
Tak terasa hari sudah sore, Jo Sera tak pernah bolos kelas sama sekali, tapi berbeda dengan hari ini.
Sera bangun dan melihat matahari mulai tenggelam,terlihat tangannya diangkat keatas untuk menutupi silaunya matahari yang tenggelam itu. Telpon berdering..... Ring.. Ring.. Ring.
Jo Sera menjawab *Halo..??
Halo,, Nona, Nona dimana?,saya sudah menunggu sedari tadi".pengawal yang menelpon.
"ooh.. Aku segera turun",kata Sera. (mematikan telpon)
Sera turun kelantai kelasnya untuk mengambil tas, dikoridor Ia bertemu dengan Woyoung.
Perdebatan dimulai. .
"kau kemana bolos kelas".kata Woyoung
"bukan urusanmu dan jangan sok dekat denganku"..Sera mengabaikan dan pergi.
Sera sampai kelas dan mengambil tasnya lalu pergi keluar.
'Nona,, kata pengawal.
Ayo segera pergi,aku lagi gak mood.. "kata Sera dingin.
Baik Nona.. Kata pengawal sambil buka pintu.
Dalam perjalanan Sera terus merenung dan memejamkan mata, memegang sikunya yang terluka dan Membuka mata tiba-tiba.
Siapa? Yang memasang plester ini..dan kapan? Kemungkinan pasti pas aku lagi tidur ...haah sudahlah. .(dalam hatinya)
Ketika sampai dirumah Sera langsung kekamarnya dan mengunci pintu.
Pengawal...cepat kesini.!!Ayah Sera memanggil.
Ada apa Tuan.. 'pengawal menjawab.
__ADS_1
Kenapa dia...'Ayah bertanya.
Tidak tau Tuan, Nona terlambat pulang tadi dan terus merenung setelah naik mobil... 'jawaban sang pengawal.
Haah.. Ada apa dengan anak itu, segera cari tau apa yang terjadi..'Ayah Sera memberikan perintah.
Baik Tuan.. 'pengawal langsung pergi.
Jam sudah menunjukan pukul 8 tapi Sera belum juga keluar dari kamarnya. Ayah Sera langsung mengetuk pintu kamar Sera karena cemas.
Sera,, nak buka pintunya.kamu belum makan malam... 'Ayah Sera.
Tapi tak ada tanggapan sama sekali. Membuat Sang Ayah semakin cemas.
Sera,, buka pintunya !!kalau tidak Ayah akan dobrak, kamu tidak pernah seperti ini. Ayah akan hitung sampai 3..1-2..!!
Sera membuka pintu, terlihat matanya yang sembab akibat terlalu banyak menangis.
Astaga, nak kamu kenapa?.. Sang ayah khawatir.
Sera Sayang, Ibu kamu sudah bahagia disana. Dia pasti gak mau melihat kamu seperti ini... Sang Ayah berusaha menghibur..
A.. Aku tau Ayah tapi,tapi aku hanya rindu ibu saja saat ini... 'Sera menangis tersedu-sedu.
Bagaimana kalo kita besok ke rumah ibumu biar kamu gak sedih lagi, Ayah akan telpon sekolahmu untuk izin.. Oke.
Baiklah Ayah,, kata Sera.
Sekarang makan dulu ya, kamu pasti lapar sudah jangan menangis lagi. Kamu gak mau Ayah tambah sedih ka... 'kata sang Ayah.
Iya Ayah, ayo Ayah temani aku makan.. 'Sera sambil mengusap matanya.
Mereka berdua pergi keruang makan.
Makan yang banyak, biar jadi gadis Ayah yang kuat.. Ayah sambil becanda..
Hemmm.. Iya Ayah.. 'Sera mulai tersenyum lagi.
__ADS_1
Setelah itu cuci muka lalu tidur... 'kata Ayah.
Baik Ayah... 'Sera patuh.
Setelah makan Sera dan Ayah berpisah, Sera kembali kekamarnya untuk cuci muka dan bersiap tidur,tapi Ayahnya pergi menemui Paman Sera.
Dalam keadaan ruangan gelap, Ayah berdiri dipojokan pintu dengan baju Putihnya.
Aaaa... Astaga kamu hantu atau manusia.. 'kata sang paman.
Kau kira hantu akan mau menemuimu...
'Jawab Ayah Sera.
Hah.. Kau ini menakutiku saja, ada apa?
'kata Paman.
Kau itu preman, kenapa takut dengan hantu.. Ayo minum.
Aku itu mantan preman tau, dan preman itu juga manusia, hah. Tidak seperti biasa! Ada yang mengganggu pikiranmu kawan.. 'tanya sang Paman.
Sera tadi menangis histeris, karena rindu ibunya.itu mengganggu pikiranku, dia sudah lama tidak seperti itu... 'Jawab sang Ayah.
Sera.. Pasti ada yang memicu pikirannya,kau harus cari tau itu...
Aku sudah menyuruh bawahan mencari tau dan ayo pergi kebawah tanah, aku ingin minum.
Hah ayolah, tulang tuamu itu tidak bisa minum banyak.
Kau meremehkan kanku, oke ayo kita minum sampai mabuk, kita lihat siapa yang paling lama bertahan.
Ayo.. Hahah.. Lupakan hari ini.
Sedih sekali rasanya kalo kita lagi rindu ibu, ingin peluk tapi dia sudah tidak ada.
"maka sayangi ibumu selagi masih ada ya"
__ADS_1