
Tiga bulan kemudian
Angel sekarang sudah mulai masuk kuliah,dia menjalani hari harinya dengan bahagia.
dikampus dia mulai mendapat teman baru,tapi meskipun mendapat teman baru dia tak melupakan sahabat lamanya yang selalu menemaninya.
Angel satu ruangan dengan Daniel dan Bram,
hubungan Daniel dan Angel belum ada perubahan.
Daniel pun mulai disibukkan dengan pekerjaan kantor dan kuliah.sehingga dia tak ada waktu untuk mengajak Angel berkencan.
Angel sudah mulai masuk kantor diperusahaan kakeknya, Angel ditempatkan sebagai seketaris kakeknya.Diana pun mengajarkan Angel pekerjaan yang harus ia lakukan sebagai seketaris,setelah diana merasa Angel mampu,Diana dan Angel pun berbagi tugas.
Kakek Agus pun mulai mengajari Angel cara mengelolah perusahaan.Angel juga sering menemani kakeknya meeting dan bertemu klien.
Mia pun mulai merasa cemburu kepada Angel karna kakek mengajari Angel cara mengelola perusahaan dan kakek yang memperkenalkan Angel sebagai calon pengganti masa depan.
Dikediaman pak Agus
Dikamar mia,
''Aku tak bole diam saja,sepertinya sudah waktunya''gumam Mia
''Aku tak boleh membiarkan anak itu menguasai semuanya,aku harus menyingkirkan anak itu''gumam Mia lagi dengan wajah kesal.
Malam pun tiba,
Keluarga Atmaja sudah berkumpul dimeja makan.mereka makan dengan tenang seperti biasanya dan hanya suara sendok yang terdengar.
Setelah selesai makan,mereka berkumpul diruang keluarga,mereka pun berbincang bincang.
''Nikmatilah kebagiaan ini,karna sebentar lagi kamu akan aku singkirkan''gumam Mia dan tersenyum sinis kepada Angel.
Mia tak menyadari kalau kakek Agus memperhatikannya.
''Mia...Miaa''panggil kakek dengan suara berat
''Maaf ..paa..''sahut Mia
''kamu kenapa''
''Ngga kok pa''
kakek pun tersenyum dan tak curiga.
selama tiga bulan ini Mia mulai mengambil hati kedua orang tuanya.
Ditempat lain,
Tempat ini adalah tempat pelarian atau tempat mencari kesenangan sesaat,tak hentiya DJ memainkan musik disko,orang orang dibawahnya pun bergoyang tanpa henti,setiap sudut ada sepasang manusia yang saling bercumbu,
Ada beberapa gadis yang sibuk menjajahkan dirinya.
kelas VIP club
''Ayo minum bro''ucap Bram
''Hemm..''
kamu kenapa Daniel?sepertinya suntuk banget,.ngga biasanya kamu hubungi aku hanya untuk keclub''uca Bram melihat sahabatnya
Pikiran Daniel lagi kacau,karna orang yang berusaha dia lupakan tiba tiba muncul.
''Heyy..kok malah bengong''ucap Bram lagi
''Aku ngga apa Bram''
''Ngga usah bohong,..aku ini udah kenal kamu lama!
Daniel pun meminun minuman dimeja sampai habis,
Bram hanya geleng geleng kepala melihatnya.
''ok,bro kalo memang ngga mau cerita ngga apa apa''ucap Bram sambil meminum minumanya.
Saat mereka sedang minum,gadis gadis panggilan pun masuk.tapi sebelum mereka bersuara menggoda Daniel pun membentak mereka dan menyuruh mereka keluar.
Bram pun tak heran karna memang itu sifat asli sahabatnya.
Mereka berdua minum sampai mabuk,Bram melihat Daniel sudah mabuk berat,sehingga dia menelevon seseorang untuk menjemput mereka.karna kondisi mereka memang tidak bisa menyetir lagi.
Daniel pun tak menceritakan pertemuannya dengan mantan kekasihnya.
Sebenarnya Daniel belum bisa melupakan mantan kekasihnya karna mantannya adalah cinta pertamanya.
cinta pertama memang sulit dilupakan🍁
Flashback
Daniel mengadakan pertemuan dengan kliennya direstoran dimall terbesar dikotanya.
Tiga puluh menit waktunya agar bisa sampai di mall tersebut,karna jarak kantornya tak terlalu jauh dari mall tersebut.
Daniel berjalan dengan sekertaris pribadi ayahnya.
Mereka berjalan beriringan karna mereka sedang mengobrol tentang proyek yang akan mereka jalankan.
__ADS_1
Tiba tiba diperjalanan ada seseorang gadis yang menabraknya, karna berjalan terburu buru.
Daniel pun berhenti dan menatap gadis itu dengan geram,dia belum melihat wajah gadis itu.
Sekertaris yang disampingnya juga terkejut dan menegur gadis itu,yang masih membungkukan kepalanya karna terbentur didada daniel.
''Apa kamu tak punya mata''bentak sekertaris ayahnya yang bernama Albert
Daniel hanya diam karna menahan marah.
''Minta maaf''
Gadis itupun memundurkan langkahnya,dan kaget melihat Daniel yang telah ditabraknya.dia pun hanya bengong dan terdiam.
Daniel pun tak kalah kaget,dan dia menatap gadis itu.
''Hemm''suara berat albet mencoba menyadarkan gadis itu
''Apa kamu bosan hidup''ucap Albert lagi
Gadis itu adalah Flora cinta pertama Daniel sekaligus mantan kekasih Daniel.
Flora pun langsung tersadar.
''Maaf Daniel''ucap Flora
Sekertaris Albert pun kaget ternyata gadis itu mengenal bosnya.
Daniel pun hanya menatapnya.tanpa eksperesi.
padahal jantungnya mulai berdisko.
tapi dia tak mau menyapa Flora.
''Hemm''suara berat Daniel
Flora pun ingin memegang tangan Daniel,dan Daniel menepis tangannya.
''Niel''ucap lirih Flora
''Lebih baik kamu minggir karna saya sibuk''ucap tegas Daniel
''Niel'' ucap Flora
Daniel pun melangkah pergi menjauhi Flora yang masih berdiri tanpa pergerakan.
batin Flora''tampan ''
Flora pun menoleh kebelakang dan hanya menatap punggung Daniel yang perlahan menghilang,karna daniel sudah masuk direstoran tempat dia bertemu kliennya.
Meskipun pikirannya kacau karna pertemuan dengan flora ,dia tetap berusaha fokus karna dia tak mau mencampur adukan pekerjaannya dan masalah pribadinya.
Setelah dari pertemuannya Daniel pun kembali ke kantor karna masi jam kerja.
Pukul empat sore semua karyawan pun pulang tak terkecuali Daniel.
Daniel tak masuk kampus dan menelevon Bram untuk bertemu di club.
Bram pun kaget karna Daniel mengajaknya bertemu diclub.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Daniel tak pulang dirumah besar karna Bram mengantarnya diapartemen miliknya.Daniel dan Bram memiliki apartemen yang berdampingan.
mereka sengaja mengambil apartemen berdekatan.
Bram sudah tiga bulan ini tinggal diapartemen karna dia ingin mandiri dan bebas.
kalau Daniel dia hanya datang dan pergi,karna ibunya belum mengijinkannya tinggal sendiri.
orang tua Daniel tak mengijinkan Daniel tinggal diapartemen karena mereka takut daniel membawa gadis tinggal disana.
karena kuatir pun sehingga ibu Adel pun meminta no pasport pintu apartemen Daniel.
Ibu Adel pun sering berkunjung di apartemen Daniel.
Ibu Adel menyediakkan pembantu disana,untuk membersikan apartemen meskipun jarang ditinggali.
Dan menyuruh pembantunya mematai anaknya jika datang ke apartemen.
Bram pun mengabari orang tua Daniel agar mereka tak kwatir.
Daniel pun dibaringkannya ditempat tidur kamar tamu.
setelah itu bram ke dapur dan membuat es lemon untuk menghilangkan mabuknya,setelah itu dia masuk kamar dan berendam dengan air hangat,setelah dia selesai mandi dia pun menyandarkan dirinya ditempat tidur sambil mendengar lagu
Bon Jovi- Always
This Romeo is bleeding, but you can’t see his blood
It’s nothing but some feelings
That this old dog kicked up
It’s been raining since you left me
Now I’m drowning in the flood
__ADS_1
You see I’ve always been a fighter
But without you I give up
Now I can’t sing a love song
Like the way it’s meant to be
Well, I guess I’m not that good anymore
But baby, that’s just me
Yeah I, will love you, baby
Always and I’ll be there
Forever and a day, always
I’ll be there, till the stars don’t shine
‘Til the heavens burst and the words don’t rhyme
I know when I die you’ll be on my mind
And I’ll love you, always
Now your picture’s that you left behind
Are just memories of a different life
Some that made us laugh
Some that made us cry
One that made you have to say goodbye
What I’d give to run my fingers through your hair
Touch your lips, to hold you near,
When you say your prayers, try to understand
I’ve made mistakes, I’m just a man
When he holds you close, when he pulls you near
When he says the words
You’ve been needing to hear, I’ll wish I was him
‘Cause these words are mine, to say to you
‘Til the end of time
Yeah I, will love you, baby
Always and I’ll be there
Forever and a day, always
If you told me to cry for you, I could
If you told me to die for you, I would
Take a look at my face
There’s no price I won’t pay
To say these words to you
Well, there ain’t no luck in these loaded dice
But baby, if you give me just one more try
We can pack up our old dreams, and our old lives,
We’ll find a place, where the sun still shines
Yeah I, will love you, baby
Always and I’ll be there
Forever and a day, always
I’ll be there, till the stars don’t shine
‘Til the heavens burst and the words don’t rhyme
I know when I die you’ll be on my mind
And I’ll love you, always
Always
Bram pun tertidur dengan pulas diiringi lagu Bon jovi👍
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1