Dosen Cantik Arogan

Dosen Cantik Arogan
chapter 8


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Suasana Hati yg berubah ubah Membuat Al jadi pribadi yg irit bicara, Namun Ia tetap hangat jika dengan keluarga Dan sahabatnya.


Kepahitan dan luka Bisa merubah Sikap seseorang Hampir seluruhnya.


Memaafkan Tapi Tidak Melupakan.


Bukan dendam Tapi sakit yg Terpendam.


Itulah Yg Al rasakan Selama Berpaling dari masa lalunya..


Support keluarga Kunci Bahagianya..


"Kak, Al capek" ucapnya Manja


"capek ya tidur" ucap Rey cuek


"Hikss hikss Al gak sekuat ituu" ucapnya Terbata


"Apa sih de?! Becanda kamu gak lucu" Ucapnya mulai Ngegas..


Tanpa Menjawab Al mematikan Telfonnya


Semntara Di sisi Rey Dia panik karena Al mematikan sambungan telpon sepihak.


Rasa Sayang yg begitu besar membuat Rey tidak bisa jika Adiknya Menangis di depannya.


Karena Khawatir Dengan Diam2 Rey Berangkat saat itu juga ke new York untuk mengecek Keadaan Adeknya itu.


Di sisi Al..


"Hikss Jahattt,, kenapa!? Kenapa gw gak bisa Lupain Semua!!" Teriak Al frustasi


Teriakannya pun Sampai Terdengar Ke oma opa Smith


"Astaga Al" ucap Oma opa berbarengan Sambil bergegas ke kamar Al


Tok.. tok.. Tokkk


"Al.. buka pintunya" teriak oma


"Al kamu gak apa2kan" tanya Opa


"Al sayangg kamu kenapa? " teriak Oma khawatir


Sementara Di Sisi Rey..


Dia menyewa jet pribadi demi bisa cepat sampai ke New York karena Khawatir akan Al.


Dia merasa Al tidak baik2 saja..


Sesampainya Di bandara Dia bergegas mencari Taksi Untuk ke Mansion opanya.


"Taxi" teriak Rey


Taxi pun berhenti Dan Rey langsung Masuk


Dan memberi arahan tujuannya..


Sesampainya Di Mansion


"Al" Teriak Rey tergesa


Sementara Opa dan oma Smith masih Berusaha membujuk Al


"Al opa mohon buka pintunya sayangg" teriaknya


"Astga gimana ini? " ucap oma khawatir


Tak Lama Terdengar Teriakan Dari Bawah


"Rey? Itu Rey kan? " tanya Oma


"Loh iya kok bisa" ucap opa heran


Rey pun Bergegas Ke atas setelah Tau letak Kamar Al dari para maid


"Hufttt. hufttt Al mana?" tanya Rey ngos-ngosan tapi khawatir


"Di dalem, tadi oma sama opa Denger Al teriak" jelas mereka ke Rey


"Astaga" "All buka pintunya, ini kakak All" Teriak Rey dengan gendoran kerasnya


Sementara Al Hanya Menangis Meluapkan Rasa sakit yang ia simpan selama Beberapa bulan ini.


Sekuat-kuatnya Perempuan Tetap Tidak Bisa Jika Tidak mengeluarkan Air mata.


Entah air mata kebahagiaan atau kesakitan.


Di posisi Al Rasa Sakit yg dulu dia rasakan., Yang dia coba hilangkan menjadi bumerang baginya Saat Mengingat kembali itu semua


"Kenapa harus dia? kenapa bukan orang lain saja" ucap Al lirih


"Gw gak bisa tanpa lo Ry" teriak Al frustasi


"Hahahaa Gw gak bisa hidup tanpa lu huaaa" Teriaknya lagi


Teriakan Al kembali terdengar Dan mereka yg di luar pun Semakin khawatir


"Astaga Al kenapa sih? " tanya Rey bingung


"Kunci cadangan mna oma?" tanya Rey gak sabaran


"Gak Ad, semuanya Di Al. Dia gak ijinin siapapun nyentuh barang dia. Makanya semua di ambil" jelas oma


"Dobrak aja Rey" Titah opa khawatir


Dengan segera Rey Mendobrak pintu tersebut


Bukkkk.. bukkk.. bukk


Tiga kali percobaan Dan pintu Terbuka


"Astaga Al" Teriak Oma


Rey pun mengangkat Al "panggilin dokter opa" ucap Rey


Opa Smith pun Menelfon Dokter keluarga mereka untuk datang


"Stress berlebih membuat Nona Al seperti ini. Mungkin Ada rasa sakit Di masalalu Yang menggangu pikirannya. Tolong Dampingi Dia Support Untuk bangkit dari keterpurukan. Jangan biarin dia sendiri Supaya mentalnya Tetap sehat" terang dokter


"Ini Resep yang harus di ambil" ucapnya lagi


Selesai dengan Itu Dokter pun pamit


"Tolong sekali lagi dampingi Nona Al, Jangan Biarin dia nanggung semuanya sendiri" saran dokter dan Dia berlalu pergi


Rey duduk di samping Al sambil mengenggam erat jari jemarinya..

__ADS_1


"Kenapa Kamu diem aja sih Al" gumam Rey


"Kamu nyimpen semuanya sendiri, kenapa gak bagi ke kakak" ucapnya lagi


"Rey, biarin Al istirahat. Kamu juga Baru nyampekkan, Istirahat gih" Titah Oma lembut


"Rey Di sini aja oma" ucap Rey Sambil berbaring di samping Adik kesayangannya.


"Ya udah, oma tinggal ya. Jagain adek kamu" ucap oma Berlalu pergi


Rey pun hanya mengangguk Dan kembali menatap dalam Album yang sedang tidur itu.


Hufttt Helaan nafas terdengar lelah dari Rey karena Ia belum istirahat sedari Indonesia.


Rey Pun Tertidur Sambil Memeluk Al


......................


Malam Harinya..


uhh "Tangan siapa sih nih berat banget" gumam Al sambil memindahkan Lengan Kekar tersebut


"Astga Tuhan" kaget Al setelah sadar


"MALINGGG..!! " Teriak Al keras


Buk.. bukkk. bukk Pukulan keras yang Al layangkan Membangunkan Rey


"Aw.. aw.. aw Sakitt Gila" Rintih Rey kesakitan


ehh" Kak Rey? " panggil Al


"Apaa! " Balas Rey


"Omg kak reyyy Al kangen" ucap Al sambil Memeluk erat Rey. Rey pun hanya tersenyum Dan membelai lembut kepala Al


"shhh..Kangen tapi di gebukin" sindir Rey


"Hehe maap kali kak, Kirain maling tadi" cengir Al


Elehhh"Alesan aja lu dugong" ucap Rey sinis


Hehehe"Kapan datengnya? prasaan Tadi gak ada " tanya Al


Tanpa menjawab Rey pun hanya menatapnya datar


Sementara yang di tatap Dengan polosnya mengangkat bahu seakan tidak terjadi apa2.


"Rey? " panggil oma


"Eh Al udah bangun" sambungnya


"Iya, kak Rey kok di sini oma? " tanya Al polos


"Gak tau, nyasar mungkin" jawab oma sekenanya


"Ishhh gak oma, gak kamu samaa aja! " ucap Rey sambil berlalu keluar


"Hehhe, ngambek tuh" ucap Al


"Kamu udah gak apa? " tanya oma


"Emang Aku kenapa? " tanya Al balik


"haish di tanya malah balik nanya. Mandi gih kita makan malem di bawah" titah oma Dan Berlalu pergi


Al pun dengan ceria bergegas mandi untuk makan malam. Dia sangat bahagia karena kakaknya di sini.


"Opa" panggil Rey sambil dduk di sampingnya


"Loh Rey, kamu gak mandi? " tanya opa


"Gak bawa baju" ucap Rey cuek sambil minum segelas air


"Terus kenapa kamu bisa nyampek sini?" tanya opa heran


"ya bisalah opa, khawatir banget tadi. Sampe lupa packing. Mama papa aja taunya Aku lagi di kantor" ucapnya santai


"Astaga, Di cariin Baru tau rasa kamu" balas opa geleng-geleng kepala


Dan benar saja, Panggilan masuk dari Ibundahara pun terpampang di layar handphonenya


"Astaga mampus nih" ucap Rey


Hahahha Tawa opa pun Terdengar sampe ke atas


"Kenapa Rey? " Tanya oma


"Mama nelfon nih Oma gmna dong" ucap Rey panik


"Heheh, itu urusanmu" Ucap oma.


"Ahh oma bantuin kek, opa? " ucap Rey


"Bilang Aja yg sebenarnya tapi ttg Al jangan spya mereka gak khawatir. Takutnya papa kamu bakal ngamuk tuh" jelas opa


Rey pun mengangguk dan berusaha se natural mungkin untuk santai


"Yes Mom? " tanya Rey


"Lama banget, kamu dimana? Kok di kantor gak ada?" tanya Mama


"Emm..Rey Di rumah oma Mom" jawabnya ragu


"Ohh ya udah kalo gitu, cepet pulang kita makan bareng" ucap Mama Dan langsung mematikan telpon sebelum Rey menjelaskan Posisinya sekarang.


"Main matiin aja. belum juga selesai ngomong" gumam Rey


"Kenapa? di marahin? " tanya Oma


"enggak. Ntar lagi nelfon lagi tuh" ucap Rey karena hafal dengan watak mamanya itu


Drettt.. drettt.. drettt


"Tuhh kann, baru juga ngomong" ucap Rey


•Mama calling📲


"Dmna kamu Rey tadi? " tanya mama gak sabaran.


"Di rumah opa mama sayangg" ucap Rey lembut


"Whattt!! Kamu Di New York? " tanya mama


"Heem, iya terus dmn lagi" ucap Rey santai tanpa dosa


"Ngapain Kamu di sana?" Tanya Mama Dengan Suara berbeda


Mendengar Itu Rey pun panik


"Mmmm gak apa2 kangen Oma opa aja, jadinya kesini" ucap Rey pelan

__ADS_1


"Reyyyy!!!! " panggilnya datar


"Gak apa2 ma, serius deh. Rey kangen mereka aja. itu doang" ucap Rey menjelaskan


Tak Lama Terdengar Teriakkan


"Yuhuuuu, Al cantik coming" Teriak Al heboh karena bahagia


"Tuh Al dateng mama mau ngomong gak? " ucap Rey mencoba mengalihkan


"Al mama pengen ngomong katanya" ucap Rey


Al pun lantas mendekat Dan mengambil alih Handphone kakaknya


"Iya.. Halloo mommy cantikk" Ucap Al ceria


"Al disini, Al kangenn" ucapnya teruss


"Kangen juga mama, Kakak kamu kesananya gak ajak2 mama. Kesell ihh" ucapnya


"Haha, Al juga kaget bangun2 udah aja tuh dugong haha" ucap Al bercanda


Rey Menatap Al datar Dan Al memeletkan lidah Mengejek


"Kamu baik2 aja kan? " tanya mama


"Baik dong maa, ya kali enggak" jawabnya


"Ya udah, Jagain deh tuh kakak kamu. Kalo nakal tendang aja kek laut biar hayut, haha" ucap mama bercanda


Al pun tertawa dengan kencangnya mendengar itu


"Hehe, iya. Mama Papa baik2 di rumah. Salam Aja ke papa ya. Jaga kesehatan ok" Ucap Al lembut


"Iya kamu jugaa, yg lainnya juga yah. salamin aja" Ucap mama


"Iya, babayyee love you..Muachhh" Ucap Al


Sambungan Telepon pun selesai.


Perdebatan Kakak adik akan di mulai namun di hentikan oleh suara tegas oma smith


"Udah, makan! Brantemnya nanti aja" Titah Oma


Al dan Rey pun menurut dan makan dengan tenang..


Selesai makan, Di ruang keluarga mereka Bercanda ria dan mengobrol ringan


"Kak lu bakal langsung balik atau nginap lagi" tanya Al sambil mengunyah cemilan favoritnya


"Kenapa? gak suka kalo gw lama2 disini" tanya Rey sinis


"Yee.. santai dong boss. Nanya doang" jawab Al tak kalah sinis


"Ishh bisa gak sih gak brantem" ucap Oma


"Ketemu aja kek mau jambak2an. giliran jauh aja udah kayak lem, erat mulu" sindir oma


"Hehehe maaf oma" cengir Al. Sementara Rey hanya tersenyum mengejek


"Bisnis Di indo gmna Rey? " tanya opa mengalihkan


"Baik sih opa, Rey lagi kerja sama ama perusahaaan Sean corps. Lumayan Pesat sih berkembangnya Dan.. Hari in--Astagaa Tuhan Meetingnya" Teriak Rey Tersadar akan hal itu


"Gawatt" gumamnya Sambil mengecek Handphone


"Reyy.. reyy Sllu aja" ucap opa geleng-geleng


"Opa Rey minjem laptop boleh? Rey lupa bwa hehe" cengirnya


"Ish kamu nih, Ke ruang opa aja sana" ucap opa


Rey Pun berlalu pergi Untuk Kerjaan Pentingnya


"Al Istirahat gih, udah malem juga. Besok kamu kuliahkan" Ucap oma


"Nunggu kakak aja oma, Pengen Bbo bareng" cengir Al


"Kuliahnya siang juga kok" ucapnya sambil fokus dengan cemilannya itu


"Ya udah Terserah kamu aja, Samperin aja ke dalem kalo gtu" ucap opa Beranjak pergi


"Jangan malem2, Oma opa bbo dluan" Ucap oma mengikuti suaminya


"Iyaa, Have a nice dream oma opa" teriak Al


Melihat semua Sudah pergi Al pun Mulai bosan dan berhenti dengan cemilannya


hufttt gabut ahh


"Ahaaa..Gangguin Si onyet asik nih "Gumam Al Jail


Ceklekk


" Pas banget tuh, hehe" gumam Al Tertawa pelan


Dann


" Malinggggg" teriak Al tepat di samping Rey


"Eh Malinggggg mana maling? " tanya Rey panik


Buahahahhahaa Tawa nyaring Al terdengar


"Gak lucu Al" ucap Rey dingin


"Heheh maaf bos" cengir Al


"Udah malem, Tidur aja sono" usir Rey kembali fokus dengan kerjaannya


Al pun lantas memeluk leher Rey dan berkata


"Pengen bobo bareng, kangen tauu" ucap Al manja


Rey tersenyum mendengar itu..


"Ya udah Ayok" ajaknya


"Emang udah? kelarin aja dulu nanti aku nunggu" ucap Al lembut


"Udah Kok, lanjut besok aja" terang Rey sambil menyeret Al untuk Tidur bareng.


Mereka pun Tidur Saling memeluk dengan sayang..


Tapi Rey tidak benar2 tertidur


Dia perlahan membuka matanya Memandang lama wajah adiknya itu.


"Segitunya kamu nutupin semuanya Al" batin Rey


"Kakak tau kamu gak baik2 aja Al" batinnya lagi Sambil memeluk erat Al Dan mereka pun Tertidur Dengan nyamannya..

__ADS_1


__ADS_2