![Famous [Tokyo Revengers] X Male Reader](https://asset.asean.biz.id/famous--tokyo-revengers--x-male-reader.webp)
...Happy Reading ʕ •ᴥ•ʔ...
Keadaan Mikey
"Mikey! ada apa?" ucap Draken sedikit panik melihat sang Ketua yang memerah
"Hah? Tidak...."balas Mikey memalingkan wajahnya
"Kalau begitu, apa kau ingin membalasnya?''
"Tidak, kita datang lagi besok, Kenchin" Mikey tersenyum lalu berjalan meninggalkan Draken yang masih sedikit bingung
Ruang Osis
"Hahh, ini ruang osis atau tempat sampah sih? jorok amad, Yura!" ucap Ketua ruangan tersebut
"Ya..." yang dipanggil pun hanya menjawab dengan nada lesu
"Bereskan semua ini, kau jangan membuang sampah sembarangan!" ucapnya ngegas
"Yaampun ketua, bersantailah sedikit..." ucap orang yang bernama Yura itu sambil membaca manganya
"Kau tau? aku dari tadi lelah dengan pelajaran mtk, setidaknya biarkan aku membaca manga sebentar" ucpnya lagi sambil melanjutkan aktifitasnya
"Huhhh ya baiklah, tapi kau harus membereskannya nanti, jika tidak kau taukan?" ucap M/n mengepalkan tangannya
"Y-ya...aku akan membereskannya nanti" balasnya takut
M/n menurunkan tangannya dan pergi ke arah kursinya
"Oh iya, kenapa kau tidak masuk ke kelasmu tadi,
M/n?" -Yura
"Guru nya ada urusan, jadi gak ada kelas" jelas M/n
"Enaknya gw juga mau" ucap Yura iri
"gw bingung, gimana lu bisa jadi anggota osis padahal pemalas gini" -M/n
"YNTKTS" -Yura
"Cih, dahlah" ucap M/n sambil tidur di meja nya dengan tangan sebagai tumpuan
"M/n kok tiba tiba diluar sepi ya?" ucap Yura yang tiba tiba duduk dari rebahannya
"..."
"Iya juga..." ucap M/n pelan
Mereka berdua bertatap tatapan
"UDAH MASUK GOBL*KK!!" mereka berdua panik dan segera menuju kelas
n:sebelum M/n keruang osis, udah istirahat makan siang.
Dikelas M/n terlihat lesu, karena tidak makan siang
"gw laper" gumamnya
"M/n, ada apa?" ucap teman yang duduk didepan M/n
__ADS_1
"Hm? gapapa ko" ucapnya masih terlihat lesu
"belum makan lu?" tanya anak yang bernama Niko itu kepada M/n
"gitulah..., ngurusin anak orang tadi, ga sempet makan" jelas M/n
"Humm, mampusin ajalah" ucap Niko sambil mengganguk
"anjg lu" M/n ngegas
"wkwk, sorry²" -Niko
"Hei kalian!, apa ada masalah?!" ucap guru ngegas
"Ah, tidak sensei, maaf" balas M/n
Skip, Pulang Sekolah
"Tadaima..."
"Okaeri" ucap wanita yang tidak lain adalah ibu M/n
"Eh? kaa-san kok udah pulang? biasanya malem" tanya M/n
"Iya, kaa-san mau nyusun barang, buat keluar negeri" jawab ibu M/n
"Ehhh??, kaa-san mau pergi???, trus M/n gimana?" tanyanya sedikit panik
"Maaf ya, kaa-san kesana karena ada urusan kerjaan sama bos kaa-san" jawab ibu M/n
"Yahh, tapi M/n gamau ditinggal, lagian M/n masi kecil kan??" ucap M/n
"Haha, kamu nih ya, buat gemes aja, tinggi kamu aja udah kaya tiang listrik, masi mau bilang kecil?" ucap ibu M/n sembari tertawa
"Oke, tapi jangan lama² ya?" ucap M/n memeluk ibunya
"Iya, 5 tahun aja kok" balas ibu M/n kemudian membalas pelukan M/n
"Li-lima hari?" -M/n
"Tahun" -Ibu
"L-lima bulan?" -M/n
"Tahun sayang" -Ibu
"Hah?!? kok tahun si?!" ucap M/n ngegas
"Kerjaan menumpuk disana, orang yang seharusnya mengelolanya pergi membawa uang perusahaan, jadi perusahaannya terancam bangkrut" jelas ibu M/n
"Cih, dasar ga bertanggung jawab" ucap M/n mendecih
"Kaa-san usahain deh pulang tiap 2 bulan sekali" ucap ibu M/n sambil mengelus punggung M/n yang masih memeluknya
"Kenapa ga tiap hari aja, pulang balek" tanya M/n
Ibu M/n hanya sweetdrop melihat kelakuan anaknya yang tiba² seperti anak kecil yang masih polos
M/n bisa berubah sifatnya jika bersama orang yang dia sayang, dia lebih cenderung berubah menjadi seperti anak kecil ketika bersama ibunya
"Jangan gitu ah, kamu dah gede, dah bisa urus semua sendiri, harus mandiri ya" ucap ibu M/n masih memeluknya
__ADS_1
M/n pun melepas pelukannya
"Baiklah, aku akan berusaha, janji ya 2 bulan sekali harus kunjungi aku disini, kalau udah 5 tahun, kita tinggal bareng lagi" ucap M/n memperlihatkan wajah sedihnya
Ibu M/n yang melihatnya berusaha menahan tangisnya, jika ia tidak pergi, mereka akan susah untuk makan maupun memenuhi kebutuhan lainnya
"Iya..." Ibu M/n tersenyum melihat M/n
M/n pun membalas senyumannya
"Hehe, Kaa-san pertahankan senyummu ya?, aku menyukainya" ucap M/n kembali memeluk ibunya
"Eh? benarkah? baiklah! ibu akan selalu tersenyum!"
Dan akhirnya M/n mengatar ibunya ke bandara, walaupun berat dia melepaskan ibunya, tidak ada pilihan lain, M/n juga tau apa yang terbaik, dia tidak mau egois dengan mengikuti kehendaknya agar ibunya tetap tinggal bersamanya
"M/n! jangan nakal ya! awas aja kamu kalo nakal" -Ibu
"Hehe, iya! gaakan nakal kok!" -M/n
"Makan yang teratur, jangan begadang, harus rajin belajar, gaboleh berantem yah?" -Ibu
"Iya, kalo yang terakhir sihh M/n gak yakin, hehe" -M/n
"Heh" ucap Ibu M/n mencipitkan matanya
"Gaboleh berantem kecuali membela diri" ucap Ibu M/n mencubit pinggang M/n
"I-itte te, hai'k hai'k wakatta" ucap M/n kesakitan sambil menjauh sedikit
"Kalau gitu kaa-san bisa tenang, kamu udah janji lohh" -ibu
"Iya..." -M/n
"Yaudah kaa-san pergi ya.." -Ibu
"Iya, dadahh" -M/n
"Kaa-san bakal kirim uang kok, nanti kalau ada apa apa bilang ya?" -Ibu
"Iya" -M/n
Ibu M/n tersenyum sembari pergi meninggalkan M/n yang masih melambaikan tangan nya
Ibu M/n berbalik dan berteriak membuat orang orang melihat ke arahnya
"SAYONARA, ANAKKU SAYANG!!" ucap ibu M/n sembari menangis
M/n yang melihatnya hanya bisa menatap ibunya yang sedang melambaikan tangan dan menangis
Dia sedikit terkejut, namun kembali tersenyum
"SAYONARA, KAA-SAN, JAGA DIRIMU YA!!, JANGAN NANGIS DONG! M/N SEDIH NIH!" M/n juga ikut berteriak, tidak peduli apa yang dikatakan orang orang, dia melambaikan tangannya
"YA!"
Lalu ibunya pergi memasuki pesawat
Sungguh mengharukan, orang yang disana pun maklum dengan apa yang ibu dan anak itu perbuat, mereka tau kalau perpisahan itu memang menyakitkan
...___________________________________...
__ADS_1
...Bersambung~...