
Malam yang sudah di nantikan oleh dua keluarga ini sudah tiba, tapi tidak di nantikan dengan dua orang yang ingin menjadi calon suami istri ini, apalagi Salma, rasanya ia ingin pergi melalui jendela ke luar dan berlari, tapi itu tidak mungkin, ia tidak akan bisa melakukannya, yang terpenting sekarang adalah menerima takdir dan menjalankan Dengan hati yang lapang
Kini Salma sudah bersiap siap untuk menemui keluarga Aldo di bawah, menggunakan gaun merah di atas lutut dengan motif bunga bunga, rambut terurai panjang lurus, karena ia sempat mencatok rambut nya yang agak bergelombang itu, dan tidak lupa untuk make up tipis nya, terlihat biasa saja namun elegan
Tokkkk tokkkk tokkkk.....
suara ketukan itu membuyarkan lamunan seorang gadis yang tengah melamun menghadap cermin
"Sayang kamu cantik bangat"puji mamah kepada Salma
"makasih mah"jawab Salma dengan senyum terpaksa
__ADS_1
"Sudah ayo kita turun, mereka sudah menunggu di bawah"perintah Salma, dan di angguki oleh Salma,Salma dan mamah nya turun melewati satu persatu anak tangga, dengan langkah pelan bak model
bisa di lihat mereka yang menunggu Salma, terpesona dan kagum dengan penampilan Salma, wajah yang cantik, body sempurna, penampilan yang cocok, dan rambut yang indah itu menjadi suatu alasan mengapa orang menyukai nya, di tambah lagi dengan sikap nya yang baik, tidak sombong dan rendah hati, Menjadi alasan ia cocok dengan Aldo yang tampan
"CANTIK"satu kata yang di ucapkan Aldo tapi membuat getaran hati nya bertambah, ada apa ini?
"Udah dong ngeliatin nya"ucap papah Aldo sambil menepuk pundak putra nya, seketika Aldo sadar dan kembali duduk tegak
kini mereka sudah duduk dengan perbincangan ringan serta canda tawa, yang memenuhi ruangan besar itu
"baik lah langsung saja kedatangan kami kesini adalah melamar putri anda Salma, saya harap mereka bisa saling mencintai dan selalu bersama hingga maut menjemput"
__ADS_1
yaelah lebay bangat si papah_batin Aldo malas
"Saya sebagai orang tua Salma, setuju dengan Lamaran ini, seperti doa yang bapak harapkan tadi, saya hanya bisa mengucap kan Aminnn, saya harap nak Aldo bisa menjaga Salma dan menjadi suami yang baik untuk Salma, dan papah untuk anak anak mu kelak"jawab papah Salma dengan tegas
kini tinggal Aldo yang berbicara, rasa gugup itu masih saja menghantui nya, beserta keringat dingin ,dan tangan yang bergetar mengucapkan Kata kata yang sudah di rangkai sedemikian rupa
(maaf author masih SD jadi gatau gini ginian)
kini tinggal keluarga memasang wajah tegang menunggu jawaban Salma, mereka yakin Salma akan setuju, tapi entah lah bisa saja Salma tidak setuju dengan Lamaran ini
"Salma setuju"jawab Salma tegas, dan seketika mereka bernafas lega dengan senang
__ADS_1
kini saat nya Aldo memasangkan cincin di jemari tengah Salma, ada rasa gugup, senang dan takut di dirinya, tapi ia harus membuang jauh pikiran nya itu, yang terpenting sekarang ia harus siap menjadi suami yang tidak mengecewakan Salma nanti
kini gantian Salma yang memasangkan cincin tunangan kepada Aldo, dengan senyuman terpaksa ia melakukan nya, tapi kalau boleh jujur, di lubuk hati yang paling dalam, ia senang menerima lamaran ini, tapi egois tetap lah egois, egois akan mengalahkan rasa keinginan kita yang sudah ingin kita lakukan