
setelah puas aku menangis dan mengeluarkan isi hati di kamar mandi ahirnya aku memutuskan untuk kembali ke kelas. sesampainya di sana aku terkejut karena pintu kelas sudah tertutup dan tas ku sudah berada di luar kelas,aku berfikir kalo guru sudah masuk dan mengajar. namun sebelum membuka pintu aku mengintip dari jendela dengan memanjat sebuah kursi di samping pintu.
"astagfirulaah" (kataku)
tak ku sangka ternyata teman-teman berdiri di depan pintu dengan membawa sebuah ember yang air nya kehitaman seperti air got.
dalam hati ku berkata
"untung saja aku tak jadi membuka pintu kalo jadi mungkin aku sudah basah kuyup"
aku pun langsung turun dari kursi dan mengambil tas lalu pergi dari sekolah lewat pintu belakang sekolah yang terbuka dan tanpa penjaga.
sembari berjalan aku berpikir siapa yang akan terkena jebakan itu apakah ibu guru/tmn kls
"hah buat apa pikirin hal yang sama sekali tidak penting itu.
****
tok...tok...tok "permisi bu"
"iya bentar,oh luvy udah pulang,tumben cepet"(ibu lia)
"iya bu soallnya guru pada rapat"
__ADS_1
maap kan aku ya Allah aku bohong soallnya aku takut di marai (perkataanku dlm hati)
*****
oh iya aku blm cerita tentang ibu lia ya. okey kenalin, dia tetangaku yg baik hati,dia selalu menjaga kedua adikku saat ku sekolah,dan kedua orang tua ku kerja.
*****
"kakak dah pulang yey kakak,kakakkkkk" (perkataan kedua adikku sambil berlari ke arahku)
"iya ayo pulang kita main di rumah,makasih bu Lia"
"iya sama-sama sayang"( bu Lia)
setelah hampir sampai di rumah aku melihat ada tukang es krim yahh namanya anak kecil pasti tertarik apa lagi es krim kan. tapi aku cuma lihatin aja soallnya uang ku gak cukup buat beli.
sesampainya di rumah aku buka pintu dan melihat ayahku yang sudah menungguku dengan wajah yang serius
"plakkk....plakkk" (suara tanparan)
sebuah tamparan yg sangat sakit mendarat di pipi kanan dan kiriku.
"SIAPA YANG SURUH BOLOSS SEKOLAH"(ayahku dgn nada suara yang tinggi
__ADS_1
"a..a..anu yah tadi..." (sambil menangis menahan sakit)
aku sangat kanget karena tak pernah melihat ayah semarah itu dan merasa aku anak yang paling sial di dunia
belum sempat ku selsaikan kata" ku ayahku memotong nya begitu saja
"Anak gak tau diri,sukanya nyusahin aja"
mendengar kata itu seketika hatiku sakit tapi aku hanya bisa menangis karena itu yg bisa aku lakukan.
"ibu guru tadi ke tempat kerja ayah dan bilang km gak ada di sekolah cuma ada di jam awal pelajaran aja, ayah malu,malu sama temen ayah"
nii biar kamu kapok
"plakk...plakk" (suara tamparan)
sontak adik" ku yang melihat itu ikut menangis ketakutan
"punya anak kaya kamu bisanya cuma cari masalah"(sambil berjalan keluar dan mendorong tubuh ku yg kecil )
lalu aku bangkit dan memeluk Rara dan Rafa yang sangat ketakutan di
hari itu aku benci,sangat benci dengan semuanya tapi aku hanya bisa menangis pasrah karena aku tak tau apa yang harus aku lakukan
__ADS_1