan kepala.


" Yang kuat diantara Yunani kuno? Hercules dong. Tapi gak ada hal yang berbau Hercules! " celetuk Jerry.


" Father and Son. Berarti berhubungan dengan Ayah Hercules mungkin! " seru Joe


" Itu ada Patung Zeus! Kita otak atik aja patungnya! " ajak Jackym


Joe memeriksa Patung itu, lalu mencoba menggoncangkan patung itu....


Dan....


Gazebo itu bergeser ke kiri dan terdapat lubang besar yang memiliki tangga menuju ke bawah.


" Berhasil!!! Ayo kita turun ke bawah! " sorak mereka.


Dinda Witch menunggu mereka di bawah, dimana terdapat lorong lagi tapi berukuran besar dan panjang.


" Ini ruangan terakhir. Kalian hanya harus melewatinya saja ".


" Baik, siap!! ".


Mereka berempat berjalan menembus kegelapan lorong itu dengan berbekal lentera kecil. Jacky memimpin di depan dengan langkah penuh kewaspadaan.


Ternyata ruangan itu penuh ilusi dan sihir dari geng itu.


Masing masing dari anggota devil boyz memiliki ilusi yang berbeda.


Jacky bertemu Kakaknya yang sudah meninggal, airmatanya mengalir deras....


" Kak Benny? Kau...kau disini? " tanya Jacky dengan terisak.


" Ya aku disini, Jack. Ayo ikut aku ke alam baka " jawab Benny Puma.


Namun, hati kecil Jacky mengatakan tidak mungkin Kakaknya mengajaknya melakukan hal yang aneh seperti itu.


" Kau Pasti Ilusi! Pergilah!!! ".


Jacky menonjok ilusi itu dengan pukulannya....


BYARRRRRRRR


Jacky segera masuk ke pintu keluar.


Joe dragon memiliki ilusi dimana dia bertemu idolanya Dewa Naga.


" Joe? Kau mau jadi muridku? " tanya Dewa Naga.


" Idolaku, tentu saja aku mau. Katakan bagaimana caranya? ".


" Bunuh orang yang bernama Jerry itu! ".


Joe yang mulai terhipnotis segera menyerang Jerry Boo.


Jerry kaget " Hei Joe! Apa-apaan loe? ".


Joe terus menonjok dan menendang jerry, untung Jacky segera membuyarkan ilusi optik itu....


" Joe, sadarlah ini ilusi! ".


Joe segera tersadar dan meminta maaf pada Jerry. " Sori, gua benar benar gak tahu apa yang gua perbuat ".


" It's okay, joe ".


Jacky menunjuk Jordie yang membuka baju dan celananya....


" Lho, kenapa tuh bocah?? ".


Ternyata Jordie berilusi sedang bermain cinta dengan Salah satu bintang porno dari jepang.


" Ayo sini, kita kimochi... he he " kata Jordie sambil merangkul ilusi wanita itu...


" Jordie... sadar! Itu ilusi! " teriak Joe.


Jordie mendengar bentakan itu langsung tersadar dan memakai pakaiannya kembali.


" Gaes ayo keluar, kita menuju Lingkaran api! " ajak Jacky.


Bagaimana pertarungan mereka selanjutnya?

__ADS_1


__ADS_2