
" Dasar kau anak ngga tau diuntung, udah bagus aku mengadopsi mu kalau ngga udah jadi gelandangan kamu!(bersuara keras) "
" Maaf bu... Tapi Irina ngga salah... "
" Jangan panggil aku ibu! Tapi panggil aku nyonya! Dasar anak pungut ngga berguna... "
" Sudah ma... Jangan marah-marah terus nanti mama sakit... "
" Iyah... Kamu urus dia! mama mau istirahat dulu dikamar. "
Setelah ibu angkatnya berjalan menjauh...
" Hei!! Hei anak pungut, kenapa lu ngga pergi aja dari sini, disini udah ngga ada tempat lagi buat lu tinggal... Pergi!!!! "
" Tapi kalau aku pergi, aku akan pergi kemana? Dan siapa yang akan merawat Irina nantinya? "
" Gua ngga peduli... Yang penting lu pergi, sekalian bawa aja dia! Lagian dia udah ngga berguna buat kita semua, tau ngga... Dia itu cuman buat nambah beban bagi keluarga Xue sekarang, Pergi sekarang juga!!! "
" Baiklah kalau begitu... Aku dan Irina akan pergi setelah ini. "
" Bagus! Pergi yang jauh(dengan mengejek)... Makin jauh makin baik, ngerti?! "
Aku dan Irina adalah seorang anak yang diadopsi oleh keluarga Xue. Pada saat aku masih kecil, aku dibuang oleh ibu kandungku dan ditaruh di panti asuhan yang ada di pemerintahan, tetapi pada suatu hari panti itu mengalami kebakaran. Jadi pihak pemerintahan mengeluarkan pengumuman “siapa yang mau merawat anak panti, maka akan diberikan uang sebesar 10jt dari pemerintah”.
Pada saat itu kebetulan pasangan suami istri dari keluarga Xue sedang mencari seorang anak untuk dirawat, karena sudah 4 tahun menikah tidak bisa memiliki anak.
Pada akhirnya pun, mereka pergi ke suatu
akan tempat pengasuhan anak yang tinggal dipanti pemerintah.
Mereka berdua sedang mencari seorang anak yang berusia 2th untuk diadopsi. Mereka memilih anak yang masih kecil, karena mereka pikir pada umur itu anak tersebut tidak terlalu mengerti tentang keadaan dan mau memanggil mereka berdua papa dan mama.
2 bulan pun berlalu...
Fu Ning Xue , istri dari Zing Ju Xue memiliki kabar dan menyampaikan nya kepada suami nya bahwa dia hamil. Mereka berdua sangat senang karena kehamilan Fu Ning Xue.
9 bulan kemudian....
Setelah Yi Funging Xue lahir... Keberadaan ku dan Irina didalam keluarga Xue sudah tidak dianggap lagi sama sekali. Mereka semua memperlakukanku, Irina dan Funging sangat jauh berbeda, mereka lebih menyayangi nya dari pada diriku dan Irina. Dulu mereka sangat sayang pada kami berdua tetapi saat Funging lahir, mereka berdua beserta semuanya tidak suka lagi padaku kecuali Irina.
15 tahun berlalu...
" Jyu yi, ayo cepat kalau ngga nanti kita bisa dihukum karena terlambat lagi loh! "
" Iyah... Tunggu bentar... Ini udah cepat kok, bentar 5 menit lagi! "
" Duh... Kenapa sih kamu kok sering banget terlambat sih? "
" Maaf... Mungkin karena kehidupan lalu yang terlalu ditekan mungkin(dengan suara pelan)"
" Maaf, apa tadi kamu bilang? Aku ngga dengerin tadi. "
" Ngga kok ngga ada apa-apa, oh iya berbicara tentang sekolah, bagaimana caranya agar kita bisa cari ekskul? Aku ngga mau tiap hari diomelin sama guru gara-gara ngga ikut ekskul apapun disekolah... "
" Hahahaha... Iya aku juga sama, kena marah sama omelan Bu Vika tiap hari gara-gara ngga ikut ekskul... Tapi kalau ikut nanti kita masuk ekskul apa? Aku ngga punya bakat apapun dan selalu sangat ceroboh dalam melakukan apapun, takut nya nanti malah kena omelan banyak orang nantinya. "
" Hmm... Iya juga sih kata kamu, emmm... Memang kamu bisa nya cuman apa? Kalau aku menggambar. "
" Aku cuma bisa mewarnai aja sih keahlian utamaku(nada agak ragu). "
" Nah... Itu ada kan? Yaudah kembangin aja, ngga usah takut! Semangat(dengan suara keras dan penuh keyakinan). "
" Tapi... Eh berbicara tentang eksul mewarnai, menggambar dan mewarnai kan memang satu bagian ya... Bagaimana kalau kita satu eksul aja biar terus bersama gitu... Gimana mau ngga? "
" Boleh juga... Ok kalau begitu, kita akan mencarinya besok! "
" Heh?? Kenapa besok? Kan bisa nanti? "
" Kamu lupa ta? Irina ada lomba nanti malam dan aku harus disana untuk mendukung nya, supaya lebih percaya diri gitu... "
" Ohhh iya... maaf aku kelupaan, aku nanti boleh ikut ngga?? "
" Boleh... Tentu saja boleh... "
Setelah sesampainya disekolah.......
" Waduh... Gawat nih!!! "
" Dyi? Ada apa? Kok kamu panik? "
" Aku lupa hari ini yang jaga pintu masuk itu para anggota OSIS, aku takut kita bakalan dihukum lagi(dengan suara ketakutan). "
" Emang kenapa? Kan kita ngga terlambat? Kenapa takut? "
" Haduh.... Bukan begitu... Kita lewat pintu lapangan yang ada dibelakang aja dulu, nanti aku jelasin! Ok? ". (dengan menggandeng tangan Jyu yi dan berlari)
" Oh... Ok. "
Setelah sampai dipintu masuk lapangan....
" Huhuhhh.... Aduh aku capek banget! Aku pengen langsung masuk kelas yang dingin rasanya... Huhuhhh...(nafas terengah-engah setelah berlari) "
“ KALIAN BERDUA!!! KEMARI!!! ” suara salah satu anggota OSIS yang berteriak.
" Aduh gawat ketahuan anggota OSIS lagi....(dengan keadaan tegang) kamu bisa lari lagi ngga?(suara pelan) "
" Bisa sih tapi hanya sebentar, emang nya kenapa?(suara pelan) "
" Dalam hitungan ke-3 kita berdua lari dengan cepat ok?(dengan suara sangat pelan) "
“ KALIAN BERDUA YA... KALAU BEGITU, BERDIRI DIAM DISANA AKU AKAN KESANA DAN MENGHUKUM KALIAN BERDUA KARENA KALIAN BERDUA BERUSAHA MENGHINDARI TUGAS YANG ADA PADA KAMI ANGGOTA OSIS.... (dengan suara sangat keras).
" Aduh... Serem amat...(bersuara pelan dan mulai menggandeng tangan Jyu yi dengan mulai aba-aba), 1... 2... 3... Ayo lari... "(Menggandeng tangan Jyu yi dan berlari menuju kelas).
“ KALIAN BERDUA... AWAS SAJA NANTI... (suara sangat amat keras dan dengan keadaan marah). ”
Sesampainya dikelas....
" Huhh...(dengan menghela nafas) Akhirnya sampai juga dikelas... "
" Memang nya, kenapa tadi kita menghindari anggota OSIS? "
" Itu... Anggota OSIS itu bakalan mengecek kartu siswa, apakah siswa itu punya penilaian tentang terlambat atau ngga dan sebagainya. Tapi kalau terbukti kamu banyak terlambat atau semacamnya, bakalan dihukum kamu! Dan yang akan menghukum memang bukan anggota tapi ketuanya, kan ngeri.... "(dengan duduk dan menjelaskan)
" Ohh jadi begitu alasannya... "
" Iyah..... Dan kamu memiliki banyak penilaian terlambat daripada aku, kan aku jadi takut kalau kamu dihukum lebih berat daripada aku. Jadinya, lebih baik..... kita menghindarinya tadi...(dengan keadaan tersenyum ke Jyu yi) "
" Begitu ya... Dyi... "
" Iyah... Kenapa?? "
" Terimakasih ya... Terimakasih karena telah membantu ku(tersenyum) "
" Iy... Iyah... Sama... Sama-sama...(tersipu malu dan gagap dengan tersenyum) "
" Aduh... (suara pelan dan terhuyung) "
“ PANGGILAN DITUJUKAN KEPADA DYU LI FENG DAN JYUFU YI XUE... ”
“ UNTUK SEKALI LAGI........... PANGGILAN DITUJUKAN KEPADA DYU LI FENG DAN JYUFU YI XUE... ”
“ UNTUK YANG DIPANGGIL, SILAHKAN SEGERA MENUJU KERUANG KETUA OSIS SEKARANG JUGA....... ”
“ UNTUK SEKALI LAGI... UNTUK YANG DIPANGGIL, SILAHKAN SEGERA MENUJU KERUANG KETUA OSIS SEKARANG JUGA...
UNTUK INFORMASI YANG LEBIH LANJUT, AKAN DISAMPAIKAN SAAT BERADA DI RUANGAN... ”
“ TERIMAKASIH ”
" Waduh.... Kita dalam masalah nih... Gimana ini yi?... Yi?... Yi?! "(Dyi melihat Jyu yi seperti sedang tertidur diatas mejanya... Yang sebenarnya adalah tidak sadarkan diri)."
".......... "
" Yi!?... Kamu kenapa tertidur? Ayo kita keruang ketua OSIS sekarang, kita berdua sudah dipanggil... "
" Ugh...(merintih kesakitan dengan suara sangat pelan). "
" Kamu kenapa yi?... "
" ......... "
" Kalian berdua segera pergi keruang ketua OSIS sekarang, nanti ketua marah dan menambah hukuman kalian jika terlambat! "
__ADS_1
" Tapi Bu Vika... Jyu yi sepertinya sedang tertidur dan saya tadi sudah mencoba untuk membangunkan nya tapi tidak segera bangun juga Bu... "
" Benarkah... Sini biar saya yang membangun kan, pasti kalau saya akan segera bangun... Jyu yi bangun... Jyu yi ini saya Bu Vika, kamu dan Dyu Li harus segera pergi keruang ketua OSIS... Jyu yi bangun kalau tidak nanti saya hukum kamu!! Jyu yi bangun!!!(dengan suara agak mulai keras) "
" Bagaimana Bu?? "
" Tetap tidak bangun dan tidak bergerak sama sekali... Ini aneh kalau memang dia tertidur maka akan sedikit bergerak, tapi ini tidak bergerak sama sekali... Jangan-jangan.... "(Bu Vika memegang tangan dan kening Jyu yi sambil memeriksa).
" Ada apa Bu? "
" Gawat... Seseorang bawa Jyu yi ke UKS sekarang juga... "
" Biar saya saja Bu... yang membawanya ke ruang UKS... Saya permisi dulu... "(Adit... Ketua kelas membawa Jyu yi ke UKS).
" Baik tolong bantuannya ya Adit... Dyu Li, kamu pergi sendiri saja keruang ketua OSIS, takut nya nanti kalau para ketua OSIS menunggu lama dan marah, saya pun tidak bisa melindungi mu... "
" Baik Bu... Tolong jaga Jyu yi, ya Bu Vika "
" Iyah tentu... Kan dia juga murid saya, jadi pasti saya akan menjaganya dengan sangat baik "
" Permisi Bu... "(Dyu Li pergi meninggalkan kelas dan pergi keruang ketua OSIS).
" Baik semuanya... Mari kita mulai pelajaran nya yang terundur tadi... (Suara agak keras). "
" Baik Bu... "(Jawab semua murid dengan bersamaan).
Di UKS....
Adit membaringkan Jyufu yi ketempat tidur UKS....
" Ok selesai terus gimana ini?... Kalau aku tinggal, nanti dianggap aku ketua ngga berkomitmen, tapi kalau tinggal ngapain? ADUH KOK AKU BINGUNG YA...(suara sedikit keras) "
" Ketua kelas Adit.... apa ada murid yang sakit? "(Suara dari luar)
" Ohh kamu Feng... "
" Hihihi... Iyalah ini aku, masa aku yang tampan ini setan... "(Tertawa kecil sambil melihat kearah Jyufu yi)
" Huh? Dasar narsis kamu... "
" Ok kalau begitu aku pergi aja deh... "
" Kamu pergi, aku catat kamu dibuku kurang penilaian perawat nantinya..... "
" Eh loh... Ngga kok aku cuman canda, jangan serius-serius kali... Ok ok aku ngga akan bercanda lagi deh... Dan ini, ada apa dengannya? "
" Aku juga kurang tau... Aku cuman diminta untuk membawanya ke ruang UKS, lebih baik kamu liat kondisi nya... "
" Ok... Tenang aja kalau aku yang tanganin pasti cepet sembuh... "(Berbicara sambil memeriksa kondisi Jyufu yi)
" Terus... Ini gimana keadaannya? "
" Ada masalah dengan kesehatannya dari awal dan sekarang makin lama makin memburuk, aku takutnya dia tidak bisa tahan dan dia tidak akan bisa ikut ujian Minggu depan... Jadi aku menyarankan agar dibawa keruang kesehatan ketua OSIS untuk perawatan lebih lanjut... "
" Loh... Kenapa keruang perawatan yang ada di ruang OSIS? Keruang kesehatan ketua pula? Emang nya parah ya? "
" Iyah agak parah sih sebenarnya, dan harus dibawa kesana... Soalnya Perawatan dan alat medis disana lebih lengkap, perawatan nya juga lebih intensif dari pada disini, kan kamu tau perawatan nya ruang ketua OSIS kan?... " (Menjelaskan sambil menulis surat rujuk keruang perawatan ketua OSIS).
" Ok, baiklah terimakasih... Mana surat rujukan nya? Kalau kamu sudah selesai menulis nya, berikan kepada ku cepet, nanti keburu sibuk ketuanya tau!! "(Menggendong Jyufu yi sambil memberikan tangan nya ke Feng Jian).
" Iya iya, sama-sama... Jangan lupa untuk mengundang ku makan kerumahmu nanti malam, ok? "
" Ok ok... Kalau masalah makan aja nomer satu(berbisik pada diri sendiri) "
" Apa lu bilang?!(suara agak keras) "
" Ngga ada apa-apa...(berbicara dengan ekspresi wajah datar). "
Ketua kelas Adit meninggalkan ruang UKS dan berjalan menuju ruang kesehatan yang ada diruang OSIS, dengan membawa Jyufu yi bersamanya.
Disisi lainnya... Diruang ketua OSIS...
Tok... tok... tok...(suara ketukan pintu dari luar)
" Permisi...(suara pelan) "
" Masih ada nyali juga ternyata (mengejek), udah telat, buat kita nunggu lama juga... Ha?!!! "(Suara Utatane, ketua no 5).
" Sudah sudah... Kenapa kamu harus marah? Aku dengar-dengar katanya dek Jyuyu sakit ya? "(Suara Kelvin, ketua no 2).
" Anu... Jyuyu? "(Suara rendah)
" Ha?!!, Masa lu kagak kenal nama temen sendiri?! Aneh lu sumpah! "(Suara kesal).
" Apakah yang dimaksud ketua Kelvin itu, adalah Jyu yi? "
" Yepp... Benar dek kecil... "(Ketua Kelvin sedang berusaha menggoda Dyu Li)
" Hehh... Jadi ini murid yang ingin dihukum ya... Menarik... "(Suara Hendrik, ketua no 3)
" Sebenarnya aku ngga mau dihukum sih kalau bisa(bergumam) ".
" Hah??!! Kenapa semuanya pada ngumpul gini? Panas tau! "(Suara Lenn, ketua no 4)
" Kalau panas, kamu ngga usah masuk aja Lenn! Lagian kan lu ketua juga, ngga ada yang bisa ngelawan lu kan? "(Ketua Utatane berbicara dengan nada menyindir)
" Apa lu kata?!! "(Merasa kesal).
" Rasanya canggung banget, mau bicara ngga tau juga mau bicara apa, Jyu yi cepatlah datang... Aku takut sendirian disini!(Dalam hati). "
" Ada apa ini? Kan sudah kubilang jangan ribut kalau sedang ada disekolah! PAHAM NGGA?(dengan suara tegas dan sangat keras) "(Suara Kaito, ketua no 1)
" Ehh gawat ada Kaito...(dalam hati ketua Utatane), paham... Aku minta maaf Lenn, sudah membuatmu kesal tadi... "
" Iyah aku juga maaf Utatane, tadi aku ngga bisa ngendaliin emosi. "
" Nah... Gini kan lebih baik... Dan dari keluarga Feng yang bernama.... Hemmm... Dyu Li Feng, benar kan? "
" Iya benar... Ketua Kaito. "
" Heh.... Ngga usah banyak basa-basi lagi ya... Aku lebih suka langsung ke intinya saja... Benar bukan?(bertanya kepada semua ketua dan menyeringai). "
" Terserah kamu aja, Kaito "(jawab Utatane dan Kelvin).
" Yaudah deh... Aku juga malas lama-lama... Waktu ku sangat terbatas, dan ngga harus ngurusi masalah menjengkelkan kayak begini... "(Jawab Lenn).
" Iyah deh... Biar cepet... "(Jawab Hendrik).
" Dan untuk Dyu Li Feng... "
" Iy.... Iyah, ada apa ketua Kaito? "
" Dimana itu... Emmm... Eh siapa satunya? Sebentar, aku sedikit agak lupa dengan namanya... "(Ekspresi agak kebingungan dan berusaha mengingat).
" Heee...... Kau ternyata tidak terlalu hafal nama murid-murid ya... "(Utatane sedikit meremehkan Kaito).
" (Mulai kesal)... Emangnya kamu hafal dengan nama-nama seluruh murid disini ha?!!... Kalau iyah, Toh... Lagian kamu hafalnya cuman yang sering ada masalah aja kan, ngga guna banget, ya kan... "(Kaito menjawab perkataan Utatane dan membalasnya dengan menyindirnya).
" Cih kurang ajar... Awas kau Kaito...(kesal) "
Utatane sangat amat kesal dan memulai pertengkaran dengan memukul Kaito.
" Kurang ajar kau... UTATANE!!....(teriak Kaito dengan sangat kencang) "
" Sudah-sudah semuanya... Kalian ngga malu ya ada adik kelas loh... "(Kelvin berbicara dengan nada yang sangat tenang dan melerai Utatane dan Kaito). "
" Jyu... Jyu... Oh iya, Jyufu yi kan namanya? " (Ketua Hendrik bertanya dan melihat kearah Dyu Li)
" Iy... Iyh benar... Ketua Hendrik...(menjawab dengan nada ketakutan dan gemetaran). "
" Jyufu yi bukannya... Itu... Kamu tau kan siapa dia? "(Lenn berkata dengan melihat kearah Kelvin).
" Hehh.... Ternyata kamu mengetahuinya ya... Tidak baik loh... Mengintip pekerjaan orang lain... "(Sedikit menyinggung).
" (Mengkerutkan wajah)... Ok karena udah ketemu dua orang, lebih baik cepetan lakukan... "(Lenn berkata kepada semua anggota ketua).
" Ehh... Apa yang semua ketua katakan? Kenapa aku ngga paham sama sekali?(dalam hati) "
Dyu Li bingung dan sangat tidak mengerti apa yang semua ketua maksudkan, dan dia tidak sadar, bahwa putaran takdir telah mulai berjalan mendekatinya dengan perlahan.
" Sorry ya... Dyi kecil, kamu harus melihat pertengkaran kami semua begini...... "(Sedikit menggoda Dyu Li dan menjelaskan).
" Sebagai permintaan maaf karena sudah melihat pertengkaran kami, hukuman kamu akan diringankan, bagaimana? "
__ADS_1
" Saya berterimakasih kepada ketua Hendrik, tapi kalau saya saja yang diringankan... Saya tidak terlalu suka...(menolak dengan halus) "
" Ohh... Jadi kamu lebih suka dihukum berat ya... Boleh juga...(menyengir) "
" Bukan... Bukan begitu ketua... Saya hanya tidak enak saja jika saya sendirian yang diringankan begitu...(agak ketakutannya) "
" Ohh gitu... Baiklah aku paham apa yang kamu maksud, jadi siapa teman kamu yang kamu mau ringankan juga hukuman nya? "
" Terimakasih.... Itu... Itu namanya Jyu yi, teman sekelas saya... "
" Baiklah dan sekarang dia... Ada dimana ya? Kok ngga ikut datang, padahal kan dia juga dipanggil? "(Ketua Hendrik menanyakan di mana Jyu yi karena tidak datang keruang ketua OSIS) .
" Itu... Dia sedang sakit dan saya meminta maaf atas namanya, jadi tolong dimaafkan "
" Iyh.... Dan lagian aku ngga akan nambah hukumannya kok, tenang... Dia sakit apa? "
" Itu... Saya juga kurang tau, tadi sudah dibawa ke ruang UKS... Setelah itu saya langsung kesini, jadi tidak sempat menanyakan keadaan nya... "
" Ok... No problem... Kamu duduk saja disitu... Setelah situasi tenang, baru diputuskan hukuman mu dan temanmu... Tapi mungkin hukuman teman mu akan satu tingkat lebih tinggi daripada kamu... "
" Memang nya kenapa ketua Hendrik? "
" Kan kamu tau sendiri... Penilaian terlambat teman mu jauh lebih banyak daripada kamu jadi ya... Tapi tenang, karena saya sudah berjanji padamu untuk meringankan nya jadi, kamu hanya perlu percaya kepadaku... Semuanya akan baik-baik saja...(senyum dengan penuh rencana tersembunyi). "
" Baik... Terimakasih banyak atas kebaikan ketua Hendrik...(senyum) "
" Sama-sama... Kalau boleh, aku ingin kamu dan temanmu itu... Maksudku kamu dan Jyui jadi temanku, ya... "
" Baiklah... Nanti saya akan menyampaikan nya, Jyu yi pasti senang...(senyum), permisi saya mau duduk dulu disebelah sana... Terimakasih...(senyum) "
" Ok... Sama-sama... "
5 menit kemudian....
Tok... tok... tok... (Suara ketukan pintu)
" Para ketua OSIS, ini saya Feng Jian dari perawat kesehatan sekolah 1, ingin meminta izin untuk masuk kedalam... "(Suara dari luar)
" Ha?! Siapa yang diluar?! Ganggu aja... Pergi sana!!(bentak Utatane) "
" Iyh.... Bener tuh, pergi sana!!(lanjut Lenn) "
" Maafkan saya jika saya mengganggu... Tetapi ini sangat darurat... Jadi harus segera dilakukan tindakan... Mohon izinnya para ketua OSIS untuk masuk.... "
" Ok... Tunggu sebentar... "
Dak... dak... dak... (suara sedang memukul)
" Sudah, kamu boleh masuk... "
" Permisi... "(Ketua kelas Adit yang membawa Jyu yi).
" Aduh...(keluh Lenn dan Kaito setelah dipukul Hendrik, untuk menenangkan mereka berdua) "
Saat ketua kelas Adit masuk dengan membawa Jyu yi yang pingsan....
" Jyu... Jyu yi?! Ada apa dengannya kenapa dia begini?(khawatir) "
Saat Dyi melihat keadaan Jyu yi ,dia langsung khawatir kepadanya dan dia
takut Jyu yi pergi meninggalkan nya...
" Dia ternyata selama ini mempunyai masalah tentang kesehatan dari awal... (jawab Adit ke Dyi), para ketua OSIS, saya meminta izin untuk menggunakan alat kesehatan yang ada diruang ketua OSIS... Ini adalah surat izinnya, mohon untuk diizinkan "
" Izin diberikan... Silakan pakai...(jawab ketua Kaito). "
" Terimakasih... Ketua Kaito... "
Setelah ketua kelas Adit masuk dengan membawa Jyu yi... Saat Dyi melihat nya, dia langsung bertanya bagaimana tentang keadaannya... Dan ada apa dengannya...
" Ada apa dengan Jyu yi? Kenapa dia menjadi seperti ini?(khawatir) "
" Nanti aku akan menjelaskan nya... Yang penting dia dilakukan tindakan dulu... Permisi para ketua OSIS... "
Setelah itu..... ketua kelas Adit masuk ke dalam ruangan perawatan kesehatan sekolah khusus ruang ketua OSIS dengan membawa Jyu yi...
" Woi!!! Siapa perawat 1 yang jaga hari ini, kemari cepet!!(Utatane bersuara keras) "
" Baik ketua Utatane... Saya akan segera memanggilnya untuk datang keruangan anda sebentar lagi...(suara dari jauh). "
" Cih... Ngga ada yang jawab... Minta diganti emang...(kesal) "
" Udah tadi ada yang jawab, cuman karena kejauhan jadi pelan suaranya. Sabar napa!(jawab Lenn) "
" Sabar... Sabar nunggu orang kesakitan gitu, ha?!!(sangat kesal) "
" Duh!! Dibilangin kok ngeyel banget sih... Males aku...(marah campur kesal) "
Ketua Kaito menelpon sekretaris nya dan menyuruh nya menyampaikan pesan kepada perawat 1 khusus ruang ketua OSIS, bahwa...
" Rendra, kamu sampaikan pesan kepada perawat 1 khusus ruang ketua OSIS... “ kalau terlambat lagi, maka akan di keluarkan ” udah itu aja, lakukan "
" Baik ketua Kaito...(menjawab dengan nada tegas) "
Bip... bip...(suara telepon tertutup)
Tok... tok... tok...(suara ketukan pintu)
" Permisi... Saya meminta izin untuk masuk...(suara perawat 1 khusus ruang ketua OSIS) "
Setelah perawat 1 khusus ruang ketua OSIS, Xielang Jiya Yan, Long Lue dan Kuriha Ifira Rennefy masuk....
" Tidak ada kata lain kali lagi... Kami semua akan membereskan mu, jika ada salah satu murid yang mati, mengerti?!!(mengancam) "
" Maaf ketua Kaito... "(Jawab mereka semua dengan merasa bersalah)
Mereka semua pun memasuki ruangan perawatan....
" Jyu yi... Kamu sebenarnya kenapa? Kenapa kamu jadi begini?(dalam hati dan dengan ekspresi khawatir). "
" Eh... Ekspresimu kenapa kelihatan lebih ketakutan ya daripada yang tadi? Lebih tepatnya... Takut kehilangan hal untuk kedua kalinya(sedikit menggoda Dyu Li). "
" Ketua Kelvin... Ini tidak lucu sama sekali...(sedikit marah). "
" He... Jadi kamu sekarang kesal ya, ok aku ngga akan menggodamu lagi kok.... Tenang saja...(menyeringai) "
" INI NGGA LUCU SAMA SEKALI TAU, NGERTI KAGAK!!!(bentak Dyu Li dalam keadaan kesal
bercampur dengan marah) "
" He...(berkeringat) "(Kelvin)
" Hahahaha.... Lu juga bisa di bentak gadis ya.... Hahahaha...(tertawa lepas) "(Utatane)
" Heh.... Ada yang berani bentak salah satu dari kita ya... Menarik...(menyeringai sambil tersenyum) "(Hendrik)
" Hei Dyu Li... Aku rasa kamu perlu perbaikan deh...(berkata dengan menatap Lenn) "
" Serah lu aja deh..... Kaito...(memalingkan wajahnya kearah lain) "
" Apa sih ketua Lenn?!!...(mengkerutkan alisnya dengan rasa kesal). "
" Heh.... Jadi ini toh... Kepribadian mu... Dyu Li Feng? "(Utatane)
" Udah... udah... Utatane berhenti... Dan juga kamu! Jaga sikapmu kamu tuh anak cewek, harus bisa jaga sikap dan kesopanan mu tau! Ngerti?!(sedikit kesal karena suasana dan situasi yang ada disana) "(Kaito)
" Lu juga Kaito... mentang-mentang lu anak tertua, jadi lu sok jadi ketua dan lu sok banget ngaturnya tau kagak?!!(menyindir sambil mengejek) "
" Apa kata lu Lenn?!!(marah sambil berteriak kencang) "
" Kagak ada... (menyengir) "
" Udah lah... Dyu Li, kamu lebih baik kembali kekelas sekarang! Masalah ini dilanjutkan besok dan untuk Jyu Yi, biar kami yang akan menjaganya... Kamu tenang saja! "
" Baiklah ketua Utatane... Terimakasih dan juga tolong jaga Jyu yi yah!...(memohon dengan wajah tersenyum) "
" Iyh sama-sama... Sana cepat kembali, nanti kamu ketinggalan pelajaran! "
" Baik ketua Utatane... Saya permisi dulu... Sampai jumpa kembali...😊 "
" Iyh... Sampai ketemu lagi "
Utatane berbicara dengan Dyu Li dalam keadaan tenang dan tidak emosi seperti tadi, dia seperti itu supaya Dyu Li bisa benar-benar mempercayakan Jyu yi kepada nya dan dibiarkan tinggal diruang ketua OSIS secara tenang dan tidak ada rasa khawatir.
__ADS_1