
Linggar sudah berada di dalam kelas untuk mengikuti evaluasi belajar akhir tahun ajaran. Bu Hanifah mengawasi murid cantik itu yang sangat tenang ketika mengerjakan soal matematika yang sangat sulit itu. Aneh memang si Linggar yang tak pernah belajar itu jadi sangat cerdas sehingga ia mampu mengerjakan tugas lebih cepat dan segera dikumpulkan ke meja guru.
"Cepat sekali Nggar."
Linggar cuma senyum simpul sambil melangkah keluar kelas setelah selesai mengerjakan ujian. Bu Hanifah sangat heran memeriksa lembaran tugas Linggar bisa betul semua alias sempurna. Bu Hanifah penasaran mengecek kolong meja tempat duduk Linggar apakah membawa sontekan atau tidak. Betapa Bu Hanifah sangat terkejut dan hampir menjerit melihat ada sosok bayangan makhluk halus yang duduk di kursi kosong Linggar.
"Aaaauuww!!" Bu Hanifah terkejut dan jatuh ke lantai ketika itu. Murid- murid pun ikut kaget dan berdiri ketika melihat Bu guru pengawas malah jatuh dan menjerit ketakutan. Sayangnya tidak ada murid yang melihat makhluk aneh itu.
Bu Hanifah masih ngos- ngosan nafasnya ketika pak Iwan masuk ke dalam kelas. Bu Hanifah makin melotot ketakutan dan menjerit ketika ada sosok yang menakutkan diantara guru dan murid yang menolongnya dan memberi air minum.
. "Pergiiiii pergiiii.. itu ada hantuuu." jerit Bu Hanifah lagi. Akhirnya murid- murid pada contek contekan dan seneng lihat gurunya kesurupan.
***
Kenyataannya Linggar tidak bisa berpisah dari Rangga karena ia sudah tersihir oleh ketanpanan pemuda itu. Bahkan Linggar selalu diberi hadiah uang jajan bila sudah pacaran di dalam rumah bila pak kades tidak ada. Biar gadis cantik itu sudah pernah melihat sendiri betapa seram wajah gendruwo, tetapi kata Rangga itu bukan dia. Itu Wewe gombel yang suka menunggui rumah Puput. Linggar masabodo sama kata orang, yang penting dia hepi menjadi gebetan Rangga.
"Nah lho..mau kemana lho Nggar?!" kata Indra teman sekolah yang sudah menunggu langkahnya di tikungan. Linggar tidak bisa menghindar ketika tangan Indra dan Gugun yang kekar itu membekap mulut serta membopong tubuh gadis itu masuk ke dalam mobil. Indra yang waktu membekap mulut dengan tissu yang disemprot obat bius, tentu saja membuat gadis itu pingsan dan tak berdaya di dalam mobil.
"Slow aja bro..udah lemes nih, minggir kek"
Mobilpun dipinggirin dekat taman kota, agar mereka bisa bersenang- senang bersama Linggar yang pingsan. Gugun yang selama ini mengejar- ngejar gadis cantik itu cuma dicuekin, sekarang bisa melihat dan meraba cantiknya Linggar. Gugun mulai meraba pinggul gadis itu sambil mencium bibirnya. Sedang Indra melepaskan baju seragam gadis itu satu persatu.
Tapi.. mereka sangat terkejut bila tiba- tiba langit menjadi gelap. Mereka berada dalam tempat yang gelap hingga tak dapat melihat apapun selain harus meraba mencari sesuatu yang bisa di pegang.
__ADS_1
"Gun.. Gun! Eloe dimana? Hiih kok jadi gelap begini sih." gumam Indra yang mulai ketakutan. Tubuh gadis cantik yang lemas di dalam mobil itu sudah tidak ada. Sedang posisi mereka sekarang tidak jelas ada di dalam atau di luar mobil.
"Indra! Sialan loe ninggalin gue. Haah ini gue dimana ya.." kata Gugun yang mulai mencium bau anyir darah dan bangkai.
"Hhhhehhhh"
"Gun.. loe ngapain?"
Suara \*\*\*\*\*\*\* yang sangat keras itu makin jelas berada di dekat Indra. Sedang matanya masih tidak bisa melihat apapun selain dua kakinya seperti berada di lantai yang kotor dan basah. Suara \*\*\*\*\*\*\* atau rintihan kesakitan dari seorang wanita..
Tiba- tiba terlihat ada cahaya yang tak begitu terang tetapi perlihatkan bentuk bayangan seorang wanita tua yang berjalan membungkuk ke arah mereka. Gugun sudah bisa melihat Indra yang memegangi tangannya karena takut melihat bayangan itu.
__ADS_1
"Ohhh.. tidaaakkkk!!'"
"Hantuuuh!!"
Bayangan makhluk hitam makin dekat dan nampak wajah seramnya menyeringai di depan Gugun. Matanya yang melotot merah, dan lidahnya yang menjulur panjang meneteskan darah serta perlihatkan taringnya hendak mencabik tubuh kedua pemuda itu.
"Hihihi hihihi hihi"
"Clepp!!"
"Tidaaaaakkk!!'
Gugun merasakan sakit ketika kuku wanita itu sudah masuk ke dalam dadanya dan meremas jantungnya. Gugun berteriak kesakitan hingga akhirnya terbangun, telah berada di tengah kuburan Karet Bivak. Mobilnya yang dibuka paksa oleh warga yang mengerubungi karena merasa aneh ada mobil masuk kuburan dengan penumpang dua anak sekolah yang sedang teriak teriak.
__ADS_1
.. "Bencong dia. Mosok pacaran cowok ma cowok"
"Ya ampuun anak siapa nih masih remaja udah LGBT. Udah seret keluar suruh minum air comberan" kata warga yang didengar Indra bikin kesel aja. Sial bener mereka bisa masuk jeb as kan Betmen. Gumam Indra.