
Setelah semuanya meninggalkan kelas...
Dyu Li dan Jyu Yi seperti biasanya selalu pulang bersama.
" Eh ada Dyu dan Jyu... mau pulang bareng aku ngga? ayo kita sama² naik mobilku "(Refi)
" Eh ngga deh Fi maaf... Kami ngga bisa bareng kamu hari ini! Maaf ya... "(menolak sambil tersenyum)
" Yah... Kenapa? "(kecewa)
" Jyu yi mau jemput adiknya disekolahnya hari ini, soalnya dia ada lomba "(semangat)
" Oh iya ta? Kalau gitu ngga papa deh... Semoga menang ya adikmu!"(Refi)
" Iyh makasih ya buat dukungannya... "(Jyu yi)
" Iyh sama²... "(Refi)
" Kami duluan ya Ref... "(Dyu Li)
" Iya duluan ya Ref... bye... "(Jyu Yi)
" Ok bye²... "(Refi melambaikan tangan)
Setelah Refi pergi menjauh...
" Eh Dyu ayo cepetan!(bersiap akan lari) "
" Eh tunggu ngga boleh!(menarik tangan Jyu yi dan menghentikannya saat akan lari), kamu baru aja pulih... kamu ngga boleh lari² dulu! "
Dyu Li menasehati Jyu Yi supaya tidak berlari seperti saat itu, dan mengatakan padanya untuk jalan cepat saja.
" Daripada lari kita jalan cepet aja! ayo(sambil menggandeng tangannya) "(Dyu Li)
" Tapi²... Kan lama... "(pengen berlari)
" Udah ngga ada tapi²an... Ayo jalan cepet aja! katanya kamu mau jemput adikmu... "
" Iyh sih tapi kalau lari kan lebih baik... "
" Udah lebih baik jalan cepet atau ku gendong, pilih mana hayo? "(nyengir)
" Yaudah jalan cepat aja deh... Lebih baik jalan... Hahaha(senyum canggung) "(Jyu Yi)
Setelah sampai didepan sekolahnya Irina...
Jyu Yi dan Dyu Li menunggu didepan gerbang dan menunggu Irina keluar dari ruang kelas.
" Kakak... Kakak Yu" (suara dari jauh)
" Eh ada Nia... Irina belum keluar ya? "(Jyu Yi)
Jyu Yi bertanya pada teman nya Irina sambil senyum ramah.
" Irina? Siapa itu? "(bingung)
" Maksudnya Irivania "(Jyu Yi)
" Oh Riva? dia belum keluar karena dia piket hari ini, sebentar lagi selesai kok kak "(Nia)
" Makasih ya... Ini sebagai tanda terimakasih sudah kasih tau "(sambil memberikan permen pada Nia)
" Eh Jyu, tuh sapa adik kecil tadi? "(bertanya²)
" Oh itu tadi temannya Irina, namanya Nia... Kalau ngga salah dia dari keluarga Wen "(Jyu Yi)
" Eh adik kecil tadi dari keluarga Wen? "(kaget)
__ADS_1
" Iyh... Emangnya ada masalah apa?(sedikit memiringkan kepalanya) "(Jyu Yi)
" Nama keluarganya Wen kan? Jangan² dia adiknya Wen Nuen Fi...(berpikir) "(Dyu Li)
" Bisa jadi ya... bagaimana besok kita tanya aja sama Nuen Fi "(memberi ide)
" Boleh juga... "(Dyu Li)
Setelah mereka berdua berbicara cukup lama, beberapa menit kemudian Irina pun keluar...
" Kakak...(memanggil dari jauh) Eh ada kak Li juga... Halo kakak dan kak Li (senyum) "(Irina)
" Ayo kita pulang sekarang! Biar nanti ada waktu buat nyiapin kamu mau lomba "(Dyu Li)
" Baik kak Li...(patuh) "
" Kamu anak baik ya Iriva...(senyum) "
" Kak Li panggi aku Irina aja kayak kakak, soalnya aku lebih nyaman sama panggilan itu... boleh ya kak Li ya... "(memohon)
" Iyaudah deh, aku panggil Irina aja deh mulai sekarang... "
" Jangan sampai lupa lagi ya kak Li, sudah lama banget masa lupa terus... Dulu aku minta di panggil Irina terus kak Li bilang iyh, dan lupa lagi terus panggil aku Iriva lagi... hu...(cemberut) "
" Iyh maap... Jangan marah dong... Eh Jyu gimana nih? aduh..."(bingung)
" Kasih aja dia coklat atau permen... nah mudah kan? "(nyengir)
" Eh enak banget ya ngomongnya... aku kan ngga punya, gimana dong? "(berpikir)
" Yaelah... kan nanti pas kita jalankan ada toko, ya baru pas itu kamu beli coklat atau permen... "(sambil memegang tangan Irina)
" Ok baiklah... "(Dyu Li)
" Ayo Na! "(Jyu Yi)
" Ayo juga Li! "(menoleh kearah Dyu Li)
" Oh ok... "(sambil memberikan tangannya pada Jyu Yi)
" Apa? Kan kamu dah gede... masa minta gandengan tangan?... "(senyum² kecil)
" Ayolah... yah boleh yah... "(memohon)
" Udahlah kakak, udah gandeng tangannya kak Li aja... daripada nanti kak Li nanti nangis loh... "(canda dan tawa kecil)
" Hahaha... iyh juga ya...(bercanda) "(Jyu Yi)
" Hei² kalian berdua ya... "(memutarkan matanya)
" Yaudah lah... "(menerima tangannya Dyu Li)
Setelah Jyu Yi memegang tangan Dyu Li, ia merasa senang dan menggenggam kembali tangannya dengan erat.
" Hei sakit lah... Kalau pegangan itu jangan digenggam! Jadi sakitkan tanganku "(sambil melonggarkan pegangan tangannya)
" Iyh² maaf, ngga sengaja... aku tadi cuman lagi seneng aja jadinya ngga sadar... sekali lagi maaf ya Yi! "(menyesal dan meminta maaf kepada Jyu Yi)
" Iyh deh... Aku maafkan...(senyum) "(Jyu Yi)
" Kakak aku boleh ngga makan es? "(Irina)
" Boleh tapi ngga boleh sembarang! "(Jyu Yi)
" Emangnya kenapa Irina? "(Dyu Li)
" Itu kak ada ynag jualan es lilin didepan, dan aku mau beli... boleh ngga? "(Irina)
__ADS_1
" Gimana Yi? "(melihat kearah Jyu Yi dan bertanya kepadanya)
" Boleh aja... "(menjawab dengan ramah)
" Asik... Makasih kakak dan kak Li... "(senang)
" Iyh sama² "(Jyu Yi)
" Ok "(Dyu Li)
Setelah itu Jyu Yi, Dyu Li dan Irina menghampiri orang yang sedang menjual es lilin itu dan Irina berniat membeli 3 potong es.
Irina pun berjalan ke penjual itu dan sedangkan Dyu Li dan Jyu Yi saling berbicara.
" Eh Yi... "(memanggil Jyu Yi)
" Hmm? "(menoleh kearah Dyu Li)
" Eh emangnya yang saku mu cukup ya buat beli es? "(berpikir)
" Ngga tau juga ya... kalau harganya cuman seharga 4 sampai 5 ribu sih seharusnya bisa, kalau lebih ya cuman bisa beli 1 atau 2 es potong aja... "(memikirkan)
" Soalnya aku juga lupa pegang uang lebih hari ini... Uang tadi aja cuman cukup buat beli 1 bungkus nasi dikantin... terus gimana nih kalau Irina belinya banyak? "(khawatir)
" Iyh juga ya(cemas), tapi yaudahlah gpp... namanya aja masih kecil jadi kurang ngerti kan?(senyum) "(Jyu Yi)
" Kakak sama kak Li mau juga tidak?(suara kencang) "(Irina)
" Kakak ngga Na, kak Li aja ya! 1(menjawab kembali dengan suara kencang) "(Jyu Yi)
" Eh Yi... "(berbisik ke Jyu Yi)
" Ok kak "(Irina)
" Ngga apa² sekali² aja... "(membuka tas dan mengeluarkan uang)
" Sekali² nanti jadi berkali² loh...(berusaha menolak) "(Dyu Li)
" Ngga masalah... "(tenang)
" Eh... Yaudah deh makasih "(nyerah sama perkataan Jyu Yi)
" Iyh sama²... hehehe...(senyum) "(Dyu Li)
" Ku nyerah kalau adu argumen sama kau! dan kau selalu menang kalau beradu sama aku... oh iyh Jyu... "(Dyu Li)
" Hmm? "(Jyu Yi menjawab sambil melamun)
" Apa kamu... "(Dyu Li berbicara sambil berpikir)
" Kakak, kak Li aku dah balik(senyum) "(Irina yang datang langsung memotong pembicaraan Dyu Li tanpa sengaja)
" Wah dah balik ya... Eh tunggu dulu kok es nya udah boleh kamu bawa, emang kamu udah bayar? "(Dyu Li berpikir)
" Iyh Na emang kamu dah bayar? "(Jyu Yi bertanya dengan bingung juga)
" Udah... Aku bayar sama uang saku aku, emang nya kenapa? "(Irina menjawab Jyu Yi dan Dyu Li)
" Loh kok bisa? Emangnya harga es nya berapa? kok kamu bisa bayar sendiri? "(Dyu Li bertanya terus sambil bingung)
" Haduh kak Li kebanyakan tanya nih(cemberut), ok aku ceritain ya! Jadi gini... kakak kan selalu kasih uang saku ke aku, nah terus aku sisain terus sampai banyak... Setelah banyak apa aku mau beli apa ya tinggal beli tapi pake uang saku aku sendiri tapi tetap harus hemat dan jaga² kalau² ada keperluan mendadak yang butuh uang. Jadi gitu... "(Irina)
" Oh gitu... Anak baik ya kamu(memuji) "(Jyu Yi)
" Irina anak baik... "(Dyu Li mengelus kepalanya sambil memujinya)
" Hehe... Makasih kakak, kak Li "(Irina senang sambil tersenyum)
__ADS_1
" Iyh... "(Dyu Li dan Jyu Yi menjawab secara bersamaan)