
Satu bulan sudah Nika berada di rumah Andi dan Arman,Nika merasa nyaman karena dia diperhatikan oleh kedua nya.Nika tidak paham dibelakang Nika mereka berdua sebenarnya tengah bersaing merebutkan cinta Nika.hingga suatu ketika Andi menerima pekerjaan dari seorang bos besar ,Pak Anwar nama nya,Andi disewa untuk mengawal pak Anwar,karena pak Anwar akhir - akhir ini sering dihadang oleh musuh - musuh nya.Demi untuk membelikan Nika perhiasan Andi menerima pekerjaan itu.hingga suatu ketika Andi terkena tusukan di bagian perut nya.dia dirawat di sebuah rumah sakit,
"Bangun bang,kenapa elo terima pekerjaan seperti ini bang " Ujar Arman yang sedari tadi duduk didekat Andi yang belum sadarkan diri.
"Udah kak,Bang Andi pasti sebentar lagi sadar kak " Ujar Nika menenangkan Arman.
"Gue nggak akan maafin diri gue sendiri kalau ada apa - apa dengan lo bang " Ujar Arman
"Gimana keadaan Abang kamu man " tiba - tiba suara seorang perempuan mengagetkan Nika dan Arman
"Kenapa lo kesini,apa peduli lo sama kita.." ujar Arman sedangkan Nika cuma diam karena nggak tahu siapa wanita itu.
"maafkan mama man.tapi apakah mama nggak boleh peduli dengan anak mama ?
" Kenapa baru sekarang lo peduli.keluar..keluar sana" lalu wanita itu pun keluar,Nika baru sadar wanita itu adalah ibu nya Arman dan Andi..
"kak,yang sabar kak,kita banyakin doa semoga bang Andi segera sadar kak"
Lalu Nika memeluk Arman..
" Ka,kalau aku punya satu permintaan ke kamu apakah kamu mau memberikannya ? Ujar Arman
" Permintaan apa kak yang kakak minta dari aku ?" Tanya Nika
__ADS_1
"Jawab dulu mau nggak ?
" Selama nika bisa memberikan apa yang kakak minta ,Nika sanggup kak " Ujar nika
"Kakak mau kamu bersedia jadi pacar bang Andi ka " Ujar Arman
"kenapa kakak bilang seperti itu?Nika nggak mencintai bang Andi kak"
"Aku tau ka,tapi abang benar - benar mencintaimu dia lakukan semua ini untuk membuatmu bahagia ka "
"tapi kak,aku nggak mau menyakiti kakak,aku mencintai kak Arman bukan Bang Andi kak " Nika mulai terisak
"Aku mohon ka,demi aku terimalah cinta bang Andi ka,Aku mohon ,aku rela mengorbankan cintaku demi kebahagiaan abang,karena dia satu - satunya orang yang aku punya di dunia ini ka" Ujar Arman lalu memeluk Nika
"Tapi Nika cinta sama kak Arman kak.." ujar Nika dalam pelukan Arman
Setelah beberapa hari Andi masih tidak sadarkan diri Arman mendekatinya,sedangkan Nika lagi beli makanan di kantin.
"Bang,elo kenapa bang,apa elo suka lihat Nika deket - deket gue terus bang,klau elo nggak segera sadar gue akan nikahi Nika bang ,sadar bang,gue janji kalau elo sadar hari ini gue akan mundur dari hubungan gue dan Nika bang,bangun bang...lihat aja bang besok gue akan nikahi Nika jika elo nggak sadar - sadar "
Lalu Nika masuk ke ruangan.
"Makan dulu kak"
__ADS_1
"Nanti aja aku mau keluar dulu mau ngerokok dulu ka " Lalu Arman beranjak dari duduknya untuk keluar,sebelum Arman membuka pintu tiba - tiba Nika berteriak
"Kak...jari abang gerak kak,tangan abang mulai gerak kak..Panggil Dokter kak " teriak Nika
Lalu Arman pun berteriak memanggil dokter
"Dokter..Suster..tolong kakak saya dok..
Tak berapa lama dokter dan asistennya datang untuk memeriksa..sedangkan Nika dan Arman disuruh menunggu di luar
Sesaat kemudian dokter keluar
" Gimana kakak saya dok ?"
" Kakak anda sudah sadar.boleh dijenguk asal jangan diajak ngobrol terlalu banyak dulu " Ujar dokter lalu meninggalkan mereka..
Nika dan Arman akhirnya masuk dan memeluk Andi.. mereka menyuruh Andi untuk istirahat dulu,setelah Andi terlelap tidur,Nika mendekati Arman
"kak,berarti permintaan mu kemarin nggak jadi ya kak,sekarang bang Andi udah sadar kak "
"Nggak ka.Bang Andi sadar karena dia ingin memiliki mu ka,keinginannya kuat unyuk memiliki mu ka.." Ujar Arman lalu memeluk Nika
"Tapi kak"
__ADS_1
"Maafin aku ka,aku membuatmu dipilihan yang sulit tapi aku mohon cintailah Bang Andi ka".
Nika pun hanya bisa menangis untuk memenuhi keinginan Arman.Apapun akan Nika lakukan demi orang yang Nika sayangi.