Ezra Is Learning "What Love Is That?"

Ezra Is Learning "What Love Is That?"
Chapter 5: Ezra ingin selalu dipikirkan oleh orang lain


__ADS_3

membaca pesan itu , Lumina pun langsung panik. Lumina tidak mengerti kenapa Ezra bilang ingin berhenti. Yang dia pikir akhirnya bisa menemukan pacar yang akan bertahan selamanya. Karena dibandingkan dengan sikap awal pacarnya yang sebelum sebelumnya yang kelihatan hanya ingin mengincar harta nya saja.


Tanpa pikir panjang karena tidak mau kalau hubungannya dengan seorang pacar lagi dan lagi rusak, Lumina pun langsung menelpon Ezra dari aplikasi Notebook itu.


Hanya beberapa detik dan Telpon itu langsung diangkat oleh Ezra.


"Oh ternyata benar kata kamu kalau aplikasi ini bisa dipakai buat nelpon juga!" Kesan pertama Ezra setelah mengangkat telpon dari Lumina. "Eh kenapa kayaknya kamu lagi nanges?"


Anggapan Ezra karena dia seperti mendengar suara tersedu-sedu di telpon itu.


"Apa maksudnya kamu bilang bisakah kita berhenti? kenapa kamu menulis sesuatu yang sangat menyakitkan seperti itu. Aku tahu kita belum saling kenal tapi biarkan Aku menjadi pacarmu dan.. dan setelah itu kita bisa saling mengenal!" Ucap Lumina sambil masih tersedu-sedu.

__ADS_1


Dan sekarang malah Ezra yang kebingungan dengan apa Yang diucapkan oleh Lumina barusan. Tapi tidak perlu waktu lama setelah dia kembali membaca pesan tadi dia pun bilang kalau Lumina salah kira.


"Maaf tadi aku gak jelasin dengan benar. Maksudnya, aku ingin berhenti dulu Karena disuruh sama ibu makan dulu. Dan juga apakah kamu 17 tahun? suara dan tubuhmu seperti anak SD.


"A..aku bukan anak SD! aku sudah SMA tahu." Sekarang suara Lumina berubah menjadi seperti sedang marah. "Tapi bener kan itu semua? maaf aku malah salah sangka."


"Gak apa-apa kok lagian salah Aku juga Mengirim pesan kurang detail. Biasanya tidak begini, kayaknya karena aku lapar."


"Eh... eh kamu lapar duh.. eh, gimana Aku bingung Maaf Aku malah nelpon maaf!" Ucapan Lumina pun jadi kurang jelas karena gugup dan khawatir Ezra kelaparan.


e Lumina bisa seperti kak Sean dan kak Lucy yang sangat mendominasi sebagai pasangan.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok lagian itu sudah seharusnya kalau seorang laki-laki mengangkat telpon dari pacarnya." Ezra mengetahui hal itu dari buku yang dia baca, yang ditulis oleh Lisa halbred.


"Jadi gapapa! kalau begitu boleh kah aku nanti menelpon lagi?"


"Ya!"


Dan telpon ditutup. Ezra merasakan sensasi yang sangat aneh, dia menatap wajahnya di cermin dan mendapati dirinya sangat senang. Apakah memiliki pacar berarti kamu akan dipikirkan oleh pacarmu? itulah yang dipikirkan Ezra.


Karena setelah ayahnya meninggal, dia pun jadi kurang mendapat kan perhatian. Ibu nya selalu sibuk bekerja dan pulang pas sebelum makan malam.


Jadi dari dulu dia selalu sendirian meskipun ada Runa, Bel dan Ren yang merupakan temannya dari TK, mereka hanya bertemu di sekolah saja karena Rumah Ezra dengan Bel dan Ren cukup jauh.

__ADS_1


Sedangkan rumahnya dengan Runa cukup dekat dan mereka berdua pun selalu berangkat sekolah bersama. Tapi karena keluarga Runa yang ingin Runa menjadi pintar, Runa pun selalu ada les sepulang sekolah setiap harinya kecuali hari Minggu. Dan Minggu pun Runa selalu bangun saat sore.


Meskipun dia sangat senang dan ingin segera membaca buku tentang cinta itu, agar dia bisa menjadi orang yang keren bagi Lumina. Itu juga sama perkataan dari Lisa halbred yang tertulis di buku itu kalau laki-laki harus keren didepan pacarnya. Tetap saja kalau lapar harus makan itu yang lebih memenangkan pikirannya.


__ADS_2