
China
Sebuah mimpi harus dibangun dengan kekuatan sendiri, bukan tentang seberapa banyaknya kekalahan yang diterima, melainkan sikap mental yang kuat untuk bangkit. Jika kamu tidak mempunyai itu semua, maka kamu adalah orang yang kalah.
"Sean, apakah kamu yakin dengan keputusanmu untuk keluar dari Villa ini? " ulang Seana Tan sekali lagi.
" Benar kak, aku ingin mandiri, aku tidak ingin selalu bergantung pada keluarga Lu. "
" Tidak ada yang salah jika kamu disini, kamu adalah bagian keluarga Lu. " ujar Lu Feng membantu Seana Tan.
" Aku sudah tenang melihat kakakku begitu bahagia disini, aku juga merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga ini, namun, bagaimanapun aku keluarga Tan, aku anak laki-laki satu-satunya. Aku harus membuat nama keluargaku harum dengan upayaku sendiri. "
" Lalu apa rencanamu? Aku akan mendukungmu.." jawab Lu Feng.
"Lu Feng!" teriak Seana Tan tidak terima melihat Lu Feng justru berbalik membela keinginan adiknya.
"Kakak, jangan marah pada kakak ipar. " bujuk Sean Tan." Lagian aku hanya keluar dari rumah ini, bukan memutuskan hubungan begitu saja. Kita bisa berjumpa kapan saja, kamu bersama kedua keponakanku, bisa main ke apartmentku. "
" Tapi tetap saja. Sean Tan, sangat susah bagi kita semua untuk bersama selama ini. " ujar Seana Tan keras kepala.
" Seana Tan, adikmu telah dewasa. Aku memahami keinginannya. Jika aku menjadi dia, mungkin aku telah melakukan ini sejak lama. " ujar Lu Feng lagi.
Seana Tan membalas perkataan Lu Feng dengan tatapan mematikan.
Lu Feng terlihat tidak acuh, dia tidak takut dengan tatapan itu, justru dia merasa gemas.
__ADS_1
Dia kembali memandang Lu Feng.
" Apa rencanamu? Aku akan membantu menyiapkan keperluanmu. Walau sangat disayangkan, keinginanku sebelumnya menginginkanmu membantu mengurus perusahaanku. "
Wajah Sean Tan bersemu merah,
"Sebenarnya aku sebelumnya mengikuti sebuah casting dan aku diterima. Aku tidak ingin kemampuanku dikatakan publik sebagai dukungan keluarga Lu dibelakangku."
" A.. A.. Apa aku tidak salah dengar?! " tanya Seana Tan terkejut, pandangannya beralih ke Lu Feng," Lu Feng... Aku tidak salah dengar?"
Lu Feng tertawa geli, tangannya mengelus kepala Seana Tan dengan lembut, "Tidak sayang, kamu tidak salah dengar. Adik kamu.." Lu Feng tertawa makin kencang. "Adik kamu memutuskan untuk menjadi seorang yang kita sebut sebagai artis! Ya, Sayang, adik iparku sedang merintis masa depannya menjadi seorang artis!!!"
Sean Tan mendengus kesal melihat reaksi Lu Feng, "Apa itu begitu lucu, kakak ipar?"
Lu Feng berhenti tertawa, memperbaiki posisi duduknya, menatap Seana Tan lurus, "Tidak ada yang salah, aku hanya tertawa melihat reaksi kakak tersayangmu."
Lu Feng berdehem kecil, " Adikmu memiliki tekstur wajah yang mirip denganmu, melihat kecantikanmu, aku tidak heran jika adikmu sangat tampan. Tidak setampan aku yang pasti. Walaupun tingginya tidak setinggi aku, namun dia memiliki postur tubuh yang bagus, tidak kalah dariku. Penampilannya sempurna! Karir tidak melulu tentang akademi, dan keberhasilan tidak melulu tentang pendidikan, setiap orang memiliki jalan tersendiri untuk sukses. "
" Kakak ipar, walaupun sangat menjijikkan mendengar setiap ucapanmu yang memuji dirimu sendiri, tetapi aku menghargai usahamu meyakinkan kakakku. Dia keras kepala. "
" Benar, susah untuk menang darinya! " jawab Lu Feng antusias.
" Dasar pria-pria brengsek! Kalian mengkroyok seorang wanita lemah!!! " geram Seana Tan marah.
" Lemah? " teriak Lu Feng berpura-pura terkejut, " Sayang, aku sangat tau kekuatanmu tiap malam. "
__ADS_1
Wajah Seana Tan menderah memerah, dia memukuli bahu Lu Feng yang dibalas tawa dari Lu Feng.
"Ehem.. Tolonglah kalian berdua, kembali ke topik!!!" ujar Sean Tan kesal.
Akhirnya Seana Tan berhenti memukuli Lu Feng, memperbaiki sedikit sikapnya dan memandang adiknya, "Baiklah, namun dimanapun kamu, kamu harus memberikan kabar."
Sean Tan tersenyum, akhirnya dia mendapatkan izin kakaknya.
"Namun, jika kamu membutuhkan sesuatu, cari aku dan kakakmu, kami adalah keluargamu, rumah ini selalu terbuka untukmu. Jika terjadi sesuatu padamu dan kamu mencoba menyembunyikannya, percayalah adik ipar, dengan cara apapun aku sendiri yang akan menyeretmu kembali ke hadapan kakakmu.. " ancam Lu Feng.
Sean Tan mengangguk, " Tenang saja, aku akan mencari kalian jika aku sudah tidak dapat menangani situasi yang mungkin menyusahkanku dikemudian hari. Namun, sebelumnya beri aku waktu untuk menyelesaikan halangan dihadapanku kelak, aku janji. "
Lu Feng mengangguk.
Bruakkkkkkkk!!!
Tiba-tiba pintu terbuka, Annie masuk dengan histeris, airmata mengalir diwajahnya.
" Aku ikut! Aku ikut dengan Sean Tan!!! Aku tidak mau ditinggal!"
"Tidak! " tolak Sean Tan mentah-mentah.
Annie langsung duduk disamping Sean Tan, memeluk pria itu erat..
" Sean Tan, matahariku, jangan tinggalkan aku. Aku ikut.. Ya.. Ya... " mohon Annie.
__ADS_1
Sean Tan berusaha melepaskan pelukannya dari Annie, dengan sorot matanya, dia mengirimkan Sinyal meminta bantuan Lu Feng.