Endless War

Endless War
Siapa Dia?(Part 3)


__ADS_3

Di bawah cerahnya langit kota Anzeyra....


Langit yang berwarna biru cerah itu menyinari pagi hari yang ramai di kota itu.....


Di sebuah tempat, di area pinggir kota Anzeyra dan di antara dempetan perumahan masyarakat Anzeyra...


Ada salah satu rumah dengan palang bertuliskan "078"...


Rumah itu terlihat sederhana dengan 2 tingkat yang lapis Rumah tersebut


Di dalam rumah itu terdapat sepasang Ayah Dan sang anak dengan suasana yang yang cukup tegang


Dengan penuh rasa penasaran akan Ayah nya yang bertingkah aneh pada pagi ini, Zaku pun bertanya...


"Ayah mau kemana kau?, kenapa seragam mu berwarna putih?,itu lambang apa Ayah?"Ucap


Zaku, seorang anak berumur 10 Tahun yang sedang terheran-heran dengan lambang "A" yang tertempel pada seragam yang di kenakan Ayah nya tersebut.


Seorang Ayah dengan tinggi badan 190 CM dengan umur di kisaran 35 hingga 37 tahun, Rambutnya Hitam pekat mirip seperti sang anak tetapi terlihat lebih dewasa...


"Ayah kenapa kau tidak menjawabku?, sikapmu aneh pagi ini?,Ayah!"


Ayah nya terus berjalan dengan Muka yang terlihat masam.


"Ada apa Ayah hari ini, kenapa dia seperti ini?"


kata Zaku yang terus bergumam di dalam hatinya...


Ayah nya terus berjalan, berjalan dan berjalan hingga dia bertemu Celina atau sang istri sekaligus ibu dari Zaku...


Suara lembut dan penuh kehangatan keluar dari sang ibu Zaku yang berkata, "  'Aya' kenapa kau tidak menjawab dia?, jawablah, aku tau kau sibuk akhir-akhir ini, tetapi sempatkan untuk mengurus keluarga mu!" kata Celina dengan sedikit rasa kesal kepada Ayato sang ayah dari Zaku


"Maafkan aku, cuma ada hal penting" sedikit nada sedih yang terdengar dari ucapan Ayato tersebut


"Ada masalah apa?' ucap Celina


lantas Ayato pun menyauti nya dengan berkata "Engga kok, biasa aja, gaperlu di khawatirkan"


"Aku berngkat dulu, Jaga diri kalian Baik-Baik..


Melihat Ayah nya berangkat bekerja Tiba-Tiba dalam benaknya terpikirkan suatu pikiran liar yang muncul secara tiba-tiba "Seperti salam perpisahan saja", kata Zaku dalam benak liarnya.


Beberapa menit kemudian...


"Berita Terkini, Kantor pusat dari Anzeyra city terbakar habis....., Beberapa korban di temukan......, Di perkirakan korban lebih banyak dari para pegawai...."

__ADS_1


Mata Zaku yang melihat acara TV itu membuat Zaku kaget dengan detak jantung yang berdetak cepat,


"Dug Dug Dug Dug Dug", matanya melebar, perasaan nya tidak enak, keringat dingin keluar dari dahinya!!!!!, Rasa mual muncul dari perutnya dan tiba-tiba!!!"


"Akhhhh", Suara Zaku yang terkaget bangun dari mimpi nya!


matanya buram, Kakinya sakit sekali seolah telah di patahkan, perlahan demi perlahan, Zaku terus berusaha membuka matanya di tengah gelapnya malam yang menyelimuti atap gedung tersebut....


Bajunya basah kuyup, dan masih membekas perasaan tidak enaknya itu di dalam hatinya.....


"Aku mimpi itu lagi ya" Ucap Zaku dengan bermuka masam...


"Kaki ku tidak dapat di gerakkan, Aku tidak dapat melihat dengan jernih, bajuku basah kuyup, dan tidak ada seorang pun di sini..."


Dia mengeluh seolah menyalahkan dirinya yang telah kalah dan gagal dalam tujuannya menyelamatkan ibunya...


pikiran Zaku sekarang di penuhi rasa cemas, dia terus berburuk sangka di dalam hatinya


"Ibu apakah kau sudah mati, Ayah kenapa kau meninggalkanku dulu, Ayah ibu mencari mu"


ucap Zaku dengan nada abstrak di dalam hatinya...


Perlahan Zaku melihat Ludox yang ada di tangan kirinya...


"Tunggu dulu, Aku kalah?!!!, Aku?!!, kalah?!!!"


Kata Zaku dengan nada tingginya


Dia berbicara sendiri, seolah akalnya sudah tidak sehat lagi....


Namun hal ini wajar terjadi karena selama hidupnya belum ada yang bisa mengimbanginya dalam pertarungan kecuali dua sahabatnya.....


"ekkk, Ughhh" Perlahan tapi pasti, Zaku mencoba berdiri dari posisi terbaring nya itu, namun belum sempat berdiri kakinya terasa sangat sakit sekali, padahal, ,Zaku sudah biasa dalam berlari jauh di atas gedung...


Dengan menahan rasa sakit dan kuatnya tekad untuk kembali, Zaku berjalan perlahan, sambil menggeret kaki kirinya...


"Zrekk, Zrekkk, Zrekk" Bunyi kaki kiri Zaku...


Dia berniat untuk turun melalui tangga lewat pintu di atas gedung tersebut...


"Ceklek, klek, klekkk!!" sial! pintu ini terkunci!!?


Dengan penuh menahan rasa sakit "Duarrrrr" Zaku memukul pintu Titanium itu dengan keras, tentunya sambil menahan rasa pedih dan sakit dari kaki kirinya....


Namun usaha nya untuk mengahancurkan pintu itu tidak sia-sia, pintu itu berhasil terbelah menjadi dua bagian, dan membuka jalan untuk Zaku menuruni tangga...

__ADS_1


Langkah demi langkah, rasa sakit demi rasa sakit, Zaku terus menuruni tangga gedung tua terbengkalai itu yang di selimuti aura kegelapan yang mencekam


satu-satunya suara yang Zaku dengar adalah langkah kakinya sendiri...


"plak,plak,plak"


Akhirnya dengan penuh usaha dan rasa sakit Zaku bisa turun dan keluar dari gedung tua tersebut....


Di luar ternyata banyak Air yang tergenang karena hujan lebat yang mengguyur Kota bagian Utara itu...


Namun di tengah berjalan nya Zaku, dia berniat untuk meng asingkan dirinya sendiri, untuk beberapa hari kedepan...


Dia berniat untuk menyusun kembali rencana dan mencari si pria berjubah hitam tersebut, dan tak lupa pula untuk menyelamatkan ibunya...


Setibanya di rumah, ternyata ibunya juga belum datang, "Wajar saja sih, kan memang gaada, tapi kenapa aku berharap ada" ucap Zaku....


Beberapa saat kemudian.....


Tepat pada pukul 1:00 setelah membersihkan diri, dan memperban kaki kirinya yang cedera, dia terbaring dan melepaskan lelah akibat pingsan terbaring selama 12 jam di atas atap gedung....


karena tidak dapat tenang Zaku ingin mencoba suatu hal, yakni mengamati ulang rekaman pertarungan 13 jam yang lalu yakni pertarungan dari si pria berjubah hitam tersebut...


Karena setiap dia melakukan suatu tujuan, Zaku selalu menyembunyikan sebuah kamera ber ukuran mikro di dalam Jaz nya...


"Kamera nya ternyata hancur" kata Zaku, astaga ini hancur karena pukulan dari pria sialan itu...


"bagaimana cara aku meng analisis gerakannya, jika unsur terpentingnya sudah hancur!, aghhh sial sekali!!!"


di tengah rasa kesalnya, Zaku berniat menggunakan cara gila untuk meng ilustrasikan pertarungannya tersebut, Dia mencoba menggunakan ingatannya, dan menggambarnya dengan sketsa abstrak yang di dapatkan melalui ingatannya....


"Sreettt, srahssss" bunyi pensil Zaku yang sedang meng ilustrasikan gerakan dari si pria itu...


"Duakhhh, Buakhhh, wushhh" suara pertarungan yang di dengar oleh Zaku melalui ingatan itu..., Dan dengan kehandalannya dia bisa membuat gambar ilustrasi dari gambar ingatannya....


Dan tidak di sangka, ternyata ilustrasi yang di gambar nya itu bisa memiliki kemiripan dengan persentase 99% dari yang asli...


Sekitar 20 menitan dia mengamati gambar itu....


Sontak Zaku berkata dengan lisannya...


"Dia bukan manusia...."


"Bagaimana bisa bagian yang ku anggap celah ternyata hanya sebuah ilusi yang membuatku terkecoh sehingga serangan dari ku banyak sekali yang meleset, ini tidak masuk akal sekali, bahkan, inteljen-inteljen profesional yang memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata manusia jauhh dari pria ini, tidakk!, dia bukan manusia, maka lucu sekali jika ku sebut pria, hahaha"


Sedikit kepuasan di dalam hatinya, karena seolah dia telah menemukan lawan yang bisa mengimbanginya selain kedua sahabatnya....

__ADS_1


__ADS_2