
hari-hari berlalu aku pun jadi orang yang pendiam,bahkan orang yang sangat dingin. hingga ahirrnya aku jadi orang yang terbiasa mandiri. selain itu juga terbiasa bully an dari teman,kekerasan,bahkan hinaan
tapi aku tak peduli. bagiku duniaku hanyalah kegelapan.
tak terasa waktu begitu cepat,dan aku pun naik kelas 6,yah bisa di bilang aku murid paling pintar karena aku selalu rangking 1. banyak teman-teman yang iri denganku karena dengan buku terbatas aku masih bisa belajar dan berprestasi. yah mereka yang selalu membuly ku tak lagi melakukannya karena bosan dengan responku yang hanya diam,tanpa rasa takut sedikit pun.
*******
ujian nasional pun sudah berahir dan acara wisuda pun di mulai.semua wali murid datang untuk memberikan dukugan serta ingin mengetauhi hasil nilai ujian anak-anak mereka.
saat guru mengumumkan hasil nilai tertinggi UN tahun ini diraih olehku semua bertepuk tangan kecuali orang-orang yang membenciku juga pernah membuly ku,mereka menatapku dengan tatapan tidak suka.
saat aku di persilahkan menaiki pangung dan menyampaikan kesan pesan ku aku menuju mix setelah menerima penghargaan dan mencari keberadaan kedua orang tuaku.
setelah melihat kesana kemari tak ku temui satupun orangtua ku ku memutuskan untuk tidak menyampaikan kesan pesanku lalu mengembalikan mix kepada guruku sambil berkata
"maaf bu tak ada yang ingin ku sampaikan"
lalu aku turun dari pangung memilih meninggal kan acara tersebut dan memilih pulang ke rumah tanpa seorang pun tau aku pergi.
setelah sampai di rumah belum sempat aku membuka pintu aku mendengar suara ribut" di dalam rumah, saat aku membuka mata aku melihat ayahku sedang menampar pipi ibuku yang sedang menangis.
"Lebih baik aku pergi dari sini" (kata ibukku yang sedang membereskan baju dan di masukkan dlm tas sambil menarik ku dan ke dua adikku
"ayo kita pergi ibu muak tinggal di sini"
tanpa perlawanan aku menurutti ibukku yang menarik tangan ku dan tangan kecil kedua adikku
"kita mau ke mana bu" (tanya ku)
"kita pindah ke jogja aja sayang di jakarta kita ngak punya rumah nanti kita ke rumah nenek ya" (jawab ibukku)
"baik bu (sembari ku menundukkan kepala.
__ADS_1
******
kereta melaju dengan kencangnya aku dan kedua adikku menikmati mepandagan dari jendela kereta
*****
sesampainya di jogja aku mengkuti ibukku dari belakang,tiba-tiba seseorang menabarkku hingga membuat ku terjatuh setelah aku bangkit aku pun kaget melihat ibukku yang sudah tidak terlihat
"ibu"
"ibu"
"ibu dimana"
sembari menangis ketakutan
hingga aku mulai lelah mencari ibukku aku pun duduk dan berharap ibukku menemukanku
duk...duk....duk (suara langkah kaki mendekatiku)
"dek ibumu mana"
"aku ngak tau" (sembari menoleh ternyata itu adalah bapak" yang memakai jas,bersepatu rapi bak seoarang pegusaha kaya raya)
"ya udah ikut bapak nanti kita cari sama-sama"(sembari memgandeng tanganku )
setelah masuk mobil
"rumah kamu di mana"
"saya tidak tau pak"(jawabku)
"ya udah kalo gitu kamu ikut ke rumah bapak dulu bsk kita cari ibumu, oh ya pangil aja pak budi nama adek siapa?"
__ADS_1
"luvy pak"(jawabku)
"wahh nama yang bagus,itu yg kamu bawa medali ya"(tanya pak budi sambil melihat medali dan ijazah yang aku bawa)
"iya pak"
"boleh bapak lihat"
"boleh pak"(menyerahkan medali dan ijazahku)
"wahh kamu anak pintar rupanya wah pasti orang tua mu bangga sama kamu"
aku yang mendengar itu hanya diam tak menawab apapun lalu aku mengalihkan perhatian dengan bertanya
"anak bapak kelas berapa"
"bapak belum punya anak dek allah belum kasih" (jawabnya sembari menunduk sedih)
"maaf pak gak bermaksud,bapak bisa kok anggep luvy anak bapak"
"haha gpp, wah makasih ya dek nih ijazah sama medali mu"
kruk..krukk..krukk(suara perut)
"kamu laper ya tenang sebentar lagi kita sampe kok,pak supir lebih cepat ya"
"baik pak"(pak sopir)
****
akankah luvy di terima di keluarganya ataukah malah sebaliknya.
tunggu kelanjuttan nya di episode selanjutnya yaa jangan lupa like +komen yaa biar aku makin semangat nulisnya
__ADS_1