Gadis Gagap Istri Pria Kaya

Gadis Gagap Istri Pria Kaya
episode 9


__ADS_3

 


setelah itu viola langsung menuju kamarnya lagi.karena viola masih ragu dengan ajakan verrel untuk pergi denganya besok.


 


tidak lama kemudian kakaknya viola selesai mandi.kemudian kakanya menuju kamarnya viola dan menanyakan sahabat-sahabatnya viola.


"Viola,kemana semua temen-temen kamu?perasaan waktu kakak mandi masih rame,"kakaknya viola heran karena sahabat-sahabatnya itu telah pulang dan akhirnya suasana rumah menjadi sepi.


"kakak,nga-ngagetin viola a-ajha,iya tadi temen-temen viola sudah pa-pada pu-pulang,dan tadi ti-tip salam ke kakak karena ngak mu-mungkin mereka pa-pamitan kepada ka-kak langsung.me-mereka buru-buru kak karena su-sudah sore,"viola mencoba menjelaskan kepada kakaknya dan menyampaikan salam dari sahabat-sahabatnya itu.


"oh gitu ya.yaudah sana kamu mandi dulu.kakak kembali ke kamar ya,"kak Stevani menyuruh viola mandi karena hari sudah sore.


"okey kak,"jawab viola sambil mengambil handuk dan segera menuju kamar mandi.


******


keesokan harinya viola tiba-tiba bangun dan mengingat ajakan verrel.viola agak takut karena harus bertemu dengan papanya viola juga.akhirnya viola menghubungi verrel dan itu membuat ketakutannya menghilang.


Tut...Tut ...Tut...viola mencoba menghubungi verrel pagi-pagi sekali.


"halo,kenapa lho menghubungi gue pagi-pagi,apa ada masalah dengan rencana gue mengajak lho nanti malam?,"verrel penasaran karena biola pagi-pagi sekali menghubungi verrel.verrel agak cemas jika viola berfikir ingin membatalkan ajakanya nanti malam.


"gu-gue takut rel,kenapa ha-harus bertemu de-dengan papa lho ju-juga?,"verrel mencoba menjelaskan apa yang ada dipikiranya itu.


"jadi lho nelpon gue hanya menanyakan masalah itu,tenang Vi gue ngak akan ngomong tentang lho yang aneh-aneh.lho cukup menemani gue, dan masalah papa nanya tentang lho gue ngak akan ngomong apapun sesuai perjanjian kemarin,"verrel tersenyum geli karena viola menghubunginya pagi-pagi hanya untuk menanyakan hal yang konyol kepada verrel.


"viola,viola.lho menghubungi gue pagi-pagi hanya untuk menanyakan hal yang konyol.andai lho ngak membuat persyaratan itu pasti gue akan langsung menyatakan perasaan gue di depan papa,"batin verrel dalam hati.


"okey lah,ma-maaf su-sudah ganggu lho re,"viola merasa bersalah.kenapa dia harus menghubungi verrel pagi-pagi.


"okey Vi,lho harus siap-siap dandan yang cantik.ngak lah gue bercanda,"verrel tidak tahan akan perasaaya kepada viola.

__ADS_1


"a-apaan si lho verrel,"viola kesal karena verrel menggombalinya.


akhirnya mereka mengakhiri percakapanya.setelah itu viola langsung menuju kamar mandi.


*****


viola sudah siap.kini dia menunggu verrel yang ingin menjemputnya.


"viola,kamu mau kemana malam-malam gini?,"tanya kak Stevani yang sedang melihat viola denga parasaan yang membuatnya seperti putri.


"oh iya kak,vi-viola lu-lupa memberi ta-tahu kakak.vi-viola ingin pergi ber-bersama teman viola kak,"viola lupa memberitahu kakaknya tentang rencananya malam ini.


"owh gitu hati-hati dijalan,"kakaknya viola langsung meninggalkan viola.setelah tahu kalau viola ingin pergi dengan temanya.papa&mamanya viola hari ini lembur kerja jadi viola tidak perlu izin orang tuanya.


viola melihat ke arah depan rumah ternyata verrel menunggunya dengan membawa mobil yang sangat mahal didepan rumahnya viola.


"hai Vi,lho cantik banget malan ini,"verrel mulai menggombali viola lagi.


"bi-bisa ajha lho rel,ingat ya!sya-syarat gue ke-kemarin,"viola mencoba mengingatkan verrel dengan syaratnya itu.


setelah mereka mengobrol verrel mempersilahkan viola untuk naik mobilnya.viola lebih memilih untuk duduk dikursi belakang.


"eh Vi,kenapa lho harus duduk dibelakang.pinggur gue sini!mumpung kosong,"verrel mencari-cari kesempatan dalam kesempitan untuk mengajak viola duduk disampingnya.


waktu diperjalanan diantara berdua tidak ada yang ngomong.mereka hanya terdiam.viola sama sekali takut untuk melihat kearah depan dia terus melihat kearah jendela.akhirnya verrel mengawali pembicaraan dan bertanya-tanya mengenai viola.


"oh iya Vi,habis ini kan kita lulus SMA.rencana lho mau kuliah dimana?,"verrel merasa bosan karena dari tadi viola menghindarinya terus.akhirnya verrel melontarkan pertanyaan ke viola agar tidak ada yang saling diam diantara mereka.


"gu-gue recananya ingin ku-kuliah di u-universitas kak stevani.,"viola menjawab pertanyaan verrel dengan menghadap kearah jendela.karena viola masih ragu untuk menghadap kearah depan.


"lho ngomong sama jendela apa sama gu-gue,"verrel heran dengan temanya itu.karena viola selalu menghadap jendela.bahkan menjawab pertanyaan verrel ajha dia masih menghadap jendela itu.


"gu-gue ngomong sa-sama lho lah,"viola merasa kesal karena verrel mencoba untuk membujuk viola agar viola menghadap ke depan.

__ADS_1


"teruss kenapa menghadap kearah jendela,coba lihat kearah depan!pemandangan dari depan lebih bagus daripada pemandangan dari samping,"verrel terus membujuk viola agar dia mau menghadap ke depan.


akhirnya viola memutuskan untuk menghadap ke depan.karena viola tahu verrel sedang membujuknya.


"cantik juga ya viola,meskipun dia gadis gagap tapi dia sungguh canti,baik,pintar lagi.tapi sayang gue masih belum bisa dapetin hatinya dia,"batin verrel dalam hati.


"teruss lho re-rencana mau ku-kuliah dimana?,"viola mulai berani dan bahkan dia juga bertanya kepada verrel.


"gue rencananya kuliah diluar negri.tapi papa gue melarang karena papa gue menyuruh untuk membantu bekerja dikantornya sambil kuliah.kak Wildan sekarang juga udah megang perusahaan papa yang ada di australia.jadi gue harus menuruti perintah papa,"verrel mencoba menjelaskan kepada viola yang bertanya kepadanya.


"oh gitu,gu-gue setuju de-dengan sikap lho itu rel,"viola mencoba mencerna omongan verrel dan dia sangat perihatin dengan sikapnya verrel itu.


setelah menempuh 1 jam perjalanan menuju kantor papanya verrel.mereka berdua turun dan segera menuju kantor.mereka disambut ramah oleh pegawai kantor mereka.karena hari ini ada acara jadi pegawai masih lengkap meskipun sudah malam.


"selamat datang tuan dan nona,"sapa salah satu pegawai kantor.


mereka berdua bergandengan tangan layaknya suami istri.


"verrel,lho a-apaan si main ga-gandeng ajha ma-malu tahu dilihatin pe-pegawai kantor papa lho,"viola mencoba melepaskan tangan verrel.karena viola merasa malu digandeng verrel.


"santai donk Vi,okey gue akan ngelepasin tangan lho,"viola mulai melepaskan tangan viola yang lembut itu.


mereka berdua segera menuju ruang kerja papanya verrel.


ceklek...verrel membuka pintu ruang kerja papanya dan mengajak viola masuk tanpa malu-malu.


"papa,maaf verrel telah membuat papa menunggu,kenalkan ini temen ceweknya verrel.namanya viola pa.sesuai janji papa.verel harus membawa temen cewek,"verrel menyapa papanya yang sedang menunggu kedatangan verrel dan viola.verrel juga memperkenalkan viola kepada papanya.


"hai om,sa-saya viola.te-temenya verrel,"viola dengan kegagapanya itu mencoba untuk memperkenalkan dirinya tanpa ada rasa takut.papanya verrel sudah tahu jika viola gagap karena verrel telah menceritakan viola kepada papanya itu.


"iya nak,silahkan duduk dulu,"


pak Sandy mempersilahkan verrel dan viola duduk.

__ADS_1


setelah mereka mengobrol banyak diruang kerjanya pak sandy.pak Sandy segera memperkenalkan mereka kepada pegawai-pegawainya.


__ADS_2