Ezra Is Learning "What Love Is That?"

Ezra Is Learning "What Love Is That?"
Chapter 3: Haruka Lumina


__ADS_3

Setelah menunggu pun akhirnya seminar itu dimulai. Dilihat dari layar hp ku terdapat banyak orang yang menghadiri seminar ini kira-kira sebanyak 7000 an dengan dibagi ke 70 room, tidak ku sangka kalo banyak juga orang yang penasaran seperti ku. Pertama terdengar suara laki-laki remaja yang membuka acara itu dan kemudian dilanjutkan oleh seorang perempuan yang mengikuti alur dari laki-laki itu dan mereka disebut moderator.


"Selamat Sore semuanya! perkenalkan nama saya Sean dan yang disebelah saya.." Orang itu memperkenalkan dirinya dan menunjuk perempuan disebelahnya.


"Saya Lucy."


"Disini kami berdua akan menjelaskan tentang cinta dari yang paling dasar sampai.." Jelas Sean.


"Akhir." Sambung Lucy.


melihat keahlian mereka dalam berbicara dan mengajak orang yang tidak mereka kenali sebelum masuk ke acara utama dengan melempar pertanyaan, membicarakan yang berbeda dari topik dan juga membuat kesalahan yang bisa membuat orang-orang tertawa untuk mengikuti alur mereka, kupikir itu sangat keren karena bisa sangat mendominasi.


"Kak Sean aku dapat pertanyaan nih dari room 27." Lucy membaca komentar dari penonton. "Kak Lucy apakah kalian berdua berpacaran? hm.... kalo begitu kita biarkan Kak Sean yang menjawab."


"Lah kok ke Aku!" Jawab Sean dengan nada kaget yang membuat banyak orang menulis komentar seperti menunjukkan sedang tertawa.


"Huh, sayangnya kami berpacaran. Dan yang lebih disayangkan kami berdua sudah bertunangan." Sean Kembali menjawab yang membuat orang-orang yang berharap dengan Lucy menulis komentar yang cukup bar-bar.


Lucy pun terlihat sedang marah kepada Sean, sambil memukul pelan Sean yang menciptakan suasana bagus sebelum acara utama dimulai. Komunikasi yang bagus, Saling mengerti, dan Ke pas an dialog yang tidak bisa didapatkan dengan hanya berlatih. Jadi inikah yang disebut cinta? yang bisa melahirkan pasangan yang sangat spektakuler.


"Baiklah semuanya! kita langsung saja panggilkan pengisi seminar kita yang merupakan orang yang sangat hebat dalam bidang percintaan." Sean mulai mengganti gaya bicaranya menjadi sedikit serius.

__ADS_1


"Lisa halbred."


Lisa halbred... oh! aku tau nama itu. Dia adalah orang yang menulis buku yang membuat ku penasaran tentang cinta karena kata-kata nya yang bagus, mudah dimengerti dan tidak ambigu.


Dan benar saja ketika aku mendengar kan Lisa halbred berbicara, tidak sedikitpun aku merasa bosan. Malahan, aku semakin bersemangat untuk menunggu kata demi kata yang akan dikatakan dia selanjutnya.


Setelah beberapa jam berlalu dan akhirnya seminar itu pun beres. Sebenarnya ada banyak yang ingin aku tanyakan kepada Lisa halbred tapi, aku tidak tahu harus bagaimana berbicara kepada orang yang tidak ku kenal.


Orang-orang pun perlahan-lahan meninggalkan room grup itu, ngomong-ngomong di room ku masih tersisa dua orang yaitu aku dan orang lain dengan id:Lumina_Haruka.


"Hi." Tiba-tiba orang itu memberikan stiker di chat room ini.


Aku pun membalasnya dengan stiker yang sama yang dia kirim.


Aku kembali membalasnya dan aku bilang karena aku masih penasaran mengapa aku belum mengerti tentang pasangan di topik cinta itu. Mengapa dengan memiliki pasangan bisa berdampak besar seperti yang di bilang Lisa halbred dan setelah itu aku pun balik bertanya mengapa dia masih ada di room ini.


"Eh, eh.. kalau aku.. sedang mencari pasangan yang mau dengan ku. Dari tadi aku menulis siapapun yang tertarik padaku tolong chat. Setelah lama menunggu pun tidak ada yang ngechat aku."


Setelah membaca apa yang dikatakannya, aku merasa kalau dia lagi jual diri.


"Apakah kamu mau berpacaran denganku?"

__ADS_1


Hah? aku heran dengan apa yang dia tulis.


"Maksud mu denganku? Alasannya?"


"Iya!" Balas Dia cepat. "Karena sepertinya kamu tidak mengerti pasangan itu, karena kamu tidak belum pernah berpacaran."


Emang benar sih yang dia omongin. Karena sesuatu yang bisa membuat kita agar mengerti apa yang sulit dimengerti adalah dengan pengalaman tentang hal itu.


"Tapi yang dikatakan Lisa halbred, kalau memiliki pasangan itu harus yang sudah saling mengenal, dan mencintai." Aku melempar pernyataan kepada dia.


"Yah memang benar sih, tapi kamu kan tau apa yang dikatakan Lisa halbred lagi setelahnya. Meskipun kita belum saling mengenal, kita pun bisa lebih mengenal sambil berpacaran."


Benar juga yang dia katakan, apa sebaiknya aku menerimanya agar bisa memenuhi rasa penasaran ku.


"Mau?"


Dan juga melihat apa yang ditulis dia barusan, jadi membuat ku ingin menerima nya karena sepertinya dia sangat berharap.


"Baiklah kalau begitu Perkenalkan nama ku Naomi Ezra."


"Namaku Haruka Lumina."

__ADS_1


Dan kami pun saling bertukar kontak hp agar lebih enak untuk berbicara.


__ADS_2