
Lalu Sera bangun dan pergi dari kelas..
Woyoung masih kelelahan dan hanya melihat Sera pergi dari kelas itu,disatu sisi guru berbicara dikantor tentang perilaku Sera agar Ia mau berubah.
Sera pergi keatap dan memandang langit-langit yang berwarna biru itu,Sera mengeluarkan sesuatu dari kantongnya,apakah itu?.
tidak terduga yang ia bawa adalah rokok dan korek.
Sera sudah habis 2 batang rokok dan bel berbunyi,ia cepat" kembali kekelas dan makan permen penyegar yang ada disaku lainnya.saat sampai kelas Woyoung mendekati Sera dan bertanya......
Dari mana kau?...
mau tau aja lo...(nada Sera menjawab agak marah).
tunggu,kau abis ro..(Sera langsung menutup mulut Woyoung sebelum menyelsaikan kalimatnya).
suttttss..mau mati lo bicara keras-keras...(tatapan mata Sera dengan isyarat).
hemm..oke.."hanya itu kata balasan Woyoung"
setelah itu guru memasuki kelas dan melakukan raazia dadakan.
dalam hati sera panik dong,,,(sial banget hari ini,harus mikirin cara dong aku??!!)
aahhh...sakit..sakit banget."Sera berteriak" (otomatis semua kaget)
kemudian Woyoung mendekati Sera dengan panik.
ada apa,kenapa?...."kata Woyoung".
__ADS_1
Sera melihat kearah guru itu mendekat dan meneruskan aktingnya.
aah,,sakit sekali perutku..."Sera akting kesakitan".(saat itu Woyoung langsung sadar bahwa itu hanya pura-pura,lalu teringat saat pembicaraan awal tadi).
Woyoung tersenyum licik,Sera langsung menyadarinya.
pak....sepertinya..."Woyoung memanggil guru itu ".(Sera langsung meremas lengan Woyoung dan ia tampak menahan sakit)
aaahh..sakit sekali..."Sera terus berakting"
ada apa nak Woyoung..."kata guru itu".
(Woyoung melihat Sera yang sedang melototinya dan memeras lengannya)
sepertinya.....Sera harus dibawa keruang kesehatan pak.."Woyoung berkata"
(langsung Woyoung mengangkat dan menggendong Sera keluar dari kelas,Sera kaget dan hanya melihat muka-tenggorokan Woyoung,Woyoung melihat kearah Sera dan langsung ketika itu Sera sadar)
aduhh,,aduhh sakit..."akting Sera yang terus menerus"
hey..berhentilah berpura-pura disini udah tidak ada guru.."kata Woyoung dengan nada datar"
haiss..turunkan aku,sial..turunin."Sera meronta untuk turun tapi Woyoung semakin erat menggendongnya"
setelah sampai di ruang kesehatan Woyoung melempar Sera kekasur itu.
auch...sakit."kata Sera"
Woyoung duduk dikursi menghadap Sera.
__ADS_1
ayo kita lanjutkan..."kata Woyoung"
lan..lanjut apa?.."kata Sera sambil mundur"
kau,,beneran merokok tadi...?
apa urusanmu...!
baiklah jika kau tak menjawab,aku akan keruang guru untuk berkonsultasi dulu..."kata Woyoung mengancam"
kau...(sambil menunjuk kearah woyoung tapi tak jadi)..jadi apa yang ingin kau tau..?
hem..pertama kenapa kau jadi seperti ini..."kata Woyoung"
maksudmu apa?..."Sera agak marah"
aku tidak tau dulu kau seperti apa?..tapi mungkin dulu kau tidak seperti ini,ya kan.."kata Woyoung"
apakah kau psikiater atau apa?.."kata Sera"
cukup jawab saja pertanyaanku..."kata Woyoung"
ya,,memang dulu aku tidak seperti ini,tapi apa salahnya seperti ini toh ibuku tidak akan memarahiku jika tau karena.karena ibuku sudah didunia yang berbeda.
(sera bercerita sambil menangis dengan tangan yang menutupi mukanya )
oke,,aku mengerti,sudah-sudah(Woyoung sambil memeluk dan menenangkan Sera)
ketika itu semua jadi sunyi dan senyap,obrolan itu pun berakhir....
__ADS_1