
Di sebuah dempetan gedung pencakar langit kota Anzeyra.
Di sana ada sebuah gedung tua tak berpenghuni yang tampak tertutupi oleh gedung tinggi lainnya.
Gedung tersebut terletak di pusat Utara kota Anzeyra yang di mana itu adalah tempat yang namanya tercantum dalam kertas yang di temukan nya 1 hari yang lalu...
1 Jam yang lalu....
"Apakah kalian terkejut dengan informasi ku ini?" kata Zaku.
"Tidak kami berdua hanya tidak yakin dengan teori mu tadi itu Zak" saut Nanz dengan wajah seriusnya.
Dan dengan pedenya Alfa berkata"benar, benar!, itu seperti cerita fiksi saja, hahahaha"
raut wajah Alfa menunjukkan ketidakpastian dia terhadap perkataan Zaku tadi itu dan dia malah menertawakan nya.
"Ohh begitu kalian tidak percaya ya?, kalau begitu biar aku yang mengurus masalah ini, kalian tidak usah ikut campur!" ucap si Zaku sambil meletakkan tangan ke dagunya.
"Aku mau pergi dulu ada urusan!"
__ADS_1
"mau kemana kau Zak?"
"kalian tidak usah ikut campur" saut Zaku dengan tersenyum sinis.
Zaku pun berjalan dengan mengenakan Jaz hitam nya yang selalu ia pakai saat keadaan genting.
Zaku menaiki tangga yang terbuat dari titanium yang di mana itu adalah jalan keluar dari ruangan bawah tanah tersebut, "Duk Duk Duk" bunyi langkah kaki Zaku yang sedang melewati tangga tersebut.
Tiba-tiba ada sebuah pintu yang menghadap ke atas dan pintu itu ternyata adalah pintu keluar dari ruangan bawah tanah itu...
"klekk" terlihatlah pemandangan di atas bukit yang terlihat cukup indah, di atas bukit itu terdapat bunga-bunga dan satu pohon besar di tengah nya, "seperti di surga saja ya" ucap Zaku.
10 menit kemudian Zaku sampai dengan setrategi yang sudah dia siapkan matang-matang 10 menit sebelum nya, suasana di sana tampak sepi dari biasanya karena memang sedang ada wabah dan masyarakat di perintahkan untuk mengurangi perjalanan ke luar.
di tengah pusat kota Utara itu terlihatlah sebuah tower tinggi yang bernama "PHOENIX", tower itu adalah salah satu dari 5 tower yang terdapat di dalam kota Anzeyra.
di saat ia melihat pemandangan tower yang sangat megah itu secara tiba-tiba matanya tertuju kepada gedung tua yang tertutupi oleh gedung pencakar langit lainnya dan gedung itu tampak sangat tidak terurus.
"sepertinya aku mengenal gedung ini" tapi gedung apa ya?, zaku bertanya di dalam hatinya dengan terheran-heran seolah dia pernah berkunjung ke tempat ini...
__ADS_1
Dan di tengah keheranan nya itu Zaku secara tiba-tiba melihat seorang berjubah hitam di atas atap gedung tersebut.
Pria berjubah hitam tersebut nampak menggunakan penutup muka dan yang terlihat hanya mata nya saja.
seketika suasana menjadi tegang dan mencekam, angin berhembus dengan kencang seolah mengatakan kepada Zaku untuk "lari" dari hadapan pria berjubah hitam itu,
Pria itu menatap Zaku dengan tatapan tajamnya, Zaku pun membalasnya dengan tatapan yang tajam dan terjadilah kontak mata antara mereka berdua.
"Siapa kau!" ucap Zaku dengan suara yang sangat lantang dan seolah dia tidak takut sama sekali dengan pria itu!.
"siapa kau!", "cih, siapa kau?!, jika tidak ingin menjawab maka kamu akan menerima konsukuensinya!.
"Jubahnya berkibar karena terpaan angin yang seolah membuat dia seperti bendera hitam yang berkibar" itulah yang ada di pikiran Zaku saat ini
Zaku menanyai pria tersebut bukan tidak ada alasan tetapi Zaku merasakan aura yang bahaya dari pria tersebut!.
tak selang lama dari kontak mata mereka berdua, Tiba-Tiba pria itu menjatuhkan sebuah kertas yang bertuliskan "078"
lantas Zaku terdiam dan mencoba mengingat sesuatu dari kata "078" yang tertulis di dalam kertas tersebut, dan Tiba-Tiba Zaku teringat sesuatu, matanya terbuka lebar karena dia sangat terkejut!
__ADS_1
ternyata nomor "078" yang tercantum di kertas itu adalah nomor rumah dari Zaku itu sendiri......