
Saat via menuruni anak tangga di dampingi sahabat nya desi, semua mata tertuju pada nya dengan
Memakai kebaya putih layaknya seorang pengantin,via terlihat cantik dan anggun meskipun dalam ke sedang hamil, takan ada yang mengira jika via sedang hamil perutnya masih terlihat ramping seperti gadis pada umum nya.
Sampai di pelaminan via duduk berdampingan bersama haris untuk melakukan Ijab kabul.
Ijab kabul pun selesai semua ucap sah, dan alhamdulillah ..
Saat ijab kabul selesai haris menatap via penuh dengan haru, meskipun tahu ini hanya pernikahan kontrak yang hanya satu tahun.
Haris mengulurkan tangan ya bersalaman dengan via, via pun mencium tangan haris pertama kali sebagai seorang istri.
Alhamdulillah ya pak akhirnya lancar juga ijab kabul nya, papi berbisik ke pak adang.
Iya pak. Alhamdulillah saut pak adang.
Saat nya via dan haris menaiki pelaminan untuk menerima tamu yang datang mengucap kan selamat dari sahabat via dan rekan rekan kantor papi.
Haris melihat tidak ada senyum di bibir manis via saat tamu mengucapkan selamat kepada nya.
Vie, aku tau kita ini cuma pura pura bahagia tapi bisa kamu senyum ke setiap tamu menghampiri kita, haris berbisik ke via.
Iya ris saut via.
Desi menghampiri..
Via, dengan nada pelan kenapa loe tiba tiba nikah sama mas ganteng ini kan aneh, loe kan lagi hamil,
Haris sedikit mendengar percakapan desi hanya memberi senyum,
Nanti gue jelasin kalau ada waktu,saut via menyuruh nya turun dari pelaminan agar haris tak mendengar,
Ya udah gue mau makan dulu banyak makan an disi!' begitu lah desi yang tak bisa tahan kalau nggak liat Makan!
***
Tak terasa waktu sudah menunjukan waktu jam 5 sore tamu undangan tidak ada, begitu pun kedua orang tua haris sudah pulang.
Karna semua acara sudah selesai karna memang tidak di bikin pesta hanya orang terdekat saja yang di undang, nama nya pernikahan mendadak.
Ris sekarang kan kamu sudah menjadi menantu saya dan sekarang kamu boleh panggil saya papi, seperti via karna kamu sudah jadi bagian dari keluarga ini jadi sungkan kalau ada apa apa dan anggap ini rumah sendiri ya, kata papi.
Berbeda dengan Mami hanya berdiam diri karna merasa tidak suka dengan haris.
Iya pak, eh ya pih, saut haris sambil menganggukkan kepala nya.
Sekarang kamu ke kamar istirahat ajak via kalian pasti cape banget,kata papi yang sambil senyum mendadak.
Apa pih ajak haris ke kamar,jawab via
Iya iya kan haris sudah jadi suami kamu, dan satu lagi via hormati suami Kamu panggil dia mas, bukan nama itu nggak sopan.
Pih, saut ku yang agak shock,
melihat sorotan mata mami mengedipkan memberi kode agar via nurut apa kata papi.
Ya udah via mau ke kamar dulu, ayo mas haris dengan nada ketus,
__ADS_1
Via via sudah menikah masih aja bertingkah seperti anak kecil, iya kan mah.
Iya pih. Saut mami
Sampai depan pintu kamar ViA haris masih berdiri diam,
Ayo masuk ris ngapain berdiri di situ?
Haris pun masuk melihat kamar via begitu rapi di hiasi bunga bunga layaknya pengatin baru.
Ris,inget ya kita ini cuma nikah kontrak jadi jangan ada pikiran aneh aneh ya di kamar ini,
Ya neng saya juga paham, saya mau ke kamar mandi dulu udah waktu nya Sholat magrib udah adzan,
Iya, buru ya ku juga mau mandi, saut via yang sambil membuka ikatan rambut nya.
Ternyata lelah juga ya seharian menerima tamu undangan, rebahkan diri di kasur.
15 menit kemudian haris pun selesai mandi, melihat via yang sedang tertidur di kamarnya masih memakai kebaya dengan mexuap yang masih menghiasi pipi putih mulus nya itu.
Dari dulu aku mengagumi mu vi meski kita nikah hanya sementara itu udah buat aku sedang, berbicara dalam hati menatap wajah via yang sedang tertidur Cukup pulas,
Mengambil selimbut menutupi tubuh via agar tidak kedinginan.
Haris turun ke bawah karna koper baju nya yang tertinggal di ruang tamu,
Eh nak haris habis dari mana, tanya papi
Ini pih saya bis ambil koper tertinggal di bawah mau Sholat mgrib,.
Oh ya sudah selesai sholat kita makan bareng ya.
Masuk lagi ke kamar melihat via masih dengan posisi yang sama masih pulas,
Haris pun melaksanakan sholat magrib nya di lantai beralas sajadah milik nya.
Auh.. Jam berapa ini melihat jam, melirik sosok lelaki yang sedang Sholat di smaping nya via terbagun memperhatikan haris sholat magrib, sebenarnya haris begitu manis dengan memakai peci, sarung dan koko itu, idaman setiap wanita memiliki suami sholeh.tapi kenapa ku masih merasa kurang.
Selesai sholat haris pun berdoa di lanjutkan dengan membaca ayat suci alquran.
Ya ampun benar benar merdu banget suara nya, se umur umur baru kali ini ku mendengar orang mengaji begitu merdu, terakhir mendengar oang mengaji saat perantek agama SMPN 3 tahun lalu,
Bener bener haris lelaki idaman. Dalam hati vis menggurutu memuji haris.
Tok tok tok.
Mendengar ketukan pintu haris pun selesaikan ngaji nya, untuk membuka kan pintu..
Eh bibi?
Ganggu ya mas haris?
Nggak by tadi habis sholat?
Itu mas nyonya suru mas sama non via makan malam.
Haris menoleh ke kamar melihat via masih tidur.
__ADS_1
Via nya lagi tidur bi, kasihan jika di banguin.
Tidur mas? Bibi dengan heran, masa malam pertama di tinggal tidur.
Haris hanya bisa tersenyum mendengar celoteh bibi.
Ya udah kalau gitu Nanti bibi kasih tau nyonya.
Iya bi makasih ya.
Iya mas bibi permisi dulu,
Haris pun menutup pintu kamar ya kembali dan merapikan sajadah ,alquran menyimpan nya di atas meja.
Merasa sedikit lelah haris merebahkan diri di sopa kamar yang tak begitu besar dengan bantal kecil cuma cukup satu orang jika rebahan akhirnya haris tertidur.
Via yang membuka mata nya saat haris sudah tertidur, mengendap ngedap seolah olah takut terdengar haris, via langsung masuk ke kamar mandi, di kamar sendiri aja sudah kaya maling harus pelan pelan.. Sebel via menggerutu sendiri di kamar, tiba tiba perut nya terasa sakit mual mungkin ini yang di nama kan ngidam tiba tiba sedang mandi ingin makan martabak dekat sekolahan. Kenapa ku pingin martabak yang depan sekolah ya rasanya udah di lidah ya ampun ada ada aja dech lagi mandi gini.
Via sudahi mandi nya agar bisa pergi ke depan sekolah agar bisa membeli martabak.
Bergegeas memakai pakai an agar haris tak Bangun melihat aku sedang memakai baju.
Pluk.. Sisir jaruh
Terdengar oleh haris membuka mata melihat via sedang memakai bra, tterlihat pundak nya putih mulus tak ada ceda sedikit pun.
Dari belakang saja pundak nya begitu mulus, lelaki yang tak berdiri senjata nya jika Melihat seperti ini.
Haris tetap memperhatikan via di belakang tanpa via sadari.
Selesai semua pakai baju kaos celana pendek,rambut di gerai benar benar penampilan santai sederhana,
Via baru ingin membuka pintu, haris memanggil,
Neng mau kemana malam malam gini.
Via pun meloleh ke tempat di mana haris berbaring di sopa.
Oh udah bangun ris cepat amat Bangun nya saut via sambil memakai sendalnya.
Aku pingin beli martabak di depan sekolahan.
Ya udah neng di sini aja nggak baik malam malam keluar, biar saya yang beli.
Udah nggak apa apa ku aja yang beli,saut via
Em, apa mau keluar dengan memakai celana zin pendek gitu apa nggak takut jika ada yang goda in.
Via pun terdiam saat haris berkata seperti itu, karna baru pertama kali ada yang perhatian atas pakaian yang iya kenakan.
Ya udah loe aja Yan beli, sambil jalan kecil duduk di sopa,
Neng.
Apa lagi.
Bisa panggil saya mas?
__ADS_1
Iya masssss.jawab via kesal tapi sedikit senyum saat haris beranjak pergi untuk membelikan nya martabak.