
nama ku ana... di pagi hari pukul 05:00 di saat teriakan ibu ku yg mulai mengusik tidurku
di saat ibu ku membangun kan tidurku dan aku mulai bangkit terus jln ke kamar mandi
kami hidup bertiga dengan abang ku tp abang ku jarang tidur di rumah karna tinggal dengan nenek ku..rmh nenek ku tak jauh dari rumah ku
di pagi itu aku dan ibu berjalan jauh sampai pasar tradisional dan belanja kebutuhan untuk di jual di rumah berjualan sayur mayur ikan dll...
ibu ku bernama muji dia sosok yg sangat bersemangat dia wanita yg tegar ..saat aku msih di dalam perut ibu ku dia di tinggal menikah lagi dengan ayah ku
dan di saat itu lah kini umur ku 8thn aku mulai membenci ayah ku krna dia aku dan ibu ku hidup sebatang kara
ya walaupun dekat dengan keluarga inti ibu ku ..tp mereka kadang acuh terhadap keluarga ku. aku dan ibu ku tetep semngat walaupun bagaimna rintangan kehidupan itu mulai di saat bersamaan
pagi aku harus membatu ibu kepasar karena fisik ibu ku yg keadaan cacat tangan ny tp itu yg membuat ku yakin ibu ku wanita terhebat ku wanita kuat
dari lahir aku tanpa sosok seorang pahlawan yaitu ayah ku .ya kadang aku iri terhadap kawan" ku yg punya keluarga utuh yg punya segala ny
__ADS_1
tp aku yakin allah sayang aku dan ibu ku...
di sekolah dasar aku selalu di hina di bully oleh temen -temen ku karna fisik ibu ku dan kehidupan ku
awal mula kehidupan terpahit ku yaitu harus melalui kehidupan tnpa seorang ayah dan hidup dengan ibu ku yg fisik ny selalu di hina oleh bnyk orang
di hari kedua masih seperti biasa bngun pagi dan ke pasar jalan kaki bersama ibu ku dan di jual di rumah lgi sayur sayuran itu
rame pembeli Alhamdulillah bersyukur
masih bisa makan dan kebeli alat tulis tanpa bantuan orang lain
setiap mlm selalu mimpi kata-kata yg ibu ingat kan kepada ku ...
disini lah aku yg mulai beranjak dewasa aku kelas 6 sd di saat akan ujian ibu tidak punya uang membayar uang spp ku
ibu memberanikan diri untuk bilang ke paman ku untuk meminjam uang untuk sekolah ku tl cacian lh yg ibu terima
__ADS_1
di situ lah aku yg mulai mengerti akan hinaan dari keluarga ku ...dan aku bilang ke ibu ku .bu tidak usah biarkan lh aku tidak sekolah asalkan ibu tidak di hina dengan mereka keluarga ibu sendiri .dengar aku bu suatu saat mereka yg akan mengemis meminjam pada ibu
ibu ku menangis mendengar celetohan ku ..ibu ku berkata kita emng pantas nak tak apa yg penting kamu bisa sekolah nak ibu rela apapun yg terjadi nak ...
aku menangis dalam pelukanya suatu saat aku pasti bisa membahagiakan mu bu ana janji bu...
hari demi hari kami lalui kehidupan ini berdua di saat abang ku main ke rumah dan melihat aku dan ibu ku makan tanpa lauk atau pun sayur kami berdua makan dengan garam .lalu abng ku berkata ana apa km tidak masak kenapa makan tanpa lauk apa sayur
aku pun yg tdinya menunduk langsung mendengarkan abang ku bicara tidak apa bang asal ada nasi yg penting kita makan
lalu abang ku menatap ibu mu yg tidak bersemangat ibu ku menatap aku dan abang ku bergantian
ana ibu memanggil ku ...iya bu jawab ku nanti di saat kalian dewasa mempunyai keluarga masing masing jangan lupakan ibu nak ..ibu tidak akan mengganggu keluarga kalian nantinya rumah ini kenangan kita ana .
abang juga nanti di saat kamu sudah menikah di saat ibu masih ada atau sudah tidak ada jaga adik mu karna dia keluarga mu satu satunya nak kalian harus bisa bersama sama sampai kapan pun
di saat kalian susah km lah yg akan menjaga adik mu dan sebaliknya nak km janji pda ibu nak akan selalu bersama jaga
__ADS_1
selalu hubungan persaudaraan kalian