Domba

Domba
Chapter 2: Persidangan


__ADS_3

Ruang sidang pada hari ini sangat ricuh, karena bangsawan besar akan terpengaruh ketenaran dan kekuatannya dalam perpolitikan surga. Count Sirata membuat persidangan sangat panas dengan argumen-argumen yang dia sampaikan pada Raja Surga Langka. Persidangan ini pun dihadiri oleh Ratu Rasta sebagai wakil dari tersangka yaitu Putri Aksiala dan Dewi Artana sebagai saksi.


Count Sirata berargumen bahwa Putri Aksiala memiliki rupa yang berbeda dengan Raja Langka paras yang Cantik berambut hitam pekat mata merah muda yang sangat tajam sangat langka dengan penduduk surga. Putri Aksiala hanya memiliki rupa yang mirip dengan Ratu Rasta tidak dengan Raja Langka. Dan kelahiran Putri Aksiala menimbulkan gejala alam yang sangat mengerikan, itu merupakan pertanda buruk jika Putri Aksiala tetap hidup dan berada di surga.

__ADS_1


Dewi Artana sebagai seseorang yang sangat dipercaya dalam bidang supranatural oleh Seluruh penduduk surga, ditujuk Duke Lohman dan Ratu Rasta untuk memberikan sebuah pernyataan dan pembelaan terhadap Putri Aksiala berdasarkan ramalan zodiak yang telah dilakukan Dewi Artana terhadap Putri Aksiala.


Dewi Artana menjelaskan bahwa Putri Aksiala adalah titisan dari Dewi-Dewi yang ada di alam semesta yang mampu menyelamatkan alam dengan caranya sendiri dan Putri Aksiala akan menjadi wanita tak tertandingi, terlihat bagaimana bencana alam yang terjadi berbulan-bulan tidak dapat diselesaikan mampu teratasi dengan kelahiran Putri Aksiala, walaupun tanda alam itu sangat dahsyat tapi mampu menyelamatkan seluruh penduduk surga dari bencana alam, itulah keterangan yang diberikan Dewi Aksiala kepada Raja Langka.

__ADS_1


Namun Count Sirata masih memaksa Raja Langka, bahwa kejadian kekeringan lalu di sebabkan oleh Putri Aksiala. Disinilah Ratu Rasta mulai tak bisa menahan emosinya dan berkata "bagaimana mungkin Putri ku kau jadikan kambing hitam dalam hal ini, bukankah Kelahiran Putra Selir Autiaman juga lahir dan bencana alam ini terjadi setelah kelahiran Putra dari Selir Autiaman kenapa tak kau salahkan dia juga?" Tegas Ratu Rasta.


Karena tidak mendapatkan titik akhir dan malah menyeret Pangeran Angkara sebagai tersangka baru kedalam kasus tersebut. Raja Langka yang khawatir akan ketentraman kehidupan keluarganya akhirnya turun tangan dan membungkam seluruh dewan persidangan, dan mengatakan bahwa tak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini lagi pula Pangeran dan Putri masih bayi tak mungkin ini disebabkan oleh mereka. Dan tak ada lagi yang perlu diributkan, Surga akan aman jika kita menjaganya dengan baik dan benar, dan jika ada yang mengungkit masalah ini berarti dia tak taat perintah Raja dan akan dihukum atas tuduhan penghinaan terhadap keturunan Raja. Sidang ditutup tanpa bantahan dari seluruh bangsawan.

__ADS_1


Walaupun sidang ditutup, tak dapat dipungkiri bahwa kejadian seperti ini akan terus terjadi setiap saat. Jika kedudukan Ratu masih dipegang oleh Ratu Rasta dan kekuatan bangsawan terbesar masih dipegang Duke Lohman.


*Semakin tinggi suatu kedudukan maka semakin kuat angin yang menerjang kata pepatah yang memang terjadi di kehidupan*

__ADS_1


__ADS_2