
Acara pemakaman itu berjalan khidmat, namun tidak dengan Niko yang dari tadi merasa gelisah.
Seusai mereka meninggalkan pemakaman itu Dania menancapkan Gas nya, menuju arah pulang.
Niko dan Salva duduk di belakang baris kedua, Tante Dania menyetir sesekali memandangi kedua remaja itu dari Spion atas nya.
Kedua remaja itu diam dan tak bergeming, Sesekali Salva menatap layar ponsel nya, yang ia tatap hanya jam yang tertera di layar ponsel nya.
Niko melihat fokus kejalanan tanpa memulai obrolan dengan teman di samping nya.
Lagi-lagi perasaan gelisah datang di benak Niko, ia seakan mengingat kejadian saat di pemakaman itu, ia seperti menerka-nerka dan terus meyakini adanya ke janggalan dalam pemakaman itu.
"Nik"..? Panggil Salva membuyarkan lamunan nya, Gadis itu menyuruh nya turun karena mobil mereka sudah sampai di parkiran Apartement.
Niko mengikuti kedua wanita itu dari belakang sampai di teras lobby dan menaiki lift.
Namun sebelum lift itu benar-benar tertutup, seseorang berbaju serba hitam berlalu di depan mereka memberikan gerakan yang mencurigakan, spontan Mata Niko membulat dengan gerakan gesit merenggangkan lift sebelum tertutup rapat.
Dania dan Salva terkejut saat anak laki-laki itu membuka paksa lift dan tiba-tiba berlari.
Niko mengikuti Pria berbaju serba hitam itu, gerakan kaki yang begitu cepat membuat Niko ikut berlari mengejarnya, pria itu menuju lantai basemant dimana mereka parkir tadi.
Hanya saja Niko kehilangan jejak nya, meskipun Niko tahu Pria itu bersembunyi dan belum jauh, tapi karena padat nya mobil yang terpakir membuat dirinya sia-sia untuk mengejar.
"Niko, kamu kemana saja..?" Ucap Dania menghampiri nya di ikuti keponakan nya dari belakang.
Kedua wanita itu nampak terengah-engah mengejar Niko.
Niko masih saja celingukan sesekali menoleh ke arah belakang nya, berjaga kalau saja pria itu keluar dari persembunyian nya. namun tangan Dania menarik nya dan mengajak keluar basemant, dan benar saja seseorang memang sedang bersembunyi dari kejaran Niko.
Kali itu mereka benaran sampai di lantai apartement Dania dan Salva, Dania langsung mengambilkan Segelas Air untuk kedua remaja itu begitu mereka duduk di sofa.
" Siapa yang tadi kamu kejar Nik..?"
Ucap tante Dania.
__ADS_1
" Seseorang mencurigakan yang tadi aku lihat di pemakaman mendiang Suster Mina." Ucap Niko berkata Datar.
" Apa benar orang itu, yang berbaju serba hitam itu ada banyak Niko, kamu saja pas di klinik juga berbaju serba hitam."
" Kalau tidak ada yang salah, kenapa dia harus lari saat ku kejar, aku yakin orang itu, waktu ibuku meninggal aku juga pernah melihat nya dari kejauhan di pemakaman ibuku."
Tiba-tiba Dania mengingat-ingat saat pemakaman mendiang kakak dan kakak ipar nya di makamkan, ia juga pernah melihat pria berbaju serba hitam nampak mondar-mandir dari kejauhan.
Seketika Dania menelan ludah begitu dalam.
" Apa pria itu ada hubungan nya dengan meninggal nya suster Mina..?"
" Aku rasa tidak hanya suster Mina, tapi orang-orang terdekat yang mengetahui mimpi ku dan Salva."
Dania terdiam sejenak mencermati setiap kejadian yang beruntun.
Memang benar semua yang ikut andil dalam pengobatan itu pasti berakhir tragis dan berujung kematian.
" Tan." Panggil Salva membuyarkan lamunan Dania.
Ternyata selama ini bukan hanya kebetulan belaka, tapi ada sebab dan akibat yang membuat kedua orang tua Salva, ibu Niko, Dokter Anwar, serta suster Mina tiada. Secara pantas ingin menganggap itu sebagai takdir namun semua itu seakan telah disusun. Meski dalam benak Dania ia merasa takut, tapi ia yakin bahwa kedua remaja di depan nya itu adalah orang pilihan yang pasti diberi tujuan untuk mengungkapkan sesuatu.
" Kalian berdua adalah orang istimewa yang di ciptakan tuhan dengan sebuah tujuan, Tante akan terus mendukung dan melindungi kalian."
Ucap Dania mengusap-usap kedua tangan remaja itu.
Keesokan nya Dania dan Niko berangkat ke sekolah dan melupakan sedikit peristiwa kemarin.
Dania mengantar Salva ke sekolah sedangkan Niko memilih pulang malam itu dan mengendarai mobil nya sendiri untuk berangkat ke sekolahan nya.
Salva menatap Niko yang sudah berjalan duluan ke kelas nya.
" Nanti seperti biasa tante jemput sore sepulang kamu les ya Va." Ucap Dania sambil memberikan punggung tangan kanan nya.
Salva mengangguk dan berjalan menuju ke kelas nya, ia sedikit mempercepat langkah kaki nya mengejar Niko yang hampir jauh di depan nya.
__ADS_1
Salva langsung mengeret tangan Niko dan berhenti.
" Semalam kau bermimpi buruk tidak..?"
Ucap Salva berbisik pelan ke Niko.
Pria itu langsung menggeleng, Salva tersenyum dan mengatakan bahwa semalam ia juga sudah tidak bermimpi buruk, ternyata pajangan yang di bagi dua oleh Dania berfungsi dengan baik, baik Salva maupun Niko bisa menghalau mimpi buruk mereka.
" Aku ke kelas dulu ya." Ucap Salva melepaskan genggaman tangan nya dan berputar arah.
Niko hanya diam tanpa membalas satupun perkataan Salva, ia hanya memandangi gadis itu berlalu dengan wajah yang datar.
Di sela-sela pelajaran, Niko masih saja terpikirkan oleh pria berbaju hitam itu, ia seperti bertanya-tanya sebenarnya siapa pria itu, kenapa ia selalu muncul di pemakaman dan seakan mengikuti mereka.
" Niko dari tadi kamu melamun saja, kamu mengerti yang ibu jelaskan tidak, coba kerja kan soal di depan."
Ucap guru di depan nya yang seketika membuyarkan lamunan nya. Niko menghela nafas sambil berjalan ke depan dan mengerjakan soal itu.
Sekali lagi sekelebat bayangan orang berbaju serba hitam itu tertangkap mata Niko di luar jendela, seketika Niko berfokus ke arah jendela.
Tapi ketukan tongkat tiba-tiba melayang di kepala nya, Niko langsung meringis kesakitan. " Awww."
" Lihat apa kamu, cepat kerjakan soal nya." Ucap Guru nya dengan sedikit ketus, seketika kelas itu langsung ramai gelak tawa dari teman-teman nya.
^^^***^^^
Dania sudah menunggu di depan sekolah, hari sudah menunjukkan pukul 4 sore, ia menunggu keponakan nya keluar dari gerbang, dan lagi-lagi pandangan nya juga terusik oleh pria berbaju hitam yang berbaur di keramaian anak sekolah dengan cepat berjalan keluar dari gerbang bahkan langkah kaki nya begitu tergesa-gesa.
" Tante, udah nunggu lama ya." Ucap Salva menghampiri Dania, namun Dania masih fokus memandangi dari kejauhan pria mencurigakan itu. Salva ikut menengok ke arah Dania menatap karena ucapan nya tak di gubris Dania.
" Ah, maaf tante melamun lagi, ayo masuk ke mobil seperti nya akan turun hujan lagi." Gandeng Dania mengajak Salva cepat-cepat masuk ke mobil mereka. Dan tak berselang rintik hujan turun.
Dania masih saja memandangi Pria berbaju hitam itu yang berjalan begitu cepat, di depan nya ada mobil jazz berwarna ungu gelap menyalakan mesin mencoba mengikuti.
Mata Dania terbelalak, itu adalah mobil Niko.
__ADS_1