Fake Secretary

Fake Secretary
Musibah


__ADS_3

Cerry mulai memasuki restoran, saat ia sampai pada pada lantai satu, bisa ia lihat ada banyak sekali anak-anak remaja yang sedang berkumpul sambil bercanda gurau, lanjut ke lantai dua, disini memang memiliki lift, tapi dasar Cerry yang lebih memilih untuk menaiki tangga dari pada lift yang memang sudah tesedia.


Ternyata di lantai dua adalah ruangan privat untuk usia 16 hingga 19 tahun, sedangkan di lantai 3 adalah ruangan salon dan juga spa.


waah Ini memang restoran kelas atas, setahu Cerry restoran itu tidak ada yang namanya salon atau pun spa.


Sekarang Cerry berada di lantai 7, ini adalah lantai khusus dari umur 23 hingga 30 tahun, segera Cerry mencari tempat duduk, dan saat ia melihat tempat kosong ia segera duduk di sana, lalu ia langsung melihat dan memesan menu yang akan di makannya.


"Terimakasih!" ucap Cerry ketika seorang pelayan telah datang sambil membawakan makanan yang tadi telah di pesannya.


"Enak juga rasa makananya, ternyata bukan cuma tempat sama interiornya aja yang enak di pandang, tapi rasa makanannya juga ngena banget di lidah, enak bangett!"


Cerry tidak tahu saja jika saat awal dia memasuki restoran hingga ia makan, ada seseorang yang telah mengawasinya.

__ADS_1


saat telah selesai makan, Cerry langsung saja membayar dan pergi ke mall untuk membeli kebutuhannya, serta perlengkapan untuk ia menyamar. oh iya, Cerry telah memutuskan bahwa ia akan menyamar sebagai seorang laki-laki.


Lagipula itu akan sangat memudahkannya untuk menghancurkan hubungan antara Reza si mantan pacarnya, dan juga Shena sepupunya.


Mulai dari kemeja hingga jas dan jam tangan, bahkan week dan kumis pun dibeli oleh Cerry


Setelah semuanya di rasa cukup, ia segera membayar dan tak lupa juga sebelum pergi dari sana, Cerry sudah lebih dulu mencoba mengenakan pakaian yang di belinya, dan di pakainya hingga ia keluar dari mall.


Saat ia akan menyeberang tidak sengaja ia tertabrak sebuah mobil mewah, yang memang tidak di ketahui datang dari mana, padahal ia sudah memastikan tidak ada kendaraan yang akan lewat, karena jalanan sedang sepi.


Tapi yang namanya musibah tidak tahu datang dari mana pasti tiba-tiba, untungnya sang pembawa mobil sempat mengerem sehingga Cerry tidak terluka parah.


"Awwh, aduh kepala gue pusing banget lagi" ucapnya seraya memgangi kepalanya yang ternyata berdarah.

__ADS_1


sang pengendara mobilpun turun, dan segera membantu Cerry berdiri dan saat ia akan membawanya ke rumah sakit Cerry menolak.


"Astaga maafkan saya tuan! Saya benar-benar tidak sengaja, saya sedang ingin mengantar bos saya untuk pergi meeting bersama kliennya tuan, makanya saya mengendarai mobil saya dengan kecepatan yang penuh, sekali lagi maafkan saya tuan!" ucap sang pengendara yang meminta maaf dengan tulus.


"Tapi tuan apakah ada luka yang parah, saya bisa mengantar tuan ke rumah sakit, dan mengobati luka tuan?"tanyanya yang mana malah membuat kepala Cerry semakin pusing.


"Tidak-tidak, itu tidak perlu lagipula luka saya tidak separah itu untuk di bawa ke rumah sakit, terimakasih atas tawarannya." bukannya tidak mau hanya saja Cerry masih trauma dengan rumah sakit, yang mana di sanalah kedua orang tuanya tiada.


**Tbc


Terimakasih sudah mampir untuk membaca cerita saya.


Dimohon untuk kalian yang menyukai karya saya, jangan lupa untuk like, vote dan favoritenya ya**.

__ADS_1


__ADS_2