
Setelah memikirkannya beberapa detik Ratu Rasta mengungkapkan persyaratan yang terakhir yaitu jika Ratu Rasta mati Duke Lohman lah yang berhak atas permakamannya dan Raja Langka tak diharapkan untuk datang.
Raja Langka sangat terkejut dengan syarat-syarat Ratu Rasta, Raja Langka tak langsung menjawab karena syarat Ratu Rasta benar-benar sulit untuk dikabulkan.
"Sebagai seorang sahabat aku heran dengan apa yang kau ucapkan Rasta, kau pasti punya maksud dibalik syarat-syarat mu tersebut, tolong jelaskan padaku". Raja Langka mengatakan hal tersebut dengan berpikir bahwa Ratu Rasta sudah tak mengharapkan tali persahabatan diantara mereka berdua.
"Tentu saja yang mulia, syarat pertama saya ingin orang yang berkompeten yang menggantikan posisi saya, (dalam hati Ratu Rasta Autiaman menjadi Ratu \= orang-orang ku akan mati) bukan berarti Selir Autiaman tak pantas tapi saya menginginkan Ratu yang mampu memberikan kedamaian bagi Surga (mengendalikan Raja Iblis Dustra). Syarat kedua saya tidak ingin Putri Aksiala menjabat kedudukan apapun di Surga biarkan Duke Lohman dan saya yang mengurusnya karena saya tak menginginkan Putri Aksiala terjun ke dunia politik dan merusak kedudukan Putra Mahkota Angkara dengan kekuasaan yang dimiliki oleh saya dan kakeknya Duke Lohman. Syarat ketiga saya tak akan menjawabnya." Jelas Ratu Rasta dengan wajah yang datar tanpa ekspresi yang terlibat tak ada ekspresi kebencian maupun kesedihan.
"Baiklah Rasta aku tak akan bertanya apapun, karena aku tau kau tak akan menjelaskan apapun, walaupun sebenarnya keputusan ini akan berat untuk dilakukan tapi aku akan melakukannya Rasta karena ini adalah satu-satunya kesempatan aku dapat mengabulkan permintaan Autiaman dan keinginan mu, maafkan aku Rasta aku menyeret mu kedalam masalah ku yang begitu rumit." Raja Langka mengungkapkannya dengan wajah yang sangat kecewa dan takut Rasta sahabatnya selama ini tak ingin menjadi sahabatnya lagi.
__ADS_1
"Saya tidak mengharapkan permintaan maaf dari Anda kita adalah sahabat sebaiknya Anda mengucapkan terimakasih kepada saya karena saya telah menolong anda, anda boleh meninggalkan kediaman saya, pekerjaan anda sangat banyak akhir-akhir ini". Walaupun Ratu Rasta seperti mengibarkan bendera perang tapi hatinya sangat teriris-iris, tercabik-cabik, orang yang dia cintai selalu menganggapnya sebagai sahabat, dalam pemikiran Ratu lebih baik pergi daripada bersama tapi akan semakin terluka, lebih baik memutuskan tali persahabatan dan mengibarkan bendera perang dari pada tertikam oleh cinta yang tak terbalaskan.
"Perkataan mu yang seperti ini menunjukkan bahwa kau sangat marah padaku, apakah kau cemburu? apakah kau sudah mulai jatuh cinta terlalu mendalam padaku?" tanya Raja Rasta.
"Anda jangan terlalu banyak berpikir yang mulia Raja Langka". Jawab Ratu Rasta dengan nada datar.
"Kau menggunakan nada bicara yang tak biasa kepada ku, kau tak seperti sahabat yang dulu aku kenal". Ungkap Raja Langka.
"Baiklah-baiklah aku mulai takut padamu, aku akan membawa syarat-syarat mu ke persidangan dan menunjukkan kepada para tetua-tetua dan memberikan stempel sebagai pengesahan, aku pergi dulu jaga dirimu dan Putri kita aku serahkan kepadamu aku mencintainya". Ucap Raja Langka.
__ADS_1
"Panjang umur Raja Langka, terimakasih telah memikirkan syarat dan pendapat saya". Dengan ekspresi tersenyum yang sangat tenang.
Siapa wanita yang sesungguhnya dicintai raja Langka?
a. Ibunya Langka
b. Ratu Rasta
c. Selir Autiaman
__ADS_1
d. Putri Aksiala
*update 2 hari lagi ya gaes*