
Dylan bingung. Dia baru saja keluar dari kamar mandi. Apakah Sasha begitu terkejut? Dylan bahkan mengira dia di lupa memakai celana.
"Kamu keluar dari kamar mandi kurang dari lima menit, kamu hanya butuh waktu tiga menit untuk menyikat gigi dan mencuci muka. Benar kan?"
Dylan memandang Sasha dengan heran. Perhitungan wanita ini benar-benar akurat.
"Ya. Apa ada masalah dengan itu? Dari dulu aku seperti ini." Kata Dylan sambil melirik dengan heran.
"Kamu jorok. Kamu benar-benar jorok. Kamu hanya perlu waktu tiga menit untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Kamu benar-benar tidak memiliki kebersihan sama sekali." Gerutu Sasha.
Karna tidak tahan dengan omelan Sasha, Dylan kembali untuk mencuci mukanya.
Dylan merasa ini sedikit keterlaluan. Jika dia menjadi suami Sasha nantinya, bukankah dia akan mati karena masalah sepele ini?
Gadis ini memiliki sindrom kebersihan. Meskipun Dylan keberatan, ketika dia berpikir gaji bulanannya tiga puluh juta, dia bersikeras. Bagaimanapun, dia akan terbiasa dengan itu.
"Baiklah, ayo pergi ke perusahaan." Ketika Dylan keluar dari kamar mandi lagi, Sasha berdiri dan berkata dengan cemberut.
"Tunggu, aku belum sarapan." kata Dylan.
"Anggap itu hukumanmu. Sebagai peringatan kedepannya. Aku harus pergi ke perusahaan jam 6:30." Sasha berdiri sambil tersenyum penuh arti.
Dylan tersenyum pahit. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar dengan roti panggang di tangannya.
Dia memegang perutnya. Dia harus berhati-hati. Karena Sasha, wanita cantik ini, semuanya berbeda dari bayangannya sebelumnya.
"Hai. Selamat pagi, sudahkah kalian sarapan? Jika belum, aku akan mentraktir kalian sekarang."
Semua wanita cantik itu menoleh bersamaan. Tidak ada yang mempedulikan Dylan.
"Cantik, aku melihat tubuhmu lemah dan pikiranmu tidak karuan. Apakah kamu melakukan terlalu banyak dengan kekasihmu. Kamu harus memperhatikan kesehatanmu juga."
"Jangan bicara omong kosong. Aku tidak." Wanita itu menatap Dylan dengan ganas. Wajahnya memerah.
Banyak orang melihat wanita itu, terutama setelah melihat bagian besarnya. Anak laki-laki itu berpikir akan sangat bagus jika bisa melakukan dengannya.
"Kakak, Apakah kamu membayangkan berhubungan sek* dengan wanita ini?" Dylan memandang pria itu dengan jijik.
"Nak, jangan bicara omong kosong." Pria itu menatap Dylan dengan ganas.
"Tapi kamu benar-benar tidak bisa. Kamu akan kalah sebelum satu menit." Dylan menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada provokasi.
Dylan berkata satu menit di depan banyak orang. Hari ini dia mengatakan hal yang sama. Namun, dia sangat heran, karena dia benar-benar kuat bertahan hanya kurang dari satu menit. Itu benar-benar tidak lebih dari satu menit.
Setiap kali dia berhubungan **** dengan pacarnya, pria ini tidak berani memintanya, karena dia merasa sangat malu.
Dylan baru saja datang ke perusahaan belum lama ini, dan dia sudah membuat banyak orang marah. Sekarang, banyak pria dan wanita di perusahaan menjauhi Dylan. Semua orang ingin Dylan di pecat.
"Dylan."
Saat Dylan sedang meneliti wanita cantik lainnya, Sasha tiba-tiba memanggilnya.
Dylan berbalik dan menatap Sasha. Dia melihat Sasha menatapnya dengan sedih.
"Dylan, ikut aku." Sasha berkata dengan marah.
__ADS_1
Dylan selalu membuat karyawannya merasa tidak nyaman. Sasha merasa sedikit tertekan.
Setelah sampai di kantor Sasha, Sasha menutup pintu kantor dan tidak membiarkannya keluar.
Mengenai tindakan Sasha, Dylan tidak peduli. Jika Boss tidak ingin dia keluar, maka dia tidak akan keluar.
"Dylan, pergi ke kantor departemen penjualan dan hubungi manajer departemen penjualan." Sasha memandang Dylan dan berkata dengan serius.
"Oke." Dylan berdiri dan perlahan berjalan keluar.
Meski baru saja tiba di Perusahaan Farmasi Herbal, ada tanda di pintu masing-masing kantor. Selama dia paham, dia akan tahu departemen mana yang dia tuju.
Ketika dia tiba di pintu kantor marketing, Dylan hendak mengetuk pintu, tetapi begitu tangannya menyentuh pintu, pintu itu tiba-tiba terbuka. Ternyata tidak dikunci.
Manajer Indra memegang tangan seorang wanita cantik, dan wanita cantik itu terus berontak melepaskan.
Setelah melihat wanita cantik itu dengan jelas, Dylan menjadi marah, karna wanita itu adalah Gita. Melihat Manajer Indra memegang tangan Gita dan ingin melecehkan Gita, Dylan sangat marah.
Dia sudah menganggap Gita sebagai kakaknya. Tidak ada yang boleh menyakiti Gita.
"Berhenti." Dylan berkata dengan sedikit berteriak.
Manajer Indra terkejut saat mendengar suara seseorang. Gita terkejut saat melihat Dylan. Dia tidak percaya dia akan bertemu Dylan di sini.
Manajer Indra merasa sedikit ketakutan, karena Dylan adalah orang di sisi Sasha. Dia khawatir Dylan akan memberi tahu Sasha tentang masalah ini.
Dylan melangkah mendekat dan meninju wajah Manajer Indra.
"Ahhkk!" Manajer Indra menutupi wajahnya dan berteriak kesakitan.
"Dylan, jangan lakukan hal bodoh. Dia adalah manajer." Gita berkata dengan cemas.
"Gita, jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan dia melecehkan kamu." Dylan tahu bahwa Gita pasti bekerja di perusahaan ini, jadi dia takut dengan jabatan manajer Indra.
"Dylan, kamu harus memberiku penjelasan. Mengapa kamu memukulku?" Manajer Indra memandang Dylan dan bertanya dengan marah.
Meskipun Dylan adalah salah satu anak buah Sasha, dia juga anak buah Sasha. Tapi bedanya dia adalah seorang manajer, dan ada begitu banyak orang di perusahaan yang ingin dekat dengannya.
"Dengarkan baik-baik. Dilain waktu, jika kamu mencoba menyakiti Gita, aku akan berurusan denganmu." Dylan mengepalkan tinjunya dan menatap Manajer Indra.
Manajer apa? Jika Dylan mau, dia bisa menyingkirkannya kapan saja.
"Dylan, kamu punya nyali. Aku pasti akan memecat kamu." Manajer Indra menutupi wajahnya.
Dia tidak berani melaporkan masalah ini, jadi dia hanya bisa mengancam Dylan.
"Pergilah. Jika kamu ingin memecatku, carilah bos." Dylan melambaikan tangannya.
Jika bukan karena dia khawatir tentang masalah ini, Dylan akan menghajar orang ini. Namun, ketika dia memikirkan reputasi Gita. Dylan menahan emosinya.
Karena Dylan tahu betul bahwa jika masalah ini menyebar, itu akan berdampak sangat buruk pada Gita.
"Dylan, kenapa kamu di sini?" Setelah Manajer Indra pergi, Gita menatap Dylan dengan heran.
"Gita, Aku pengawal Sasha. Bagaimana Kamu bisa diintimidasi oleh Manajer Indra?" Dylan bertanya.
__ADS_1
Gita terkejut saat mendengar Dylan adalah pengawal Kayla. Dia tidak pernah berpikir bahwa Dylan akan menjadi pengawal Boss Kayla. Bossnya juga.
"Dylan, jangan sebarkan masalah ini. Manajer Indra adalah orang cabul. Tapi jangan khawatir, Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja." Berpikir tentang bagaimana dia hampir dilecehkan oleh Manajer Indra, Gita berkata dengan berapi-api.
"Gita, jangan khawatir. Jika Manajer Indra menggertakmu lagi, aku akan menghajarnya." Dylan mengepalkan tinjunya.
"Dylan, apa yang kamu lakukan di kantorku?" Gita dalam suasana hati yang baik. Karena dia berada di perusahaan yang sama, mereka bisa sering bertemu di masa depan.
"Gita, bos Sasha memintaku untuk mencari manajer marketing." kata Dylan.
"Oh, mengerti. Aku akan pergi sekarang." Gita menjawab dengan serius.
Sebenarnya Gita ingin bertanya bagaimana Dylan bisa menjadi pengawal Bu Kayla, tapi dia tidak punya banyak waktu sekarang, jadi dia menahan rasa penasarannya.
Banyak orang di kantor terkejut melihat Gita dan Dylan berjalan bersama.
"Gita, apakah kamu punya waktu malam ini? Aku ingin mengajakmu makan malam." Seorang pria berjalan kedepan Kayla.
Pria yang disebut Dylan kurang dari 1 menit. Dylan memandang pria itu. "Satu menit. Minggir."
"Kamu!" Pria itu menunjuk Dylan. Dia sangat marah, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa.
Gita dan Dylan melanjutkan menuju kantor Bu Kayla.
"Dylan, apa maksudmu menyebut Didi dengan 1 menit?" Gita memandang Dylan dan bertanya dengan penasaran.
Dylan mengingat namanya. Dia mungkin menggunakan pria ini sebagai percobaan di masa depan, jadi Dylan mengingatnya.
"Haha, tentu saja satu menit seperti itu." Dylan tersenyum jahat.
Gita lansung cemberut. Kepribadian Dylan masih sama dan tidak berubah.
Tok, tok, tok.
Dylan mengetuk pintu perlahan.
"Masuk." Dia mendengar suara Sasha dari dalam.
"Bos, orang yang Anda cari ada di sini." Setelah dia masuk, dia memandang Sasha dan berkata dengan serius.
"Bu Kayla, bolehkah saya bertanya mengapa Anda mencari saya?" Gita tersenyum.
Sasha mengangkat kepalanya dan menatap Gita. Setelah dia terenyum, dia meminta Gita untuk duduk. Gita bukan hanya karyawannya tetapi juga teman baiknya. Keduanya memiliki hubungan yang baik diluar perusahaan.
"Gita, bagaimana penjualan kita bulan lalu?" Ketika Gita duduk, Sasha memandangnya dan bertanya perihal penjualan.
"Bos ..." Gita memberitahunya tentang penjualan bulan lalu secara terperinci.
Dylan sama sekali tidak tertarik dengan percakapan Gita dan Sasha. Mereka berpura-pura tidak mengenal satu sama lain di depan Sasha.
Setelah Gita dan Sasha bercakap-cakap sekitar 20 menit, dia bangkit dan kembali ke kantornya.
Gita menatap Dylan saat dia pergi.
Dylan diam-diam menggelengkan kepalanya. Dia tahu apa yang dimaksud Gita. Gita mungkin ingin mengajaknya pergi setelah bekerja. Dylan tidak punya waktu sekarang, karena setelah menjadi pengawal Sasha, dia akan berada di sisi Sasha 24 penuh.
__ADS_1
"Dylan, kamu kenal Sasha.?" Ketika Gita keluar dari kantor, Sasha menatap Dylan dan bertanya.