Dinikahi Seorang Pengacara

Dinikahi Seorang Pengacara
setelah pertemuan


__ADS_3

Naufal "apa kamu kedinginan Niena?"


Niena "iya ,mungkin karna sudah malam dan anginnya semakin kencang"


Naufal "yaudah gimna kalok kita masuk ke dalam aj, sambil ngobrol dg ayahmu dan ayahku"


Niena "iya udah yok" sambil berdiri dari kursinya dan mulai berjaln masuk kedalam rumah dan diikuti oleh Naufal yg tepat berada di belakang Niena .


dan saat mereka masuk kerumah mereka langsung melihat ayah ayh mereka sedang mengobrol, lalu tersnyum ketika melihat mereka datang . dan tidak lama setelah itu ayahnya Niena dan Niena mumutuskan untuk pulang karna sudah sangat jadi mereka pun berpamitan.


ayah Niena "har kayaknya saya dan Niena udah harus pulang karna sudah lumayan malam"


ayah Naufal "kenapa buru buru ,gimana kalok kalian nginep aj disini banyak kamar kok"


ayah Niena "iya lain kali aj har ,lain kali kita ketemu lagi deh".


ayah Naufal "ya udh ok lh, lain kali kita atur waktu buat ketemu lagi, oh iya Niena sering2 main kesini yah klok ada perlu apa apa juga jngn segan segan minta bantuan Naufal ,iya kn fal" sambil tersenyum.


Niena "oh iya om, maksih buat jamuan makan mlam nya ,makasih juga udah di bolehin liat liat bunga di taman om. kalok gitu Niena juga pamit buat pulang ya om"


ayah Naufal "iya nak"


ayah Niena "Naufal om pamit ya"


Naufal "iya om hati hati di jalan ,klok ada apa apa kabarin aj Naufal ya"

__ADS_1


lalu Niena dan ayahnya pun langsung keluar dari rumah Naufal dan masuk ke mobilnya lalu mereka pun melajukan mobil mereka.


semua berjaln dengan lancar Niena pun sudah biasa saja tidak terlalu gugup seperti saat mereka berangkat tadi ,dan ayahnya Niena pun sangat senang karna melihat anaknya itu seperti nyaman mengobrol dg Naufal .


ayah Niena "nak, menurut mu om har dan Naufal itu gimna orangnya"


Niena "kayaknya mereka orang yg baik yah ,terus Naufal juga seperti tidak segalak yg Niena bayangin"


ayah yg mendengar jawaban anaknya itu pun sangat senang karna Niena sudah tidak terlalu berpikir buruk ke pada Naufal ,tapi wajar saja jika Niena mikirnya bahwa Naufal itu orang yg galak karna mungkin sikafnya yg sangat dingin dan ketus itu membuat orang berpikir dia itu jahat dan galak . lalu mereka pun melajukan mobil mereka sampai hampir 1 jam perjalanan mereka pun sampai di rumah mereka lalu ayahnya Nien langsung memarkirkan mobil nya lalu mereka pun keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah, karna jam sudah menunjukan jam 24.00wib Niena dan ayahnya sudah sangat mengantuk jadi mereka pun langsung masuk kekamar mereka masing masing. Niena yg sudah masuk kekamarnya pun langsung melepaskan bajunya dan akan segerah mandi lalu akan langsung tidur karna dia sudah sangat lelah dan mandi pun selesai Niena pun langsung memakai sedikit skincare lalu Niena pun langsung tidur.


kring kring kring ..........suara alarem di kamar Niena bunya yg menunjukan sudah jam 07.00 wib .


Niena pun langsung bangun dan duduk sebentar di atas kasurnya sambil memikirkan Naufal 'seperitinya Naufal itu baik deh,dia juga Ganteng,ahhhh apa sih Niena baru juga bngun tidur udah mikirin dia aj' lalu Niena pun memutuskan untuk gosok gigi dan turun kebawa untuk sarapan hari ini dia bersantai santai karna dia libur jadi dia hari ini akan bermalas malasan dirumah saja. karna dia tidak ada janji sama siapa siapa juga teman teman nya juga lagi ada acara keluarga Nadia sedang datang ke acara tunangan sepupunya dan Dina dia sedang pergi kebandung karna ada sodaranya yg sakit . alhasil jadinya dia hanya bisa bermalas malasan saja dirumahnya.


ayah Niena "pagi sayang"


Niena "pagi juga yah"


ayah Niena "gimana tidurnya semalam"


Niena "nyenyak kok yah, oh iya ayah mau olahraga ya"


ayah Niena "iya nak ,ayah mau golp sama temen temen ayah"


Niena "oh iya yahh" lalu mereka pun langsung melanjutkan sarapan mereka dan tidak lama setelah itu ayahnya Niena pun langsung berangkat golp dan Niena yg masih melanjutkan sarapannya hanya diam sampai sarapannya selesai lalu dia pergi ketaman belakang rumahnya sebentar untuk berjemur dan melihat lihat tanaman bunga nya tapi seketika dia jadi sedih karna keingt dg bunga . setelah beberapa menit Niena pun masuk lagi ke dalam rumah dan memutuskan untuk ke kamarnya menonton drakor saja karna dia...

__ADS_1


dan Naufal yg dari semalam tidak bisa TDR karna kepikiran dg Niena terus ,dia baru bisa tidur sekitar jam tiga itu pun setelah mendengar suara alaremnya berbunyi dia pun terbangun tapi berhubung di masih mengantuk jadi dia mematikan alarem nya lalu kembali melanjutkan tidurnya karna dia tidak ada kegiatan hari ini.


dan Niena yg sedang menonton drakor pun sebenrnya masih kepikiran Naufal 'kyknya Naufal itu gak prnh senyum deh orangnya ,untung aj dia ganteng jadi gak papa, ahh apaan sih Niena kenapa tiba tiba kamu kepikiran Naufal lagi' setelah itu niena pun melanjutkan menonton drakornya. lalu Niena pun memanggil bik Ina untuk memintak di buatkan cemilan.


Niena "bik ,bik, bik Ina"


bik Ina "iya non, ada apa"


Niena "bik tolong bikinin cemilan dong"


bik Ina "iya non mau cemilan apa"


Niena " emmm apa yah enaknya, em bikinin popcorn sama jus semangka aj deh bik, bik nanti antar ke kamar aj ya"


bik Ina "baik non" sambil ternyum bik Ina pun lang ke dapur untuk membuatkan popcorn dan juss semangka yg di mintak oleh Niena dan tidak lma setelah itu bik Ina pun selesai membuatkan cemilan untuk anak bosnya itu lalu bik Ina pun langsung mengantarkan cemilan itu kekamar Niena.


toooktoktokkk..............


Niena "masuk aj bik" sambil teriak dan bik Ina mendengar itu pun langsung membuka pintu dan masuk.


bik Ina "non ini cemilannya mau di tarok di mana"


Niena "tarok di meja situ aj bik, mksih ya bik"


bik Ina "iya non sama sama, bibik permisi buat kembali kedapur ya" bik Ina adalah ART yg sudah lama dirumahnya buk Ina bekerja di rumah niena sudah dari Niena baru lahir ,dan bik Ina adalah orang yg sangat dkt dg bundanya juga, Niena juga sangat dekat dg bik Ina karna dari Niena kecil bik Ina selalu ada,apa lgi saat Niena harus kehilangan bundanya, bik Ina juga adalah tempat Niena curhat

__ADS_1


__ADS_2