Flash Back

Flash Back
bab 2


__ADS_3

"maaf aku tidak bisa,permisi" tiba tiba itu saja yang bisa aku ucap kan aku tidak sanggup sungguh aku tidak ingin benteng pertahanan yang aku bangun setinggi mungkin tiba tiba runtuh karena harus sering bertemu kembali dengan nya .aku pergi dari ruangan itu terdengar suara Maya memanggil namaku .


aku bergegas keluar dengan langkah yang cepat tak peduli orang orang di sekitar membicarakan apapun tentang aku bahkan ada yang mengambil foto Vidio aku sama sekali tak perduli di belakang langkah Maya mendekat mengejar aku tak peduli sama sekali .pas sekali saat sudah di depan gedung sebuah taxi berhenti dan menurunkan penumpang tadi aku memberhentikan dan masuk tanpa tau tujuan tertentu.saat ini aku hanya ingin menghindar menghilang dari keadaan walau sebentar.


" tujuan kemana nona "


" tidak tau " jawab ku seenak nya


"baiklah kalau begitu bagai mana kalau kita hanya berputar putar saja dulu sampai nona benar benar mau pulang "


" heumm" jawab ku

__ADS_1


aku hanya berdiam untung pak taxi mau mengerti dan baik hati dengan keadaan ku , pikirann ku entah kenapa rumit sekali sungguh aku tidak ingin melihat nya lagi walau entah kenapa hati tidak bisa berbohong seakan kerinduan ku selama ini terobati senang bisa mendengar lagi suara nya senang bisa melihat kembali wajah rupawan itu .tapi aku tidak mau goyah mengingat cintaku begituh besar aku takut merusak semua rencana yang sudah tersusun .aku yakin pertemuan ini bukan hanyalah kebetulan saja melainkan rencananya lalu ada apa kenapa dia seakan akan ingin puas melihat ku menderita menunjukan padaku bahwa dia sudah bisa hidup bahagia dengan pasangan nya saat ini .


" PRIA KEJAM AGHHHHHH " aku menangis menjerit tak bisa menahan emosi rasa malu ku sungguh sudah tidak ad aku tau pak supir taksi mungkin kaget tapi dia hanya bisa melihat sekilas saja tanpa berkata apa-apa .


aku menangis sejadi jadi nya menumpahkan segala kekesalan ku menumpahkan emosi ku padanya tak habis pikir dengan dia membuat aku menjadi model iklan nya dengan kontrak lama apa apaan agar dia puas .


lama aku menangis hingga sudah berapa jam langit sudah sore aku bisa melihat perubahan nya di jedela kaca mobil ,saat ini entah kesekian berapa kali nya Maya menelpon aku tau pasti dia khawatir padaku dan bertanya tanya ada apa dengan sikap ku .


pak supir menggreyit heran mendengar aku meminta berhenti di jembatan gantung besar .


" nona bapak tau nona sedang ada masalah tapi turun di sini sendirian gak baik mending pulang kerumah orang tua nona pasti nyariin " bujuk pak supir taksi padaku dia pasti berpikir aku akan melompat dari jembatan ini .lagi pula kalau di pikir pikir siapa yang akan khawatir padaku .

__ADS_1


" gak apa apa pak aku ingin turun sebentar aja ingin cari angin kenceng gerah pak panas sambil mau menghubungi seseorang " jawab ku meyakinkan nya


" baiklah nona kalau begitu "


aku turun dari mobil memakai masker di dalam saku yang tadi sempat aku masukan untuk berjaga jaga menghindari dari paparazi .


saat pintu ku buka seketika angin menerpa wajah ku rasanya sedikit menenangkan sekali sudah beberapa akhir pekan aku jarang ke tempat ini biasanya kalau ada masalah aku selalu kesini memandang kedepan jauh tidak ada apa apa perlu berpikir menjrnihkan kembali otak agar aku bisa waras menghadapi semua .


" non apa perlu bapak tunggui "


ahhh aku lupa benar aku sedang tidak sendirian

__ADS_1


__ADS_2