
"Ooooooiiii!" berteriak dari kejauhan sambil berlari dengan terengah- engah.
Pakaian dan rambut berantakan (padahal sudah diganti sampai 10 kali sebelum berangkat).
"Ha..ha..ha.haaah~ ehhh kenapa suasananya jadi sedikit dingin dan sepi ya. Ah atau kalian sedang menahan diri untuk menyapa diriku yang tampan ini?" berkata dengan ekspresi khasnya.
"Cabul!!! Kau membuang - buang waktu kami!!!!!!" lima orang secara bersamaan berteriak ke arah Jhon kecuali Oreo.
"Eh..eh..eh..eh tenang! Tenang! Kalian tahu aku sudah berangkat sejak tadi tapi----" tiba-tiba berhenti bicara.
Oreo menghampiri Jhon dan merangkul bahunya lalu berkata, " Brother~ Apa yang sudah kau lakukan hari ini hehe...apa kau tidak akan menceritakannya padaku?".
Bagaikan saudara kandung, kalau sudah bertemu dan mengobrol bersama, alur cerita mereka langsung nyambung.
"Haaaaah~ Brother hari ini aku sial sekali..." keluh Jhon.
"Bagus!!!" kata yang lainnya secara bersamaan.
"Eeeeh! Sepertinya kalian senang sekali ya. Baiklah, sebenarnya ----------------" Jhon mulai menceritakan kejadian yang dialaminya.
Beberapa menit yang lalu.................
__ADS_1
" Haah pakai yang ini saja, lagipula hanya pertemuan biasa." kata Jhon lalu bergegas keluar rumah.
"Xiao Ji !" tiba - tiba kakak Jhon memanggil.
"Iya ada apa?" menoleh ke belakang dan menghampiri kakaknya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Xiao Mu pada Jhon.
"Aku akan bertemu dengan temanku, kami sudah berjanji datang bersama ke taman samping sekolah untuk mendiskusikan sesuatu." jelas Jhon pada kakaknya.
"Oh kalau begitu hati-hati ya. Dan juga jaga sikap cabulmu itu jangan sampai kumat lagi...!" kata Kakak Jhon.
Di tengah perjalanan Jhon melihat seorang gadis cantik yang sedang dimarahi oleh karyawan di suatu rumah makan sederhana. Jhon pun menghampiri gadis itu.
"Begini wanita ini memesan makanan tapi belum membayar, dan dia bilang akan ada orang datang yang akan membayarnya. Tapi orang yang ia katakan belum datang sampai sekarang." jelas Bapak tersebut
"Ah..ini saya saja yang membayar makanannya pak.." menjulurkan beberapa lembar uang pada Bapak tersebut.
"Baiklah." kata bapak itu setelah menerima uang dari Jhon lalu kembali bekerja.
"M-maaf sudah merepotkanmu.." kata gadis tersebut dengan gugup.
"Ah tidak apa, itu bukan masalah." jawab Jhon.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya mengobrol bersama selama beberapa menit. Jhon mulai tertarik dengan gadis tersebut dan diam-diam memegang tangan gadis tersebut sambil menanyakan nomor telepon. Tapi tiba- tiba seorang pria datang dengan tubuh yang kekar.
"Hey anak muda! Kenapa kau di sini?!" tanya lelaki itu dengan nada seram.
"Ah ini......itu....anu...." Jhon tiba-tiba merasa takut dan gugup.
Gadis tadi hanya terdiam dan tidak mengucapkan apa-apa.
"Kau dasar, masih muda sudah suka mengganggu istri orang! Tidak tahu istriku sedang hamil. Kalau ada apa-apa, apa kau akan bertanggung jawab?!" kata lelaki itu dengan tatapan sangar ke arah Jhon.
Jhon pun terkejut, dia tidak menyangka ternyata gadis yang tadinya dia ajak bicara ternyata seorang wanita hamil yang sudah bersuami.
"Masih tidak pergi!? Apa mau ku hajar ?!" bentak lelaki itu.
"Ma-maaf saya akan pergi sekarang,,," kata Jhon lalu lari ketakutan. (lupa kalau sedang ada janji dengan temannya.
Jhon terus berlari dan tanpa disadari seekor anjing mengejarnya dari belakang. Sambil berlari Jhon melihat kanan kiri dengan pikiran yang bingung alhasil ada sebuah pohon yang tidak terlalu tinggi, lalu ia naik ke atas pohon tersebut.
Lama ia duduk di atas pohon sambil menunggu anjing itu pergi, tapi anjing tersebut terus menggonggong di bawah Jhon.
Tak lama kemudian datang seorang satpam yang ternyata pemilik anjing tersebut, satpam itu lalu menolong Jhon.
Setelah semua sudah beres anjing itu dibawa kembali oleh pemiliknya dan Jhon kembali melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////