
Setelah memberikan nama pada anak naga, Adam memutuskan untuk tidak menjelajahi hutan di sekitar hari ini. Sebaliknya, dia memfokuskan diri untuk memperbesar rumahnya yang dia bangun sebelum nya dengan menggunakan skill yang dimilikinya. Dia merenung sejenak tentang apa yang ingin dia tambahkan ke rumahnya yang sudah ada.
Dengan pikiran yang jelas, Adam mulai mengaplikasikan skilnya untuk membangun tambahan pada rumahnya. Dia memutuskan untuk memperluas ruang tamu, menambahkan beberapa ruangan tidur tambahan, dan mengembangkan dapur agar lebih luas dan fungsional.
Setelah beberapa saat, selesai membangun ruang rumah tambahan, Adam keluar rumah dan melihat ke sekitar dan memperhatikan bahwa tanah di sekitar rumahnya masih terbuka tanpa pembatas yang jelas. Dia merasa perlu untuk melindungi kediamannya dari gangguan monster yang mungkin ada di sekitar. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk membuat pagar yang besar dan kuat.
Adam memvisualisasikan pagar yang dia inginkan: sebuah pagar berbentuk bulat dengan tinggi 4 meter yang mengelilingi rumahnya. Pagar tersebut akan memiliki ukuran 500 meter kali 500 meter, memberikan area yang luas dan aman bagi mereka.
Dengan penuh semangat, Adam menggunakan skill-nya untuk membangun pagar yang dia bayangkan. Dia mengarahkan energi dan fokusnya ke pembangunan pagar tersebut. Dalam waktu singkat, pagar megah berdiri di sekeliling rumahnya, memberikan perlindungan yang kokoh dan menakjubkan.
__ADS_1
Adam merasa puas melihat hasil kerjanya. Dia mengetahui bahwa sekarang rumahnya benar-benar terlindungi dan aman dari ancaman monster. Dia melangkah menjauh untuk melihat rumahnya dari kejauhan, membanggakan pencapaian yang telah dia raih.
Namun, setelah beraktivitas sepanjang hari, perut Adam mulai menggeram. Dia mengingat hasil tangkapan ikan yang dia dapatkan dari sungai sebelumnya. Dengan semangat yang menggebu-gebu, Adam memutuskan untuk mengolah ikan tersebut menjadi hidangan lezat.
Dalam pikirannya, Adam memvisualisasikan masakan ikan yang sempurna. Ia memotong ikan menjadi bagian-bagian yang sesuai, mempersiapkan bumbu dan rempah-rempah dengan cermat. Dia menggunakan keterampilannya dalam memasak untuk mengolah ikan menjadi hidangan yang menggugah selera.
Adam dengan hati senang memasak dengan perasaan yang penuh kasih, menggabungkan bumbu-bumbu yang dia pilih dengan sempurna. Bau harum masakan menyebar di sekitar rumahnya, menarik perhatian Aurora yang datang berseliweran dengan rasa ingin tahu.
Dengan rasa lapar yang tak tertahankan, Adam duduk di meja makan dan Aurora yang sejak tadi sudah ada diatas meja makan, mereka menikmati hidangan ikan yang sangat lezat. Mereka berbagi momen kebersamaan yang hangat dan menyenangkan,sambil adam menghapus hapus kepala Aurora.
__ADS_1
Sambil menikmati makanan, Adam merenung tentang perjalanan dan petualangannya yang luar biasa sejauh ini. Dia merasa beruntung memiliki rumah yang nyaman, pagar yang kuat, dan mendapatkan seekor teman setia seperti Aurora.
Setelah makan, Adam membersihkan meja dan menyimpan sisa makanan dengan hati-hati. Dia merasa puas dengan pencapaian hari ini dan merasa lega menutup babak baru dalam hidupnya.
Dalam keremangan senja, Adam melangkah menuju kamar tidurnya, bersiap untuk beristirahat. Dia memandang Aurora yang telah menemani setiap langkahnya dengan penuh kasih sayang. Dalam hati, dia bersyukur atas semua yang telah dia dapatkan dan berjanji untuk melanjutkan petualangannya dengan semangat dan tekad yang baru ditemukan.
Saat Adam merasakan kelelahan menyapu tubuhnya, matanya terpejam, dan dia terlelap dalam tidurnya yang tenang. Mimpi-mimpinya dipenuhi dengan gambaran petualangan yang menunggunya di dunia yang luas dan tak terbatas.
Mimpi itu membawanya kembali ke pertemuan dengan naga, percakapan tentang telur naga, dan kebangkitan Aurora. Adam menyadari bahwa perjalanan mereka masih panjang dan penuh dengan misteri yang menunggu di setiap sudut.
__ADS_1
Dalam tidurnya, dia tersenyum, tahu bahwa kehidupan petualangannya baru saja dimulai.