
pkul 21:00 mlam di RS.
di ruangan VVIP Reta dan papa nya menunggu di dalam ruangan dan duduk di sofa yg sudah di sediakan ,Reta terus menatap adik nya yg belum sadarkan diri tiba²ada yg masuk membuka pintu.
seorang wanita paruh baya yg masih terlihat cantik ,wanita itu berjalan ke kearah ranjang yg di tempati QIQI wanita itu meneteskan air matanya karna sedih melihat putri bungsu nya ,terbaring lemah di RS.
Reta yg melihat siapa yg datang segera menghampirinya dan segera memeluk wanita paruh baya itu. yg tak lain mama nya sendiri,
Reta menangis kembali di pelukan mama nya
sania yg dapat pelukan dari putrinya segera membalas pelukan itu dan mengelus punggung Reta.
"sudah jangan menangis sayang, adik mu pasti akan sembuh ok "ucap sang mama ,sambari mengelus punggung Reta dengan sayang,
tuan indra yg melihat adegan itu tersenyum.
karna dya tau bagaimana sayang nya ke dua manita kesayangan nya itu kapada QIQI.
setelah menunggu cukup lama akhir nya QIQI pun sadar dan membuka matanya perlahan dilihatnya sebuah ruangan yg bernuansa putih ,dan netra matanya bertemu dengan orang yg di sayang nya QIQI pun tersenyum.
"mama ,kakak ,papa "ucap QIQI pelan, karna masih lemah
sedangkan fely dan winda di pindah kan ke ruangan perawatan biasa.
"sayang kmu sudah sadar "jawab sania yg kaget karna.tidak menyangka anak bungsunya sadar.
indra dan Reta yg mendengar suara QIQI segera menuju tempat tidur QIQI.
karna sudah melihat putri nYa sadar indra pun memannggil dokter menggunakan tombol di sebelah tempat tidur
tidak butuh waktu lama dokter pun datang dan segera memeriksa QIQI..
"bagaimana ke adaanya dok "tanya tuan indra.
"pasien hanya butuh istirahat saja jangan lupa minum obat dan vitamin yg telah saya berikan mungkin besok boleh pulang ,besok pagi saya akan memeriksa nya lagi. "ucap sang dokter setelah mengucapkan itu dokterpun keluar ruangan.
"oiya teman²nya juga tidak apa² karna lukanya tidak begitu serius, bsok pagi juga boleh pulang "sambung dokter itu lgi
"terima kasih dok "jawab indra .
"sayang mana yg sakit "tanya sang mama
"kepala aku pusing ma "jawab QIQI dengan nada pelan.
"ya sudah ,kmu istirahat saja ok, jangan banyak bergerak "sambung Reta mengelus kepala QIQI
QIQI pun langsung memejamkan mata nya lagi,
sedangkan Reta minta izin kepada orang tua nya, untuk ke kamar fely dan Winda,
__ADS_1
indra dan sania pun mengizinkan karna bagaimana pun Fely merupakan sahabat kecil nya, sedangkan winda sania belum kenal karna belum di perkenalkan oleh Reta..
"ma. pa. aku ke kamar fely dan winda dulu ya "ucap Reta dan mencium pipi mama papa nya.
segera Reta keluar dan menuju ke ruangan fely dan winda.
tidak butuh waktu lama Reta
pun sampai di depan ruangan kedua sahabat nya dan segera masuk. ke dalam.
Reta pun berjalan ke tempat tidur fely yg sedang duduk mengobrol bersama Winda karna memang ruangan mereka bersama ,fely yg melihat Reta datang langsung tersenyum.
"Ret apa kmu baik² saja"tanya fely.
"aku tidak apa² kmu ini bagaimana seharusnya aku yg bertanya gimana ke adaan mu dan winda " sahud Reta ke pada fely.
"hehehe, iya maaf "jawab fely cengengesan.
sedangakan winda hnya diam melihat interaksi ke duanya yg begitu akrab.
"gman keadaan mu win. "tanya Reta ke arah winda
"aku tidak apa"kok cuma lecet dikit di sini "sahud winda yg memegang dahi nya yg sedikit lecet.
shukur lha kalau kalian tidak apa "sambung Reta dan duduk di sofa karna merasa lelah.
QIQI masih lemah skrang dya tidur "sahut Reta dan membaringkan tubuhnya di sofa karna memang sudah pkul 00:35 malam
DI RUANGAN VVIP.
kedua orang tua Reta duduk di sofa dan mengobrol soal kejadian ini. karna menurut ke duanya tidak mungkin kalau kecelakaan ini tidak di sengaja.
"pa. sebenarnya apa yg terjadi hingga seperti ini "tanya sania ke pada indra.
aku juga masih nunggu kabar dari suruhan ku ma "jawab indra yg masih fokus. ke ponsel nya.
tidak beberapa menit ponsel indra berbunyi.
dan itu dari orang suruhan nya .segera indra menjawab panggilan itu.
"katakan.. "sahut indra singkat dan tegas karna indra tidak mau berbasa basi.
"begini ,tuan setelah saya selidiki dari cctv kampus, memang ada yg sengaja ingin mencelai nona Reta dan nona QIQI tuan.
orang itu yg waktu saya beritahu. yg mengganggu nona Reta."jawab sang suruhan panjang kali lebar.
"ya ,saya ingat apa kmu tau itu dari keluarga mana "sahud indra dingin.
"iya, tuan saya tau dya dari keluarga alister.
__ADS_1
orang yg mengganggu nona Reta bernama amel kumala putri alister. tuan "jawab suruhan tersebut
"baiklah biar saya urus itu "sahud indra dan langsung mematikan sambungan secara sepihak.
setelah mengatakan itu indra menghubungi assistent harry.
tutttt
tutttt
tuttt
bunyi ponsel harry.
harry pun kesal karna sudah tengah malam ada yg menghubunginya.
setelah mengambil ponsel nya, dan melihat siapa yg menghubunginya wajah nya menjadi panik dan pucat.
"ha...lo.. tuan ada apa "ucap harry terbata-bata.
"harry ,apa saya punya klayen dengan perusahaan alister. "tanya indra langsung pada intinya.
"iya ,tuan perusahaan alister baru memberikan surat kontrak nya tadi siang ,karna tuan sedang tidak ada , jadi suratnya masih berada bersama saya tuan "sahud assistant harry dengan cepat.
"baiklah, besok kamu harus membatalkan perjanjian itu ,dan hancurkan perusahaannya secara perlahan"ucap indra yg sudah begitu marah karna sudah berani menyakiti putri² 1kesayangan nya..
"baik tuan "jawab Harry tidak menanyakan permasalahan nya karna harry tau klau sudah begini mungkin sudah pasti terjadi sesuatu.
indra pun langsung memutuskan sambungan nya ,dan menoleh ke arah istri nya yg sedari tadi diam mendengarkan
"Pa. siapa yg sudah berani menyakiti putri kita "ucap sania langsung pada intinya.
"keluarga alister ma, yg merupakan putri mereka yg kuliahnya bersama Reta dan QIQI."jawab indra dan memeluk istrinya karna berusaha tidak emosi.
"berani sekali putri dari keluarga alister itu pa "sahut sania yg emosi mendengar putri dari keluarga alister yg ingin mencelakai putri² kesayangan mereka.
"mama tenang saja, besok aku mau ngasih pelajaran buat keluarga alister itu "sahut indra berusaha menenangkan istrinya yg sedang emosi
"baguslah kalau begitu. "sahud sania yg sudan sedikit tenang
"iya sekarang kita tidur ya ,karna sudah pkul 02:00 pagi "ucap indra dan berbaring di tempat tidur yg sudah di sediakan.
mereka pun akhir nya memutuskan untuk tidur karna sudah begitu lelah.
****************
dukung terus ya dan jangan lupa like dan vode nya semoga klian suka dengan cerita authour... 😘😘
HAPPY READING,,,!!!!
__ADS_1