
Di perjalanan sia sudah menangis sejadi-jadinya. Sia berlari ke rumah sakit sesampainya di sana sia melihat ibunya sedang menangis sia berlari dan memeluk ibunya untuk menguatkannya.
" Ibu tidak perlu takut sia yakin ayah pasti baik² saja "
Setelah beberapa menit dokter membuka pintu ruangan UGD dengan wajah sendu.
" Dok bagaimana keadaan ayah saya" Tanya sia
" Maafkan saya. Saya sudah berusaha tapi pasien tidak bisa di selamatkan. karna pendarahan di kepala yang cukup banyak. "
Tiba-tiba ibunya tersungkur ke lantai da menangis sejadi-jadinya.
Sia pun tak kuasa menahan tangisnya
" Dokter bohong apanya yang berusaha ini bahkan baru beberapa menit. " Kata sia sambil berteriak ke arah dokter
" Maafkan saya nak. Ayah kamu sudah menguras darah di tempat kejadian sehingga tidak dapat tertolong. " Katanya dan pergi dari situ.
Sia dan ibunya masuk melihat ayahnya tak bergerak sedikit pun.
"Hiks.. Hiks ayahhhh sia mohon bangunlah. Ayahh sia mohon tolong buka matamu bagaimana deng sia dan ibu ayah sia mohon. "
Ibunya hanya menangis dan menatap suaminya dengan bercucuran air mata.
" Ayah sia mohon jika ayah bangun sia janji sia akan belajar lebih giat. Ayah sia mohon hiks.. Hiks "
" 𝘔𝘢𝘴𝘴 𝘩𝘪𝘬𝘴... 𝘏𝘪𝘬𝘴 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘺𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪. " Kata ibunya dalam hati .
Suasana rumah sudah sepi karena orang yang melayat sudah kembali jika
__ADS_1
Kerumah. Tiba-tiba mauren dan letesya datang dan memeluk sia dan menangis sejadi-jadinya
" Sia kamu harus kuat yahh, ingat kamu tidak sendiri ada kita juga bersama kamu. " Kata mauren
Ibunya sia hanya bengong melihat orang- orang datang dia seakan kehilangan arah untuk hidup.
Hari, bulan, tahun berganti sudah sia bahkan sudah selesai ujian sekolah menengah atas (SMA) dan tinggal dengar kelulusan.
Di kelas sia, mauren, dan letesya sedang duduk² dan bercerita akan kemana setelah selesai SMA.
" Sia setelah lulus kamu mau kuliah dimana? " Kata mauren
" Huhh aku tidak tahu semenjak ayah meninggal aku sudah tidak berkeinginan untuk kuliah . Tapi aku sudah bersyukur walaupun hanya sampai SMA. " Kata sia sambil melihat ke arah jendela dengan wajah sendu.
" Terus kamu syah bagaimana kamu? mau kuliah dimana? "Kata sia
" Aku sudah tidak ingin berkuliah aku bahkan tidak punya orang tua. Jadi aku akan pergi kerja ke London. katanya di sana banyak pekerjaan. " Kata letesya dengan sedih
" Ahh ayah ku mengirim ku ke Paris untuk kuliah disana karena aku harus menjadi penerus untuk ayah ku. " Katanya sambil menarik napas putus asa.
" Ingat yah walaupun kita terpisah kita tidak boleh saling melupakan okeyy " Kata mauren sambil tersenyum
" Okeyy " Kata sia
"Okey " Kata letesya
Mereka pun berpelukan. Sesampainya di rumah sia memberi hormat tetapi tidak ada jawaban.
" Kemana ibu sih? " Sambil berjalan ke kamar dan ke dapur sambil memanggil- manggil ibunya tapi tidak ada jawaban.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sia memberi hormat tetapi tidak ada jawaban.
Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan masuklah ibunya. Ibunya dari rumah sakit untuk cek kondisi nya karna dia tidak bisa bertahan untuk lama. Setelah dari rumah sakit dia juga mampir ke bank untuk menyimpan uang yang dia simpan beberapa tahun yang lalu agar jika dia pergi sia tidak kesusahan uang.
" Ibu dari mana saja. Sia hampir panik mencarinya. " Kata sia sambil menghampiri ibunya.
" Ibu dari tetangga sebelah sayang. Kamu sudah pulang yah?. "
" Hmm iya bu aku sudah pulang. Ibu minggu depan kelulusan ku bu, ibu datang yah untuk hadir. " Kata sia sambil memeluk manja ibunya.
" Iya sayang ibu pasti datang kok. Sudah sana ganti pakaian mu dan makan. "
Sia pun ke kamar ganti pakaian dan makan bersama ibunya.
Keesokan harinya di sekolah
" Sia kenapa kamu dingin sekali pada laki-laki sih " Tanya mauren sambil menatap sia.
" Ohh itu aku malas aja. "
" Yah ampun sia kamu kok gitu sih bagaimana mau dapet jodoh kalau begitu. " Kata mauren sambil menatap sia heran
" Heyy ren kamu pikir sia itu kaya kamu yang pindah satu ke satu tempat. " Kata letesya kesal.
" Ya iyalah aku tuh nggak suka sesuatu yang itu itu aja aku tuh mau yang setiap minggunya itu mukanya tuh berbeda " Kata mauren sambil tertawa
"Huhh mauren kalau jodoh itu tak kemana jadi aku tak perlu mencarinya. Ingat yah kamu jangan berbicara begitu nggak takut nanti jatuh cinta baru tau rasa loh. " Kata sia sambil mengejek mauren.
" Idih kaga bakal kale. " Kata mauren mantap
__ADS_1
" Hati-hati loh jilat ludah sendiri. Nggak takut. " Kata letesya dan mereka berdua tertawa dan mengejek mauren.
Jangan lupa LIKE terus 😇