Dikhianati Sahabatku

Dikhianati Sahabatku
14


__ADS_3

"maaf jeng sebenarnya saya sudah mempersiapkan yang jeng Anne tadi katakan dan semuanya sudah hampir selesai" ucap Mama Kinar


"ooh benarkah?" tanya Mama Anne dan diangguki kepala oleh mama Kinar


"syukurlah jika sudah hampir,berarti tinggal cincin sama keduanya harus kebutik buat mencoba gaun pengantinnya kan jeng" ucap Mama Anne


"iya jeng" jawab Mama Kinar


"kay nanti kamu sama Willi datang ke butik kenalannya Tante ya sayang terus habis itu ambil cincin pernikahan kalian ya" ucap Mama Anne pada Kayra


"iya Tan,nanti kalo Willi sudah pulang pasti kay akan mengajak dia ke sana" jawab Kayra sambil tersenyum


"jeng besok temani saya buat memantau perkembangan persiapan untuk acara resepsi dan akad ya jeng"pinta mama Kinar pada Mama Anne


"iya jeng, lagian juga saya bosan dirumah sendirian" jawab Mama Anne


"loh emangnya om Rey kemana Tan?" tanya Kayra

__ADS_1


"biasanya kalo Willi sedang berada di luar kota sih papa Rey nak yang menggantikan posisi Willi untuk sementara waktu" jawab Mama Anne


mereka bertiga bercerita tentang kehidupan sehari-hari dan tidak terasa bahwa mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Alexander. Mama Anne pun turun dari mobil itu dia menawarkan untuk mama Kinar dan Kayra singgah dulu cuma mereka menolak karena mereka ingin sampai di rumah sebelum Papa Tio pulang. Kayra dan mamanya pun pamit pulang. setelah kepergian Kayra dan calon besannya mama Anne pun langsung masuk ke dalam rumahnya


beberapa menit kemudian Kayra dan mamanya pun sudah sampai di depan gerbang rumahnya pak Yanto yang melihat kedua majikannya sudah pulang pun langsung membuka pintu gerbang setelah sampai di depan rumahnya mereka dibukanya oleh seorang pelayan yang kebetulan berada di ruang tamu dan mama pun bertanya pada pelayan tersebut.


"bik,apa tuan sudah pulang?" tanya Mama Anne


"belum nyonya" jawab pelayan itu


"iya nyonya" jawab pelayan


sementara itu kota seberang terlihat Willi yang sedang fokus dengan meeting bersama klien.


"bagaimana tuan Willi, apakah anda setuju dengan rencana proyek yang Ini?" tanya klien Willi yang bernama Dion


"saya setuju asalkan pembangunan proyek ini tidak merugikan orang lain" ucap Willi dengan tegas.

__ADS_1


lalu setelah itu mereka pun saling berjabat tangan satu sama lain


"kalo begitu karena tidak ada yang akan disampaikan lagi say pamit dulu tuan Dion karena saya harus segera menyelesaikan pekerjaan di kota ini" ucap Willi pada tuan Dion


"kita makan siang dulu tuan,kenapa anda terlihat buru-buru sekali tuan?"ucap tuan Dion pada Willi sambil mengajak Willi makan siang bersama


"tidak tuan, karena sebentar lagi saya akan melangsungkan pernikahan tuan Dion makanya saya ingin cepat menyelesaikan pekerjaan saya" jawab Willi menolak tawaran dari tuan Dion


"benarkah?,lalu kapan anda akan menikah?"tanya tuan Dion


"rencananya dalam waktu dekat ini saya akan melangsungkan pernikahan,o iya ini surat undangan pernikahan saya untuk Tuan, sekali lagi terimakasih untuk ajakan makan siangnya kalo begitu saya pergi" jawab Willi sambil memberikan surat undangan pernikahannya kepada tuan Dion


"iya tuan, semoga acaranya berlangsung dengan lancar tanpa ada halangan apapun itu" ucap tuan Dion sambil menerima surat undangan itu saat Willi akan segera pergi


"iya terimakasih tuan"ucap Willi lalu pergi meninggalkan tuan Dion.


dia pria yang baik, andaikan saja aku mengenalnya sebelum dia mempunyai kekasih dan akan melangsungkan pernikahan mungkin aku akan menjodohkannya dengan putriku tapi sayang sekali dia sudah akan menikah dengan perempuan pilihannya

__ADS_1


__ADS_2