Eternaly Of Dream

Eternaly Of Dream
Episode 1 : Cahaya dan Sinarnya


__ADS_3

Sudah berhari-hari Xuin sendirian.


Ia sangat rindu kedua orang-tuanya yang meninggal secara mendadak.


Dulu, Xuin sempat dirawat nenek-nya sendirian yang berusia 78 tahun. Xuin kecil yang masih berumur 5 tahun itu sudah terlatih untuk membantu dan menemani neneknya disaat yang diperlukan. Nennek Xuin sangat sayang kepadanya sampai-sampai Ia menjual emas warisan dari ibunya demi membiayai makan, sekolah, dan keperluan Xuin nantinya.


Bakat Xuin sudah ditunjukan sejak TK. Ia bisa menggambar dan bernyanyi dengan baik. Sekolah Xuin, sering menunjuk Xuin untuk maju keperlombaan seni. Dengan begitu, uang yang diterima Xuin juga sangat cukup untuk membiayai makan, sekolah dan keperluan mereka.


Suatu hari saat Xuin sudah berumur 19 tahun, Nenek-nya meninggal mendadak karena gas monoksida yang berasal dari briket yang mau Ia nyalakan saat pagi hari karena kedinginan. Xuin yang sudah pulang hanya bisa mematung melihat neneknya mati disaat yang tidak tepat dari jendela luar. Untungnya, tak jauh dari rumah Xuin yang berada didalam sebuah gang, ada kantor pemadam kebakaran yang selalu buka 24 jam.


Ia segera meminta mengikuti Xuin serta meminta untuk segera mengeluarkan neneknya dari rumah itu.


Semuanya selesai. Setelah nenek Xuin dinyatakan meninggal, Xuin hanya bisa meneteskan air mata karena, nenek-nya yang sudah merawat Xuin selama 15 tahun tanpa henti.


โš˜โš˜โš˜โš˜


Pagi hari disambut kicauan burung dan alarm jam dari ponsel milik Xuin.

__ADS_1


Xuin yang masoh sangat mengantuk memaksakan dirinya untuk bangun dan bekerja walau dihari libur.


Ia tinggal disebuah apartement dilantai 7 yang menurutnya mempunyai pemandangan yang pas karena, bisa melihat beberapa gedung tinggi yang terasa hampir Ia capai.


Xuin berjalan perlahan seperti zombie menuju kamar mandi. Saat Ia melihat wajahnya, Xuin hanya tertawa


"Ahahahahha. Hey Wang Xuin, rambutmu seperti sarang burung. Ahahahahah"


Kata Xuin sambil mengejek dirinya yang berambut acak-acakan.


Xuin mulai menyikat gigi, mandi, membersihkan wajah dan memasak mie instan yang sudah Ia beli kemarin lusa.


"Wang Xuin, apa yang harus aku lakukan sekarang ??"


Tanya Xuin pada dirinya.


Ya, Xuin adalah pribadi yang suka bergerak, sangat mandiri dan cerdas

__ADS_1


Saat SD kelas 4, Ia pernah diberi soal Matematika yang susah dan tidak bisa dikerjakan murid manapun bahkan beberapa kakak kelas. Dengan polosnya, Xuin kecil mengangkat tangan lalu mengerjaakan soal dari pak Gurunya untuk dikerjakan dipapan tulis. pak Guru kaget dengan jawaban Xuin yang ternyata benar. Lalu, Ia mengetes Xuin di-ruang guru untuk mengerjakan beberapa soal sulit. Begitu Xuin selesai, Pak Gurunya mengecek jawaban Xuin dan ternyata benar. Disitulah Xuin mulai diikutkan olimpiade sekolah yang mapelnya matematika.


Saat SMA, Xuin memilih fokus ke-bidang seni dan memilih menguasai sebuah alat musik yaitu biola.


Tak terasa, Xuin hampir tertidur dan hampir melupakan mie yang Ia tadi masak.


Ia segera berlari menuju Mie itu dan melihat apa air yang Ia masak bersama mienya masih ada sisa.


Untungnya, masih ada sedikit air tapi, tidak bisa dijadikan kuah.


"Xuin, apa lau masih mengantuk ?? Ini sudah pagi, cerobohnya aku"


Katanya sambil menuangkan mienya keatas piring.


Jangan lupa dukung Author terus yaa~


Komentar jika ada pertanyaan, nanti bakal dijawab diakhir novel๐Ÿ˜€

__ADS_1


Terimakasih ya~ I lup yu ๐Ÿ™‚


__ADS_2