
cukup mas kalau emang kamu udah gk mau lagi sama aku bilang dan pulangin aku sama orang tua ku kalau soal utang' ku biar aku pergi kerja aja dan aku titipin anak" sama orang tua ku
kalau kamu mau pergi silahkan dan jangan kamu bawa pergi anak" dan satu lagi pergi dan jangan bawa apa" selain baju baju kamu
oke mas klau kamu nyuruh aku pergi sekarang juga aku pergi tapi ingat mas itu anak" ku aku yang ngelhirin bukan kamu dan jangan cari aku dan anak" ,,
lalu anak ku yang paling besar menangis karna dia memang dekat dengan ayah nya aku sedih kenapa di saat banyak masalh aku pun sedang hamil anak ke 3
di saat itu lah aku memutus kan buat pergi ke rumah orang tua ku 1 minggu sudah ku lalui di rumah orang tua ku di saat aku sedang hamil banyak sekali masalah yang terjadi di rumah tangga ku ..
aku di benci semua keluarga di jauhi temen" dan aku mulai mengalami stres berat dan terjadi pendarahan ringan terhadap kandungan ku
kata dokter kandungan ku gak berkembang dan di suruh beli obat penguat kandungan ,aku bingung dari mana aku dapet uang 300 ribu buat nebus obat itu aku cerita sama suami ku tapi dia pun tidak peduli ,,,
__ADS_1
aku mengurung diri gk pernah keluar kamar dan jarang makan aku tebus obat 300ribu itu uang dari orng tua ku ,,,
ku jalani hari demi hari dan flek darah dikit" namun setiap hari pun masih keluar mungkin karna efek pikiran/ stres
karna masalh ku ini semakin besar blm ada solusi dari keluarga
2 minggu sudah ku lalui dan aku pun cek ke dokter lagi karna udah jadwal nya aku USG ke dan dokter memutus kan utuk kiret karna kandungan ku sudah hancur di dalam di situ lah hati ku semakin hancur aku pulang di saat azan magrib berkumandang aku naik motor dengan anak ku yg usia 5 tahun aku ke dokter tanpa suami atau pun keluarga
sampai rumah sakit takdir pun tidak berpihak kepadaku ..
aku masuk ruangan dan udah nunggu selama 30 menit karna suami ku ngurus surat" dan akhirnya pihak rumah sakit tidak perbolehkan aku untuk kiret karna bpjs ku mati mau di urus gk mungkin karna menunggu waktu 14 hari
suami ku tanya biyaya umum mencapai 7juta keluarga bingung uang dari mana sebesar itu adik ipar ku tanya selain kiret apa masih bisa untuk pakai obat atau yang lain dan suster pun bilang aku harus komunikasi terlebih dahulu sama dokter
__ADS_1
dan akhir nya aku memutus kan untuk pulang gak ngerti lagi pikiran apa lagi dan cobaan apa lagi ini ya tuhan kenapa engkau memberi ujian tehdapa hamba seprti ini aku menangis di perjalanan pulang aku bingung uang pun aku cuma pegang 50ribu suami ku gak ada uang lagi klau besok mau ke dokter uang dari mana lgi
dan sampai rumah banyak pertanyaan keluarga suami ku tapi aku diam karna gak tau harus gimana lagi ,,
aku tidur menenang kan pikiran dan hati aku dan hari pun menjelang pagi sinar matahari menyinari sela sela jendela kamar ku ,aku turun dari tempat tidur dan mandi
setelah itu aku wa temen ku untuk meminjam uang 100ribu buat konsultasi ke dokter dan akhirnya uang dari temen ku langsung aku gunakan untuk ke dokter
aku masuk ruangan dan kata dokter bisa pakai obat dan di kasih lah resep buat gugurin kandungan karna emang harus di gugurin dari pada kelamaan malah bisa jadi penyakit
akhirnya aku pulang aku musyawarah dengan suami ku ,,,
mas gimana ini harus nebus obat ini resep nya dan nebus pun jauh uang pun aku udah gak ada sama sekali mau minta sama orang tua ku gak mungkin karna waktu usg udh di kasih dan besok nya suami ku meminjam uang 200ribu sama orang tua nya buat nebus obat
__ADS_1