Fake Secretary

Fake Secretary
Kerja2


__ADS_3

Happy Reading Guys!


Seseorang yang sedari tadi menunggu di dalam mobil, membuatnya jengah dan ia segera turun, "Apakah sudah selesai, Saya harus segera pergi meeting akan segera di mulai"


Perkataan orang tersebut membuat atensi dari keduanya teralihkan. dan saat Cerry melihat penampilan pria tersebut, sebuah ide tiba-tiba saja datang ke otaknya.


"Aduuh kaki saya sakit, bagaimana ini saya masih harus mencari pekerjaan, hidup saya saja sudah susah, dan sekarang keadaan saya menjadi seperti ini, huhuhu". Untung saja Cerry sudah mengubah suaranya menjadi sedikit mirip dengan laki-laki saat ia berbicara dengan orang yang menabraknya ini.


"Bukankah pakaian yang kau kenakan sangatlah bagus, apanya yang hidup susah?" benar Cerry sampai lupa dengan apa yang ia kenakan sekarang adalah salah satu barang branded, memutar otaknya berpikir supaya ia bisa bekerja dengan orang di depannya ini.


"Memang benar, tapi ini adalah pakaian yang saya beli sebelum saya di pecat dari pekerjaan saya tuan, saya rela menabung hanya untuk membeli sesuatu yang saya sukai, dan salah satunya adalah pakaian yang saya kenakan ini tuan." Ucap Cerry sambil menundukkan kepalanya sedih.


Pria itu melihat jam tangannya, dan kemudian ia menghela nafasnya kasar, "Jadi maksudmu, kau ingin saya bertanggung jawab?"

__ADS_1


"Tanggung jawab?, tapi sayakan tidak sedang hamil tuan, eh!" Cerry segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, saat ia mengatakan hal yang tidak wajar, apalagi sekarang ia tengah menyamar menjadi seorang pria.


Menaikkan sebelah alisnya, kemudian terdengar suara kekehan dari pria itu, "Apakah dirimu sudah gila karena telah di pecat, kalau begitu biar saya antarkan anda ke rumah. sakit jiwa terbaik di negara ini."


"Tidak tuan, maksud saya, saya hanya ingin mendapatkan pekerjaan kembali tuan, jika saya menganggur terus, mungkin saya akan segera tinggal di jalanan tuan"


"Huufth baiklah, ini adalah kartu nama saya, jika kau mau pergilah ke alamat ini, dan bilang saja jika kau adalah orang terpilih, apakau mengerti."


"Ya! ya! tentu saja saya mengerti tuan, terimakasih banyak tuan, besok saya akan segera kesana." Cerry mengambil kartu nama itu dengan senang hati.


"Kalau begitu biar sekalian saja kami mengantar anda pulang ke rumah anda, emm tuan..."


"Aa tidak, tidak, jangan memanggil saya dengan embel-embel tuan, saya hanyalah orang kecil, bukan orang besar seperti kalian, dan ya perkenalkan nama saya Zoe, kalian bisa memanggil saya Zoe!" Cerry langsung memperkenalkan dirinya sebagai Zoe seraya menarik tangan kedua pria di hadapannya secara bergantian.

__ADS_1


"Eemm, karena masalah kita sudah selesai, kalau begitu saya pulang duluya, sampai bertemu di tempat Kerja, bye-bye!" pamit Cerry seraya ia melambaikan tangannya ke kanan dan ke kiri.


"Bye-bye? bukankah hanya perempuan yang sering mengucapkan kata-kata itu kan' daniel?" tanyanya pada asistennya yang tadi mengendarai mobil.


"Iya tuan, lagipula laki-laki tidak terlalu lebay seperti perempuan yang akan selalu mengucapkan kata seperti itu saat mereka akan berpisah tuan." jawab sang asisten daniel.


"Dia pria aneh!"


"apanya yang aneh tuan?" tanya asisten daniel


"Bukankah jika seseorang tertabrak mobil, mereka akan minta imbalan berupa uang, bukan pekerjaan, apalagi jika mereka adalah orang susah, bukannya lebih baik uang dari pada harus susah-susah bekerja kan?" asisten daniel menganggukkan kepalanya mengerti.


**Tbc

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir untuk membaca cerita saya.


Dimohon untuk kalian yang menyukai karya saya, jangan lupa untuk like, vote dan favoritenya ya**.


__ADS_2